Lini Depan Jadi Catatan, Ketum Jakmania Berharap Persija Segera Datangkan Striker Berkualitas
Drajat Sugiri August 17, 2026 09:25 PM

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persija Jakarta terus mematangkan skuad jelang tampil pada Super League 2026/2027.

Macan Kemayoran saat ini menjalani pemusatan latihan di Thailand yang berlangsung pada 10-23 Agustus 2026.

Persiapan tersebut menjadi bagian penting bagi Persija untuk membangun kekompakan tim sebelum kompetisi resmi bergulir.

Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, turut memberikan pandangannya terkait persiapan Persija.

Menurutnya, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum skuad benar-benar dinilai siap bersaing di Super League.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah lini depan.

Aditya menilai Persija masih membutuhkan tambahan pemain, terutama striker utama, setelah melihat performa tim pada ajang Piala Presiden 2026.

“Kalau kondisi sekarang, karena striker belum datang, kita belum bisa membuktikan apakah skuad ini benar-benar sudah cukup kuat atau belum," ujar Aditya kepada Tribunnews, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, persoalan finishing menjadi salah satu kelemahan Persija yang terlihat pada Piala Presiden.

Untuk itu, kehadiran striker baru dinilai penting untuk meningkatkan ketajaman Macan Kemayoran.

“Kalau kita masih berkaca pada Piala Presiden, permasalahan terbesar kita adalah finishing. Selama belum ada bukti nyata bahwa striker utama itu datang, khususnya ke training center, kita masih belum bisa menilai apakah skuad ini benar-benar sudah bagus atau belum,” terangnya.

Persija sebelumnya dikaitkan dengan striker asal Swedia, Alexander Jeremejeff.

Baca juga: Persija Jakarta Siapkan 2 Uji Coba di Thailand, Shin Tae-yong Punya Misi Berbeda

Namun, hingga kini kehadiran penyerang tersebut masih belum bisa dipastikan.

Selain striker, Persija juga disebut masih membutuhkan tambahan pemain di sektor sayap.

Aditya berharap pemain-pemain baru tersebut bisa segera bergabung sehingga memiliki waktu yang cukup untuk membangun chemistry dengan pemain lainnya.

“Yang belum memberikan kekuatan secara maksimal adalah lini serang. Katanya akan didatangkan striker dan winger. Jadi, kita tunggu saja. Semoga mereka benar-benar datang ke training center sehingga bisa berlatih bersama dan mendapatkan chemistry,” ujar Aditya.

Aditya juga menyoroti pernyataan Shin Tae-yong yang menyebut skuad Persija yang tampil di Piala Presiden baru sekitar 40 persen dari kekuatan sebenarnya.

Jika hal tersebut benar, Aditya optimistis Persija masih memiliki ruang besar untuk berkembang sebelum kompetisi dimulai.

“Shin Tae-yong juga menyebut bahwa tim yang tampil di Piala Presiden kemarin baru sekitar 40 persen. Kalau memang benar seperti itu, saya cukup puas. Tinggal kita tunggu buktinya, apakah Shin Tae-yong benar-benar bisa membuktikan apa yang disampaikannya atau tidak,” ucapnya..

Menurut Aditya, performa Persija idealnya terus mengalami peningkatan sepanjang masa pramusim.

Dengan begitu, tim diharapkan sudah mencapai performa terbaik ketika Super League 2026/2027 resmi dimulai.

“Ketika liga dimulai, kita berharap performanya benar-benar sudah maksimal. Karena namanya pramusim, performa tim seharusnya terus meningkat dari pertandingan pertama sampai menjelang liga. Jadi, ketika liga dimulai, performanya terus menanjak,” ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Sekum Jakmania tersebut.

Sementara untuk lini belakang, Aditya mengaku cukup puas dengan materi pemain yang dimiliki Persija saat ini.

Adapun sektor tengah masih menjadi bahan evaluasi, terutama setelah Persija tidak lagi diperkuat sejumlah pemain.

Jika melihat komposisi yang ada, Aditya menilai Calonego dan Yoshino dapat menjadi pilihan utama.

Sementara itu, Persija juga memiliki sejumlah pemain yang bisa dimainkan di beberapa posisi, termasuk Loncar dan Jordi Amat.

“Kalau dari lini belakang, saya sudah cukup puas. Untuk lini tengah, saya mencoba menyampaikan aspirasi dari teman-teman. Sejak tidak adanya Hanif dan Adit, muncul pertanyaan apakah lini tengah Persija masih cukup kuat,"

"Kalau melihat materi yang ada, Calonego dan Yoshino bisa menjadi gambaran pemain inti. Pertanyaannya kemudian, apakah backup-nya Figo Denis. Tapi kalau kita melihat materi pemain yang cukup versatile, di tengah masih ada Loncar dan Jordi Amat. Kalau memang mereka berdua bisa menjadi backup," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.