BOLASPORT.COM - Papan klasemen MotoGP 2026 memang masih ditempati oleh dominasi para pembalap Aprilia yang menduduki posisi tiga besar.
Dua pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, menduduki posisi 1 dan 2 pada klasemen sementara.
Posisi ketiga ditempati oleh pembalap satelit Aprilia dari SuperFile Trackhouse, Ai Ogura.
Jarak antara ketiga pembalap pada posisi tiga besar terpaut 37 poin saja.
Namun, posisi keempat sudah mengintai pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez. Dia hanya berjarak tiga poin dari Ogura dan 40 poin dari puncak klasemen.
Marquez mampu kembali membuka persaingan Kejuaraan Dunia setelah sempat tertinggal 102 poin dari Bezzecchi.
Pengamat MotoGP kenamaan, Carlo Pernat, melihat upaya yang dilakukan Marquez hingga berhasil mencetak tiga kemenangan pada GP di Hungaria, Ceko, dan Jerman.
"Pertama-tama, harus dikatakan bahwa dia mengalami cedera dan memulai musim dalam kondisi fisik yang kurang baik," kata Pernat, dilansir BolaSport.com dari Motosan.
"Dia bukan Marquez tahun lalu, dia balapan lebih hati-hati, bisa dimengerti. Tahun lalu, dia tidak peduli apa pun, dia hanya ingin menang. Dia akan jatuh, bangkit, dan menang."
"Meskipun demikian, tahun ini Kejuaraan Dunia hanya dibuka kembali karena Aprilia telah membukanya kembali, karena ketika Márquez tertinggal 102 poin dari Bezzecchi, sulit untuk membayangkan kejuaraan itu bisa dibuka kembali," ujarnya.
Pernat justru melihat kegugupan yang terjadi pada pembalap Aprlia setelah Marquez mampu meraih tiga kemenangan dari empat seri balapan sebelum jeda musim panas.
"Bezzecchi bukanlah fenomena, mari kita perjelas itu. Meskipun begitu, tahun lalu dia fantastis," kata Pernat.
"Dia memiliki seluruh tim, seluruh Aprilia, untuk dirinya sendiri, mengingat Martín sedang cedera, tetapi dia benar-benar 'anjing penyerang'. Dan dia membuat lompatan mental yang luar biasa."
"Lompatan yang bahkan lebih terlihat di awal musim ini, di mana, bagaimanapun, dia berhadapan dengan Martín . Dan dia menemukan Martín dalam kondisi yang, jujur saja, bahkan saya sendiri tidak duga."
"Di atas itu, ada juga Márquez. Kemudian apa yang terjadi di Balaton terjadi. Suasananya tidak sama seperti sebelumnya."
"Saya tidak mengatakan bahwa Marco dan Jorge tidak saling berbicara. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa ada sedikit kegugupan," tutur Pernat.
Pengamat MotoGP itu terlihat lebih tenang melihat Marquez musim ini dalam persaingan menuju gelar juara dunia bahwa dia masih favoritnya.
"Marc Marquez, karena dia telah bangkit kembali dari -102 poin dan karena alasan lain yang sangat sederhana."
"Dia tahu bagaimana mengelola berbagai situasi, ketika dia tahu dia bisa meraih kemenangan, dia melakukannya, ketika dia mengerti dia harus tenang, dia melakukannya, dia mendapatkan hasilnya dan terus maju."
"Dia tahu bagaimana melakukannya, tanpa ragu, dua kali lebih baik daripada Bezzecchi dan Martin," pungkas Carlo Pernat..