Derby Kota Solo di Perebutan Juara 3 TPAAF 2026: SMA Batik 2 vs SMKN 2 Surakarta, 400 Tiket Diborong
Rifatun Nadhiroh August 17, 2026 08:15 PM

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rangkaian pertandingan puncak Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026 Seri Solo dibuka dengan laga bergengsi khas Kota Bengawan. Dua sekolah dari Kota Solo, SMA Batik 2 Surakarta melawan SMK Negeri 2 Surakarta, berebut podium ketiga di GOR UTP Karanganyar, Selasa (18/8/2026) pukul 17.00 WIB.

Keduanya adalah semifinalis yang tumbang di partai empat besar. SMA Batik 2 Solo, tim asuhan mantan bek Persis Solo Vilol, kalah 2-4 dari calon finalis SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar.

Sementara SMK Negeri 2 Solo takluk 1-6 dari SMA Wali Songo Sragen. Dua kekalahan itu membuat mereka bertemu di partai perebutan medali perunggu — kali ini dalam bingkai derby antar sekolah Kota Solo.

400 Tiket Diborong SMK N 2 Solo: Warna Ijo Siap Menguasai Tribun GOR UTP


Panitia Tribun Solo mencatat pergerakan tiket paling agresif di Solo Series justru datang dari salah satu tim yang gagal ke final.

SMK Negeri 2 Surakarta memborong 400 tiket sekaligus untuk dua partai — perebutan juara ketiga dan final putra. Blok tribun tersebut akan menjadi salah satu yang paling ramai di GOR UTP Karanganyar malam ini.

Mobilisasi masif itu bukan yang pertama sepanjang Solo Series.

Sejak babak grup, ratusan suporter SMK Negeri 2 Solo sudah memadati tribun.

Salah satu momen paling diingat terjadi pada Rabu (12/8/2026) petang, saat sekolah itu bertanding melawan SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali di grup C — atribut warna ijo khas SMK N 2 Solo mengubah tribun menjadi lautan pendukung tunggal.

Sikap suporter yang tetap datang ke tribun meski tim tidak melaju ke final menjadi salah satu cerita paling menarik dari Solo Series.

Ini menunjukkan bahwa gengsi perebutan podium ketiga tidak dianggap sekadar partai penghibur oleh komunitas sekolah.

Enam dari Delapan Slot Delapan Besar Diisi Sekolah Solo — Derby Ini Adalah Bukti Dominasi

Perebutan juara ketiga malam ini juga bisa dibaca sebagai gambaran kekuatan futsal pelajar Kota Solo.

Enam dari delapan slot babak delapan besar TPAAF Solo Series 2026 diisi sekolah asal Kota Bengawan — MAN 1 Solo, SMA ABBS Solo, SMA Batik 2 Solo, SMA Negeri 8 Solo, SMK Negeri 2 Solo, dan SMA Muhammadiyah 1 Solo.

Dua slot lainnya diambil SMA Wali Songo Sragen dan SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar.

Dominasi tersebut membuat perebutan juara ketiga malam ini menjadi partai internal antar sekolah Solo — sesuatu yang jarang terjadi dalam turnamen futsal pelajar berskala regional.

Pemenang tidak hanya membawa medali perunggu Solo Series, tetapi juga hak menyebut diri sebagai sekolah futsal terbaik ketiga di Solo Raya musim ini.

Podium Ketiga Tetap Bermakna: Peluang Masuk Radar Dream Team Jateng

Meski tidak melaju ke final, pemain kedua tim tetap berada dalam radar seleksi Dream Team Provinsi Jawa Tengah.

Pemain menonjol dari sekolah semifinalis tetap berpeluang direkomendasikan untuk mengisi tim provinsi menuju Grand Final Nasional Yogyakarta pada Desember 2026, dilanjutkan kesempatan masuk 12 pemain terbaik Indonesia yang akan berangkat training camp ke Spanyol dan Portugal pada April 2027.

Konteks jalur ini membuat perebutan juara ketiga bukan pertandingan untuk kalah dengan hormat.

Ini adalah panggung terakhir bagi pemain kedua tim untuk membuktikan diri di depan pemantau federasi dan sekolah masing-masing.

National Project Manager: Podium Ketiga Bukan Hadiah Hiburan

National Project Manager TPAAF 2026, Danang Purwoko Raharjo, menyampaikan terima kasih atas seluruh sekolah yang berpartisipasi di Solo Series.

