TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepolisian mengamankan sekitar 32 siswa terduga pelaku tawuran di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (17/08/2026).
Mereka diamankan di sejumlah lokasi di ibu kota Provinsi Sultra dalam patroli dan razia besar-besaran oleh kepolisian.
Siswa yang diamankan kemudian digelandang ke Markas Kepolisian Resort Kota atau Polresta Kendari, Jl DI Panjaitan, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua.
Kantor ini berjarak 6-7 kilometer (km) atau 10-15 menit berkendara dari dan ke pusat kota di kawasan eks MTQ Kendari.
Beberapa jam usai diamankan dan menjalani pemeriksaan, para siswa pun dibariskan berjejer di Lapangan Upacara Polresta, petang harinya.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, berdiri di hadapan mereka.
Siswa yang sebagian di antaranya masih mengenakan seragam putih abu-abu pun menerima 'hukuman' atau sanksi disiplin.
Awalnya, mereka diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Baca juga: Puluhan Pelajar SMA di Kendari Nongkrong di Warkop Diamankan Polisi Demi Cegah Aksi Tawuran
Sembari memberikan hormat kepada bendera merah putih yang berkibar di tiang lapangan.
Selanjutnya, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2013 ini menginstruksikan para siswa duduk lalu berbaring telentang.
Siswa pun melakukan sit up berulang kali mengikuti hitungan dari Kompol Welliwanto.
Sit up adalah jenis latihan kebugaran jasmani yang dilakukan dengan cara berbaring telentang.
Menekuk lutut, lalu mengangkat tubuh bagian atas ke arah lutut.
Kompol Welliwanto dalam arahannya mengimbau siswa tidak lagi mengulangi perbuatannya.
“Insiden ini yang terjadi pada tadi siang (17/8) terdapat dua korban jiwa langsung dilarikan ke rumah sakit, lalu dalam razia kami telah mengamankan siswa pembawa batu, hingga senjata tajam golok sisir,” sambung mantan Kasat Reskrim Polresta Bengkulu.
Lanjut, pihak Polresta Kendari telah mengantongi identitas pelaku pembusuran terhadap dua pelajar.
“Tawuran tadi siang terjadi di empat lokasi dan menimbulkan dua korban jiwa, satu mata buser melekat di belakang kepala belakang sekitar telinga, dan satu lagi di pinggang,” jelasnya.
Sebelumnya, aparat kepolisian menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat nongkrong siswa dan remaja di Kota Kendari.
Patroli dan razia dilakukan tak lama berselang usai konvoi bersenjata tajam berujung bentrok.
Dalam peristiwa tersebut, 2 korban dilaporkan terluka setelah terkena anak panah (busur) hingga dilarikan ke rumah sakit (RS) guna mendapat perawatan medis.
Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian mengamankan sejumlah remaja yang diduga terlibat aksi konvoi dan penyerangan itu.
“Sejauh ini, ada delapan orang sudah diamankan, dua golok sisir, dan bongkahan batu dalam tas,” kata Kompol Welliwanto.
Kedelapan remaja beserta barang bukti sajam kemudian diamankan di Mapolresta Kendari.
Sebelumnya, petugas juga mengamankan 4 siswa salah satu sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN).
Mereka diduga hendak melakukan penyerangan balasan ke salah satu sekolah menengah atas negeri (SMAN) yang dikabarkan sempat mendatangi sekolah mereka.
Namun, aksi mereka dicegat Tim Patroli Polresta Kendari dan saat digeledah petugas menemukan batu di dalam tas hingga bagasi sepeda motornya.
“Kami mendapat laporan pergerakan kelompok siswa, sehingga tim patroli digerakkan untuk meminimalisir potensi konflik,” jelas Kompol Welliwanto.
Kepolisian pun tak berhenti, kembali melakukan patroli dan razia di sejumlah tempat yang diduga menjadi lokasi nongkrong para remaja.
Hasilnya, polisi mengamankan puluhan siswa yang tengah berkumpul di salah satu kedai kopi, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
“Pelajar-pelajar ini kita amankan karena setelah dilakukan pemeriksaan mereka diduga terlibat dalam aksi tawuran dan penyerangan,” jelas mantan Kapolsek Mandonga ini.
Kelompok siswa tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan insiden tawuran yang menyebabkan 2 pelajar terluka.
Guna mengantisipasi bentrok susulan, puluhan pelajar beserta kendaraan roda dua milik mereka diangkut ke Markas Polresta Kendari.
Seluruh remaja yang terjaring itupun menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui peran dan keterlibatan masing-masing individu.(*)
(TribunnewsSultra.com/ La Ode Ahlun Wahid)