TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Persiapan pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 kini memasuki tahap akhir.
Sejumlah kebutuhan teknis mulai dimatangkan menjelang pembukaan festival yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (18/8/2026) sore.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, mengatakan persiapan mencakup pengecekan panggung, penyesuaian kebutuhan para penampil hingga penataan stan UMKM.
Para penari juga dijadwalkan mulai melakukan pengecekan panggung pada Senin (17/8/2026).
Baca juga: Bupati Sutjidra Janjikan Tambahan Anggaran untuk OPD dengan Inovasi Berdampak
"Untuk penari-penari itu, mereka sore ini sudah mulai melakukan cek panggung. Loading dari UMKM sudah mulai, mulai nanti. Tapi dari kemarin sudah ada," ujarnya.
Penataan stan UMKM dan kuliner juga terus dilakukan di kawasan festival. Para pelaku usaha diperbolehkan mulai berjualan sejak pagi pada hari pembukaan Bulfest.
"Saat pembukaan dari pagi sudah mulai. Sudah boleh (berjualan)," kata dia.
Bulfest 2026 dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 18 hingga 23 Agustus 2026.
Baca juga: Peringatan HUT Ke-68 Provinsi Bali di Badung, Adi Arnawa: Menjaga, Memuliakan dan Menyucikan Bali
Pembukaan festival direncanakan dihadiri sekaligus dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Selain menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, pembukaan Bulfest 2026 juga akan dimeriahkan grup musik nasional Kla Project.
Grup tersebut menjadi salah satu penampil utama dalam agenda pembukaan.
Di tengah persiapan tersebut, aspek keamanan juga menjadi perhatian kepolisian.
Belajar dari pengalaman pelaksanaan Bulfest tahun sebelumnya yang diwarnai beberapa kasus pencopetan, Polres Buleleng menyiapkan ratusan personel untuk mengantisipasi tindak kejahatan selama festival.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, sebanyak 500-600 personel disiapkan untuk mengamankan Bulfest 2026.
Personel tersebut berasal dari Polres Buleleng hingga rayon Polsek di wilayah Singaraja dan akan ditempatkan di sejumlah titik yang telah dipetakan.
"Yang pasti akan banyak polisi yang jaga, baik yang berseragam ataupun tidak," ujarnya.
Baca juga: Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Bupati Adi Arnawa Ajak Jajaran Fokus Menuju Indonesia Emas 2045
Pola pengamanan akan disesuaikan dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung siang hingga malam hari.
Personel akan bergantian bertugas selama enam hari pelaksanaan festival, baik untuk mengamankan jalur maupun lokasi kegiatan.
Polisi juga telah menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mengantisipasi aksi pencopetan.
Masyarakat diimbau turut menjaga keamanan diri dan barang bawaannya selama berada di kawasan festival.
"Utamanya kita menghimbau untuk melaksanakan pengamanan pada diri sendiri dulu, dan tentunya ini mudah-mudahan bisa mengurangi niat-niat jahat para pelaku yang akan datang," katanya.
Ia menegaskan, polisi tidak akan memberikan toleransi apabila kembali ditemukan pelaku pencopetan selama Bulfest dan berhasil ditangkap.
Kepolisian memastikan personil yang disiagakan akan melakukan pengamanan di berbagai titik selama festival berlangsung.
"Kalau masih melakukan dan tertangkap, ya kita tidak akan memberikan toleransi seperti tahun sebelumnya," tegasnya. (mer)