...Kita sangat berharap bahwa penyelesaian penanganan gempa bumi di NTT ini bisa segera kita diatasi
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan infrastruktur terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) berangsur pulih.
Dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menuturkan kondisi kelistrikan di wilayah Flores Barat dan Flores Timur yang bersumber dari 11 trafo terdampak kini telah 100 persen beroperasi kembali dengan baik.
"Sebanyak 566.797 pelanggan yang terdampak akibat gempa tersebut, saat ini sudah di-recovery sebanyak 99,5 persen, sisanya atau yang perlu atensi sebanyak 2.732 pelanggan. Kami berharap pada hari-hari mendatang pelanggan yang masih tersisa ini bisa diselesaikan dengan baik," katanya.
Berton menyebutkan untuk jaringan telekomunikasi yang dikelola PT Telkom di Pulau Flores, tingkat pemulihannya secara total telah mencapai 95,4 persen, dengan sisa pengerjaan berfokus dan menjadi atensi di wilayah Manggarai Timur yang masih berada di angka 76,3 persen.
Akses jalan-jalan di NTT secara umum saat ini juga sudah dapat dilewati, meskipun masih secara terbatas.
Sementara di sektor pencarian dan penyelamatan, ungkap Berton, Tim Gabungan dari Basarnas dan kementerian/lembaga terkait masih terus bersiaga di tujuh kabupaten terdampak.
"Meskipun tidak ada laporan, Tim Gabungan Basarnas tetap melakukan upaya-upaya pencarian dan tetap menurunkan personil secara optimal di daerah-daerah terdampak," ujar dia.
Pada sektor kesehatan yang menjadi perhatian penting, jelas Berton, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons cepat dengan mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan menuju Ruteng di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo.
Kemenkes juga mengirimkan dua tim manajemen krisis kesehatan untuk mengawal koordinasi lapangan, yang masing-masing ditempatkan di Kabupaten Sikka dan Ende. Selain itu, dua tim medis darurat (Emergency Medical Team) pun diterjunkan, di mana tim pertama difokuskan di Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat, sedangkan tim kedua difokuskan untuk Kabupaten Sikka.
Untuk percepatan evakuasi dan distribusi logistik di medan yang sulit, pemerintah mengerahkan sebanyak 1.467 personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi lainnya untuk bekerja maksimal di lapangan. Upaya tersebut didukung oleh 10 unit alutsista atau armada udara yang disiagakan masing-masing lima unit di Labuan Bajo dan lima unit di Maumere.
"Kita sangat berharap bahwa penyelesaian penanganan gempa bumi di NTT ini bisa segera kita diatasi, dan kami mohon dukungan, doa dari seluruh warga negara Indonesia untuk kita tetap bahu-membahu dalam mengatasi masalah ini," ucap Berton SP Panjaitan.
Terpisah, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.
"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK.





