Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengajak masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan lingkungan di Jakarta, mulai dari keterbatasan air, kemarau panjang, hingga persoalan sampah sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

"Kemerdekaan juga menjadi amanah yang harus terus dijaga dan diisi dengan kerja nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," kata Munjirin di Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin.

Menurut Munjirin, hal ini penting di tengah berbagai dinamika dan tantangan bagi Jakarta yang terus mengakselerasi langkahnya menjadi pusat perekonomian nasional dan kota global.

Salah satunya melalui ketahanan ekonomi yang menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan, sekaligus memperkuat posisinya untuk masuk dalam jajaran top 20 Global City di tahun 2045.

Selain itu, pembangunan Jakarta diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketimpangan, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

"Komitmen penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama, yang tercermin dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta pada 2025 sebesar 85,05 dan menjadi yang tertinggi secara nasional," jelas Munjirin.

Munjirin menyebut, komitmen tersebut diwujudkan dalam program strategis seperti KJP Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, hingga Sekolah Rakyat.

"Kemajuan Jakarta harus dimulai dari manusianya. Kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan kualitas hidup harus terbuka seluas-luasnya demi memutus garis ketidakberuntungan," ungkap Munjirin.

Selain SDM, Munjirin menyoroti penguatan infrastruktur yang harus terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendongkrak daya saing Jakarta sebagai kota global.

Lebih lanjut, kemajuan kota juga harus ditopang oleh lingkungan dan kehidupan warga yang berkualitas untuk menghadapi tantangan seperti kemarau panjang, keterbatasan air, dan persoalan sampah.

"Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan perkotaan tersebut," ucap Munjirin.

Sebagai langkah konkret penanganan lingkungan, pemerintah menggalakkan gerakan pilah sampah dari sumbernya serta memperluas keberadaan TPS 3R melalui kerja sama dengan sektor swasta.

Masyarakat juga diajak memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan bencana melalui kampanye "Jaga Jakarta", penggunaan air secara bijak, dan edukasi mitigasi kebakaran.

Berbagai upaya ini diiringi dengan tata kelola pemerintahan yang profesional, terbukti dari keberhasilan Jakarta mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-9 kalinya atas Laporan Keuangan Daerah.

"Kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang pertempuran fisik dengan mengangkat senjata, melainkan tentang menurunkan ego untuk saling mendengar dan bekerja sama. Mari kita ambil peran sekecil apa pun untuk bersama-sama membangun kemajuan Jakarta demi masa depan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," ujar Munjirin.

Adapun rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

Potongan tumpeng diserahkan Walikota kepada Purna Wali Kota Administrasi Timur H.R Krisdianto Periode 2012 - 2015. Kegiatan juga diwarnai penyaluran bantuan dari Baznas Bazis untuk perwakilan veteran Jakarta Timur.