"Terima kasih kepada semua sekolah yang bertanding sejak babak awal. Antusiasme yang muncul di Solo Series menjadi salah satu energi utama TPAAF 2026 untuk berlanjut ke kota-kota berikutnya. Solo memberi kami pelajaran bahwa futsal pelajar di sini punya basis komunitas yang hidup."  — Danang Purwoko Raharjo, National Project Manager TPAAF 2026.

Danang menegaskan bahwa panitia sengaja menempatkan perebutan juara ketiga sebagai bagian dari rangkaian acara puncak, bukan sekadar partai pembuka.

"Sekolah yang sampai di semifinal artinya sudah menyisihkan puluhan tim lain di Solo Raya. Prestasi itu layak dihormati dengan pertandingan yang serius, tribun yang penuh, dan medali yang bermakna. Kami minta SMA Batik 2 Solo dan SMK Negeri 2 Solo tampil dengan totalitas penuh, karena podium ketiga bukan hadiah hiburan, tapi hasil dari perjalanan panjang selama satu pekan."  — Danang Purwoko Raharjo, National Project Manager TPAAF 2026.

Ia mengundang suporter kedua sekolah untuk hadir sejak sore hari.

"Datang lebih awal. Beri dukungan penuh untuk tim sekolah kalian di partai juara ketiga. Jangan menunggu final saja. Podium itu diperjuangkan sejak peluit pertama dibunyikan."  — Danang Purwoko Raharjo, National Project Manager TPAAF 2026.

Vovo: Solo Punya Kapasitas Jadi Tuan Rumah Kompetisi Pelajar Nasional

General Manager Tribun Solo, Vovo Susatio, mengapresiasi mobilisasi suporter yang justru meningkat menjelang partai puncak.

"Tribun yang penuh sejak partai perebutan juara ketiga adalah kabar baik. Ini menunjukkan komunitas sekolah menghargai proses, bukan hanya trofi. Kami mengundang warga Solo, orang tua, alumni, dan komunitas futsal untuk datang sejak sore."  — Vovo Susatio, General Manager Tribun Solo.

Vovo menempatkan penyelenggaraan Solo Series sepekan terakhir sebagai bukti bahwa Solo layak dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi pelajar berskala nasional. Ia juga menegaskan komitmen Tribun Solo untuk mendorong TPAAF menjadi agenda tahunan di Kota Bengawan — sejalan dengan sinyal dari Pemerintah Kota Solo.

Pada pembukaan turnamen, Selasa (11/8/2026), Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan harapan agar TPAAF berlanjut.

"Semoga tahun depan ada lagi dan kita selenggarakan di Solo."  — Respati Ardi, Wali Kota Solo, kepada TribunSolo.com

Kualitas Penyelenggaraan Diapresiasi Pelatih Lawan

Sepanjang Solo Series, kualitas penyelenggaraan TPAAF juga mendapat apresiasi dari pelatih peserta.

Pelatih SMA Wali Songo Sragen, Meica Henriyana, sempat menyampaikan pandangannya soal standar yang ditetapkan panitia.

"Sebagai pelatih, saya mengapresiasi event Tribun Putih Abu-Abu agar semua event lain bisa mengikuti — bukan tentang jumlah penonton, tapi kualitas pertandingan dan kualitas penyelenggaraan."  — Meica Henriyana, Pelatih SMA Wali Songo Sragen, kepada TribunSolo.com.

Pesan tersebut menjadi konteks penting bagi perebutan juara ketiga malam ini. Partai medali perunggu bukan tempat untuk main-main. Ia menjadi bagian dari standar penyelenggaraan yang membuat TPAAF disebut layak menjadi agenda tahunan futsal pelajar di Solo Raya.

Setelah Perebutan Juara 3: Final Putri, Lalu Final Putra

Sesuai rundown resmi panitia, perebutan juara ketiga putra dijadwalkan pukul 17.00 WIB, dilanjutkan final putri pukul 18.30 WIB, dan ditutup partai puncak final putra antara SMA Kebakkramat versus SMA Wali Songo pukul 19.30 WIB.

Sebelumnya, sesi pertandingan putri sudah bergulir sejak pukul 15.30 WIB.

Awarding untuk seluruh juara — pertama, kedua, ketiga, pemain terbaik, dan top skor Solo Series putra maupun putri — dilakukan setelah seluruh partai selesai.

Setelah Solo, TPAAF 2026 berlanjut ke Palembang pada 9–13 September 2026 menuju Grand Final Nasional Yogyakarta akhir tahun.

Info Pertandingan - Perebutan Juara 3 Putra
Info Pertandingan - Perebutan Juara 3 Putra (TribunSolo.com/dok. TPAAF)

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.