4 Hal Krusial yang Wajib Dicek Sebelum Liburan ke Pantai Gunungkidul
Joko Widiyarso August 18, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pantai di Gunungkidul selalu menjadi primadona bagi pelancong yang berkunjung ke Yogyakarta. Hamparan pasir putih dan tebing tingginya menjadi daya tarik utama untuk menepi sejenak dari hiruk pikuk kota.

Namun, sebelum berangkat, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar liburan tetap aman dan nyaman. Mengingat kondisi alam yang bisa berubah sewaktu-waktu, perhatikan empat hal krusial berikut ini:

1. Pantau Prakiraan Cuaca dan Tinggi Gelombang

Petugas saat hendak menolong korban yang sudah terseret arus ke tengah, Minggu (5/5/2024).
Petugas saat hendak menolong korban yang sudah terseret arus ke tengah, Minggu (5/5/2024). (Tangkapan layar)

Hal yang wajib dicek pertama kali saat  ingin berlibur ke Pantai Gunungkidul adalah prakiraan cuaca atau gelombang tinggi di daerah Gunungkidul. 

Situasi ini sangat menentukan saat bepergian ke pantai dengan tujuan bermain air atau pasir. Gelombang yang tinggi atau hujan deras dapat merusak rencana liburan yang sudah disusun. 

2. Pastikan Tidak Ada Peringatan Rip Current atau Ubur-Ubur Impes

TERDAMPAR - Penampakan ubur-ubur yang terdampar di kawasan Pantai Gunungkidul, Minggu (13/7/2025)
TERDAMPAR - Penampakan ubur-ubur yang terdampar di kawasan Pantai Gunungkidul, Minggu (13/7/2025) (Dok.Istimewa)

Dua ancaman tidak kasat mata ini sering memakan korban wisatawan di Gunungkidul atau banyak pantai berombak lainnya.

Menurut Laman National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dari Amerika Serikat yang memantau cuaca dan kondisi lautan menyebut rip current atau arus pecah ombak adalah ombak yang pecah di dekat garis pantai lalu bergerak menuju ke laut.

NOAA juga menuliskan terkadang gelombang setinggi dua kaki saja dapat menghasilkan arus rip yang berbahaya.

Selain rip current, ada juga bahaya ubur-ubur berwarna biru di pantai yang bisa mengakibatkan gatal dengan rasa terbakar, nyeri tubuh, bahkan sesak napas.

Wisatawan bisa mengecek peringatan rip current dan ubur-ubur di akun Satuan Perlindungan Masyarakat (SATLIMNAS) Rescue di Instagram @satlinmasrescue_yk atau media lokal Yogyakarta. 

3. Antisipasi Blank Spot Sinyal dan Wajib Bawa Uang Tunai

Ilustrasi QRIS
Ilustrasi QRIS (Istimewa)

Pantai Gunungkidul yang diapit oleh tebing dan perairan membuat wilayahnya susah diakses sinyal. Mayoritas wilayah pantainya tidak ada sinyal sehingga harus menyiapkan peta offline agar tidak tersesat. 

Selain itu, kamu harus membawa uang tunai karena belum banyak warung atau wisata yang melayani QRIS atau transfer. 

4. Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Rawan Macet

Ilustrasi : Kendaraan bermotor memenuhi ruas Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Jumat (26/1/2018). Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang tidak sejurus dengan pelebaran jalan di Yogyakarta menyebabkan sering terjadi kemacetan lalu lintas.
Ilustrasi : Kendaraan bermotor memenuhi ruas Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Jumat (26/1/2018). Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang tidak sejurus dengan pelebaran jalan di Yogyakarta menyebabkan sering terjadi kemacetan lalu lintas. (Tribun Jogja/ Bramasto Adhy)

Perjalanan menuju area Pantai Gunungkidul kerap diwarnai kemacetan seperti di Pertigaan Baron. Cek wilayah-wilayah macet secara berkala agar terhindar macet di jalanan. Berangkat lebih pagi juga bisa dilakukan untuk menghindari kemacetan. 

Pastikan keadaan kendaraan dalam keadaan baik sebab jalanan menuju area pantai berkelok-kelok dan beberapa wilayah jalannya belum teraspal. Pastikan mengecek terlebih dahulu medan menuju pantai yang ingin dituju. (MG Fuza Nihayatul Chusna)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.