Sosok 3 Siswa Smansa Jadi Pembentang, Pengerek, dan Danpok 8 Upacara Penurunan Bendera di Kendari
Desi Triana Aswan August 17, 2026 11:49 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sosok tiga siswa Smansa atau SMA Negeri 1 Kendari jadi pembentang, pengerek, dan komandan kelompok (danpok) 8 saat upacara penurunan bendera di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra)

Upacara tersebut dilaksanakan di Lapangan Kantor Balai Kota, Jalan Abdullah Silondae, Kecamatan Mandonga, Senin (17/8/2026) petang.

Ketiga anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) itu antara lain Martin Christiafer Joel Sinaga, Muh Farhan Ramadhan Ilham, dan Jahfal Nuha Kautsar.

Saat upacara penurunan bendera, Martin bertugas sebagai pembentang bendera sama seperti pagi hari tadi.

Sementara Farhan, ditunjuk sebagai pengerek saat sore dan sebagai penjuru 17 saat upacara peringatan HUT ke-81 RI di pagi hari.

Adapun Jahfal, mengemban amanat sebagai Danpok 8 saat sore dan saat pagi bertugas sebagai Danpok 17.

Di balik suksesnya pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Kendari, terdapat latihan panjang yang dijalani 43 anggota Paskibraka.

Martin mengatakan, proses latihan telah dimulai sejak para anggota dinyatakan lulus seleksi.

Baca juga: Profil Elvira Khaerunnisa Al Fattah Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Kendari

Mereka kemudian memasuki masa pemusatan pendidikan dan pelatihan pada 4 Agustus 2026.

"Kami menjalani pra pemusatan pendidikan dan pelatihan sejak setelah lulus seleksi, kemudian tanggal 4 Agustus mulai masuk ke pemusatan pendidikan dan pelatihan," kata Martin.

Selama menjalani latihan, para anggota Paskibraka juga dibekali kemampuan untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi saat bertugas.

Hal itu dirasakan Martin ketika bertugas dalam prosesi pengibaran bendera.

Saat itu, bendera sempat mengarah ke pengerek karena diterpa angin yang cukup kencang.

Namun, kondisi tersebut dapat segera diantisipasi berkat latihan yang telah mereka jalani.

"Di situ kami sudah dilatih bagaimana kami harus berpikir cepat dan tepat agar dapat melipat bendera dan mengembalikannya dengan baik," jelasnya.

Sementara itu, Farhan dan Jahfal juga mengungkapkan perasaan mereka saat pertama kali dipercaya menjadi pengerek bendera dan komandan kelompok (danpok).

Keduanya mengaku senang sekaligus bangga mendapat kepercayaan tersebut, tetapi rasa gugup sempat muncul ketika pertama kali menjalankan tugas.

Seiring berjalannya waktu dan semakin intens mengikuti latihan, rasa gugup tersebut perlahan hhilang

Keduanya pun semakin percaya diri hingga akhirnya mampu menyelesaikan amanah sebagai Paskibraka dengan baik.

Terakhir, ketiga siswa itu menyampaikan cita-citanya setelah lulus sekolah menengah atas nanti.

Martin dan Jahfal berkeinginan melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian atau Akpol, sedangkan Farhan ingin masuk ke IPDN. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.