Gebyar Berani Berkibar di Lindu Sigi, Fathur Razaq Ajak Warga Jaga Adat, Budaya dan Alam
Fadhila Amalia August 18, 2026 03:24 PM

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berlangsung meriah melalui kegiatan “Gebyar Berani Berkibar”.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga adat, budaya, dan lingkungan di wilayah Lindu.

Dalam kegiatan tersebut, Fathur Razaq mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan membangun semangat bersama dalam menjaga masa depan daerah.

Baca juga: Rusman Ramli Reses Bersama Warga Talise Di Kantor Kelurahan, Terima Aspirasi Soal Masalah Sampah

Menurut Fathur, Lindu memiliki kekayaan yang tidak hanya berasal dari panorama alam, tetapi juga adat istiadat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ia menilai seluruh kekayaan tersebut perlu dijaga bersama agar tetap menjadi identitas masyarakat Lindu dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kita tidak sekadar berkumpul untuk memperingati kemerdekaan. Kita berkumpul untuk mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita ingin melangkah,” ujar Fathur.

Semarak Gebyar Berani Berkibar diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan, permainan, hingga pertunjukan seni.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul dan membangun interaksi antarsesama.

Fathur mengatakan nilai utama dalam kegiatan tersebut bukan sekadar mencari pemenang dalam perlombaan. Lebih dari itu, kebersamaan yang tercipta menjadi hal penting dalam memperkuat hubungan masyarakat.

“Yang paling penting bukan siapa yang menang. Yang paling penting adalah kita datang sebagai masyarakat, dan pulang sebagai keluarga,” katanya.

Pesan untuk Generasi Muda

Fathur juga memberikan pesan kepada generasi muda Lindu agar berani memiliki cita-cita dan membuka diri terhadap berbagai kesempatan.

Ia mendorong anak-anak muda untuk tidak takut menempuh pendidikan maupun mencari pengalaman di luar daerah.

Namun, menurutnya, keberanian untuk melangkah jauh harus tetap diiringi dengan kesadaran terhadap asal-usul dan identitas budaya.

“Boleh pergi jauh. Boleh menjadi apa pun yang kalian impikan. Tapi jangan pernah kehilangan akar. Karena orang yang tahu dari mana ia berasal, akan tahu ke mana ia harus melangkah,” tuturnya.

Selain penguatan generasi muda, perhatian juga diarahkan pada kelestarian lingkungan Lindu.

Baca juga: Gandeng BPBD Banggai, JOB Tomori Sosialisasi Rencana Tanggap Darurat Kebencanaan di Masing

Fathur mengajak masyarakat menjaga kawasan danau dan hutan serta mempertahankan adat dan tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Ia menilai kelestarian alam dan budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.

“Jaga danaunya. Jaga hutannya. Jaga adatnya. Jaga budayanya. Dan yang paling penting, jaga rasa persaudaraan di antara kita,” tegas Fathur.

Melalui Gebyar Berani Berkibar, semangat kemerdekaan di Lindu diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perayaan, tetapi dapat diteruskan melalui kepedulian terhadap lingkungan, pelestarian budaya, serta penguatan persaudaraan masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.