Rayakan HUT ke-81 RI, Jakarta Aquarium Kibarkan Merah Putih di Dalam Air
Feryanto Hadi August 17, 2026 07:35 PM

 


Laporan Wartawan Wartakotalive.com

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta Aquarium & Safari (JAQS) berlangsung dengan cara berbeda.

Di tengah ekosistem bawah air Zona 12, para penyelam profesional mengibarkan bendera Merah Putih berukuran 5 x 6 meter, Senin (17/8/2026).

Pengibaran bendera tersebut diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Para penyelam membentangkan Sang Saka di antara kawanan ikan yang berada di dalam akuarium raksasa.

Tak hanya mengibarkan bendera, para penyelam juga menampilkan sejumlah koreografi bawah air. Mereka membentuk formasi bintang dan angka "81" sebagai simbol peringatan HUT ke-81 RI sekaligus pesan persatuan.

Kegiatan tersebut mengusung tema "LIVING HERITAGE: The Spirit of a Sovereign Nation".

Tema itu membawa pesan bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui upaya menjaga kekayaan alam dan keanekaragaman hayati Indonesia.

General Manager Jakarta Aquarium & Safari, Fauzi Prihatin, mengatakan peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk memaknai kembali bentuk perjuangan yang relevan dengan kondisi saat ini.

"Bagi kami, makna kemerdekaan tahun ini adalah semangat konservasi. Jika dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dengan darah dan air mata, maka tugas kita sekarang adalah menjaga warisan hayati bangsa ini dengan penuh komitmen dan kerja nyata," ujar Fauzi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Fauzi, konservasi menjadi salah satu cara untuk mengisi kemerdekaan karena kekayaan hayati Indonesia merupakan bagian dari warisan yang perlu dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Lomba 17 Agustus di Dalam Akuarium

Selain pengibaran bendera, JAQS juga menghadirkan berbagai perlombaan khas 17 Agustus yang dilakukan di dalam air.

Salah satu atraksi yang menarik perhatian pengunjung adalah perlombaan mengenakan helm khusus di dalam akuarium.

Para penyelam mengikuti permainan tersebut di tengah ekosistem bawah air.

Untuk mendukung jalannya perlombaan, Master of Ceremony (MC) juga berada di dalam akuarium dengan menggunakan perangkat komunikasi khusus.

Aksi para penyelam tersebut mendapat sambutan dari pengunjung yang menyaksikan rangkaian perayaan dari balik kaca akuarium.

Bagi JAQS, atraksi tersebut tidak sekadar menjadi hiburan. Kegiatan dirancang untuk mempertemukan unsur hiburan, edukasi, sains, dan konservasi dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan.

Rawat Ribuan Spesies

JAQS merupakan lembaga konservasi yang berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di bawah Kementerian Kehutanan.

Saat ini, JAQS merawat sekitar 3.500 spesies akuatik dan nonakuatik.

Selain perawatan satwa, JAQS juga menjalankan program pengembangbiakan atau breeding, termasuk untuk sejumlah satwa seperti penguin.

Fauzi mengatakan keberadaan program edukasi dan konservasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

"Kehadiran berbagai atraksi edukatif dan program pengembangbiakan satwa seperti penguin hingga capybara menjadi bukti bahwa hiburan, sains, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan demi menjaga warisan Indonesia bagi generasi mendatang," katanya.

Ia menambahkan, tingginya jumlah pengunjung menjadi kesempatan bagi JAQS untuk menyampaikan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, terutama kepada generasi muda.

"Setiap hari, tim kami merawat ribuan spesies akuatik maupun non-akuatik. Kami juga terus membuka pintu edukasi bagi ribuan pengunjung setiap harinya, terutama anak-anak muda, karena kami ingin menyadarkan bahwa pentingnya menjaga kelestarian alam Indonesia," ungkap Fauzi.

Target 5.000 Pengunjung

Untuk memeriahkan HUT ke-81 RI, JAQS juga menyiapkan sejumlah program khusus, mulai dari pertunjukan akuatik bertema Merah Putih hingga penawaran tiket dan pertunjukan selama periode libur kemerdekaan.

JAQS menargetkan jumlah pengunjung mencapai sekitar 5.000 orang selama momentum HUT ke-81 RI. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kunjungan pada periode liburan yang berada di kisaran 3.000 orang.

Melalui peningkatan jumlah pengunjung, JAQS berharap pesan mengenai pentingnya konservasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

"Menjaga Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata. Menjaga Indonesia berarti menjaga seluruh jiwanya, mulai dari sejarahnya hingga setiap jengkal kekayaan alam yang kita miliki," pungkas Fauzi.

Perayaan "LIVING HERITAGE: The Spirit of a Sovereign Nation" pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.

JAQS ingin momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga membawa tanggung jawab untuk menjaga warisan alam Indonesia agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.