Penyebab Rumah Susanah Dipasang Garis Polisi Usai Disorot Se-Indonesia Gegara Ucapan Prabowo
Rita Lismini August 18, 2026 02:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Heboh rumah Susanah dipasang garis polisi usai viral disebut Prabowo pengupas bawang gaji Rp700 ribu per kilogram.

Potongan garis polisi tersebut tidak membentang di depan rumah Susanah. 

Melainkan terikat pada atap di teras rumah Susanah di Kampung Ciuncal RT 01, RW 04, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sementara itu, gulungan garis polisi serupa juga terlihat di bangunan tempat warga berkumpul yang menyerupai pos kamling di ujung gang menuju rumah Susanah.

Garis polisi di rumah Susanah, menurut Iis, dipasang beberapa hari sebelum Senin (17/8/2026), saat Susanah dan Didim masih berada di Jakarta.

Menurut Iis istri Ketua RT setempat pemasangan itu dibicarakan Ketua RW, kepala desa, dan kepala dusun setempat karena banyaknya awak media yang mendatangi rumah Susanah. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi psikologis anak-anak Susanah.

"Takutnya, khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral," kata Iis.

Iis menambahkan, wartawan yang hendak meliput Susanah diminta berkoordinasi dengan perangkat lingkungan setempat.

Ia juga menyebut pihak pemerintah, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos), pernah mengambil gambar kondisi keluarga Susanah tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat setempat.

Menurut Iis, pemasangan garis polisi tersebut berkaitan dengan upaya mengurangi keramaian di sekitar rumah Susanah dan mempertimbangkan kondisi psikologis anak-anaknya setelah kedua orang tuanya menjadi sorotan publik.

Sebelumnya, Susanah menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut namanya dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Saat membahas perlindungan sosial, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai warga Kabupaten Bogor.

"Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor.

Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp 700.000 per kilogram.

Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," ujar Prabowo.

Susanah hadir mengenakan pakaian adat dan berdiri sembari mengatupkan kedua tangan di balkon Gedung Nusantara saat namanya disebut.

Bersamaan dengan itu, layar LED menampilkan video Susanah yang menceritakan hasil pekerjaannya digunakan untuk membeli beras, minyak, dan sabun untuk kebutuhan rumah tangga.

Pernyataan Prabowo mengenai upah Rp700 ribu per kilogram kemudian menjadi sorotan publik dan ramai dibicarakan di media sosial.

Besaran upah tersebut belum terverifikasi secara independen, sementara keterangan warga setempat mengenai pekerjaan Susanah adalah berbeda.

Klarifikasi Susanah

Melalui video yang dirilis di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Sabtu (15/8/2026), Susanah memperlihatkan kesehariannya sebagai ibu rumah tangga yang juga bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Setiap pagi, Susanah terlebih dahulu mengurus anak-anaknya yang hendak berangkat sekolah serta suaminya yang hendak bekerja.

Setelah itu, sekitar pukul 07.00 WIB, ia mulai menjahit kain perca dari rumah hingga siang hari.

Di depan mesin jahit, Susanah mengerjakan kain perca yang menjadi salah satu sumber penghasilannya.

Namun, upah yang disebut Susanah dalam video tersebut berbeda dengan nominal yang sebelumnya disampaikan Prabowo.

Susanah mengatakan, dirinya mendapat bayaran Rp700 per kilogram kain yang dijahit.

Dalam sehari, ia rata-rata mampu menjahit sekitar 20 kilogram kain.

Dengan jumlah tersebut, penghasilan Susanah dari pekerjaan menjahit sekitar Rp14 ribu per hari.

"Alhamdulillah banget ya, meskipun sehari 20 kilo ngejahit. 20 kali 700 kan cuma berapa ya? Rp14 ribu. Alhamdulillah aja buat hitung-hitung uang taro, uang simpenan. Nanti kalau nggak ada uang jajan tinggal minta," kata Susanah dalam video Bakom RI.

Uang Jahitan Disimpan

Bagi Susanah, penghasilan dari menjahit kain perca tetap berarti meski jumlahnya tidak besar.

Uang tersebut biasanya ia sisihkan sebagai simpanan dan digunakan ketika membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari.

Susanah juga mengatakan dapat meminta uang kepada pemilik usaha tempatnya bekerja apabila sedang membutuhkan tambahan.

"Pas saya lagi butuh uang, saya bilang, 'Oh, ya udah, Bu, berapa?' Minta dikasih sama bosnya," ujarnya.

Jumlah kain yang dikerjakan Susanah juga dapat bertambah pada waktu tertentu.

Dalam kondisi biasa, ia mengatakan dapat mengerjakan sekitar 20 ikat kain dalam sehari.

Ketika hari libur, jumlah pekerjaan yang tersedia bisa lebih banyak.

"Kalau pada libur, sehari bisa 50 ikat pada ngerjainnya," kata Susanah.

Selain menjahit kain perca, Susanah juga bekerja di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pukul 13.00 WIB, Susanah beralih sebagai pencuci ompreng.

Susanah memiliki suami bernama Didim.

Sang suami bekerja sebagai buruh bangunan.

Keduanya berusaha mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anaknya.

Tetap Menjalani Aktivitas

Mengurus keluarga, menjahit kain perca dari rumah, dan bekerja di dapur MBG menjadi bagian dari kesehariannya.

Berdasarkan penjelasan Susanah dalam video Bakom RI, pekerjaan menjahit kain perca dilakukannya dengan bayaran Rp700 per kilogram.

Dengan rata-rata 20 kilogram kain yang dijahit setiap hari, ia memperoleh sekitar Rp14 ribu dari pekerjaan tersebut.

Penghasilan tersebut tetap ia syukuri dan sisihkan untuk digunakan ketika membutuhkan.

Respons Mensesneg

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi soal pengupas bawang yang disebut mendapat upah Rp700 ribu per kilogram dan dihadirkan Presiden Prabowo Subianto saat pidato tahunan di MPR, DPR, dan DPD, Jumat (14/8/2026).

Prasetyo menyebut pihaknya akan mengecek kembali secara detail mengenai informasi terkait upah pengupas bawang yang dimaksud.

"Nanti kita cek ya," kata Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah, kata Prasetyo, akan menelusuri lebih rinci mengenai angka nominal upah yang disebutkan tersebut.

"Kalau detailnya kita cek," ucapnya.

Sebelumnya, Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian asal Bogor, Jawa Barat bernama Susanah yang dihadirkan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.