MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pertemuan besar para senior (jord qudama) Jamaah Tabligh kawasan timur Indonesia, digelar di Masjid Al Hidayah Markas Dakwah Tabligh di Jl Inspeksi Kanal, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel.
Selama tiga hari, sejak Ahad atau Minggu (16/8/2026), diklaim setidaknya sekitar 10 ribu jamaah ahbab dari 16 provinsi di tiga pulau utama di kawasan timur Indonesia.
Hingga pukul 18.00 Wita, Senin (17/8/2026) petang, seribuan jamaah tabligh terus berdatangan di kawasan urban perbatasan timur Makassar-Gowa.
Di gerbang utama Masjid Al Hidayah, belasan panitia berjaga dan memeriksa identitas jamaah.
Hanya dengan ID card dan pass khusus, yang diberi akses masuk ke kawasan seluas 1,5 Ha.
Tribun coba meminta izin masuk ke zona utama acara.
"Maaf, ini khusus jamaah Qudama dan ahbab. Sebentar lagi acara zikir petang dimulai," ujar petugas gerbang sambil menutup steel sliding door.
Di samping gerbang ada spanduk bertuliskan, "Selamat Datang, Ahlan Wa Sahlan di Area Jord Qudama Kawasan IV Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku dan Papua).
Baca juga: 5.000 Jemaah Padati Masjid Agung Pangkajene, Ulama Yaman dan Arab Saudi Isi Tabligh Akbar di Sidrap
Jord Qudama sudah dijadwalkan setelah acara Ijtima Tabligh Akbar di Kota Baru, Lampung Selatan, Lampung, 28–30 November 2025.
Acara tiga hari itu dihadiri ratusan ribu jamaah qudama dan ahbab.
Acara di Makassar adalah keempat dari enam rangkaian Jord Qudama, sebelum Musyawarah Nasional (Munas) di Temboro, Jawa Timur, 26 Agustus 2026.
Sejak awal Agustus 2026 lalu, acara serupa digelar di Kawasan I (Sumatera Bagian Utara; 7,8,9 Agustus 2026), Kawasan II (
Sumbagsel 10, 11, 12 Agustus 2026), Kawasan III (Kalimantan 13, 14, 15 Agustus 2026 di Balikpapan, Kaltim.
Jord Qudama Kawasan V (Bali, NTB NTT, dan Timur Leste di Lombok; 19, 20, 21 Agustus 2026), dan Jord Qudama Kawasan VI (seluruh Jawa dan Kalbar tanggal 22, 23, hingga 24 Agustus 2026)
Seorang panitia berusia paruh bayah menyebut, setidaknya sore itu ada 5 ribu jamaah senior (qudama) ikut bergabung.
"Ini hari kedua, insyallah kurang dari 10 ribu, sampai besok," ujar Abdullah (51), jamaah asal Ternate, Maluku Utara kepada Tribun-Timur.com, di Warung Malino, sekitar 100 m dari Masjid Al Hidayah, Pusat Dakwah Jamaah Tabligh Sulsel di Makassar.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, ratusan kendaraan roda empat dan seribuan roda dua parkir dalam radius 1 km, dari lokasi acara.
Sekitar 20-an aparat polisi dari Polsek Manggala dan Polrestabes Makassar, siaga dan mengurai arus lalulintas mulai di Jl Tun Abdul Razak, dan sepanjang jalan inspeksi kanal Tamangapa.
Kendaraan dengan kode registrasi, DT (Sultra), DN (Sulteng), DC (Sulbar), DM (Gorontalo), DB (Sulawesi Utara), DP (Sulsel bagian utara), DW (Sulsel bagian timur laut/ tenggara) dan DD (Sulsel bagian selatan), terparkir di bahu jalan.
Puluhan kendaraan juga parkir di depan ruas bahu jalan Ponpes Tahfidz Imam Ashim, yang berjarak sekitar 200 m barat lokasi acara.
Jord adalah bahasa Urdu Parsia berarti pertemuan.
Sedangkan Qudama bahasa Arab-Parsia berarti senior atau orang terdahulu.
Dua frasa ini di Jamaah Tabligh bermakna pertemua berkala pertemuan para senior (qudama).
Jamaah Tabligh adalah organisasi kemasyarakatan keagamaan yang dirintis di India, 100 tahun silam (1926).
Ormas dakwah ini masuk ke Indonesia, sekitar tujuh tahun setelah Proklmasi Kemerdekaan RI, di Medan, Sumatera Utara, 1952.
Markaz pusat di Indonesia, berada di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Satu dekade terakhir, aktivitas dakwah Indonesia juga di Pondok Pesantren Al-Fatah, Desa Temboro, Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ini diklaim adalah markaz dakwah Tabligh terbesar di Asia Tenggara.
Tanggal 8 hingga 10 September 2024 lalu, Manggala juga jadi tuan rumah Jord Qudama.
Saat itu, acara yang menghadirkan ulama dari Mekah, India, dan Pakistan, serta dihadiri peserta dari Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Kalimantan.
Jord Qudama adalah acara zikir, dakwah dan konsolidasi region tabligh untuk strategi dakwah,
evaluasi halaqah, serta penetapan target kehadiran dan pengeluaran jamaah (khuruj) per wilayah .
Di puncak pandemi Covid-19, pada 18-20 Maret 2020, Tabligh menggelar Ijtima Dunia Zona Asia, di Pakatto, Gowa, karena alasan keaamanan dan social distance, acara yang dihadiri sekitar 411 warga negara asing dan 8.283 WNI itu tak digelar sesuai jadwal resmi, tiga hari, karena belasan peserta terpapar virus Corona.(*)