TRIBUNBAYUMAS.COM, TEGAL- Muhammad Navi Malik menyedot perhatian atas kemampuannya ceramah menggunakan bahasa Arab di usianya yang masih sangat belia.
Ia juga tampil sangat percaya diri tanpa terlihat gugup ataupun melakukan kesalahan saat berada di hadapan audiens yang satu di antaranya merupakan Syeikh Ahmad Musthafa Subkhi, Mudir Madrasah Quraniyah Masjid Shaleh Jafar Cairo Mesir.
Navi Malik menampilkan kemampuan bahasa Arabnya saat mengisi acara peresmian Elevate Building sekaligus rebranding SD Budi Mulia Muhammadiyah (Bumimu) Adiwerna jadi Bumimu Global School, pada Selasa (18/8/2026).
Kebetulan Navi Malik juga siswa kelas 6 SD di Bumimu Global School.
Adapun pada momen tersebut Navi Malik menyampaikan ceramah membahas tentang Birrul Walidain yaitu bagian dalam etika Islam yang menunjukan kepada tindakan berbakti atau berbuat baik kepada kedua orang tua.
"Saya mulai tertarik belajar bahasa arab sejak kelas 5 dan sampai sekarang bisa menyampaikan ceramah. Saya baru satu kali mengikuti lomba ceramah pakai bahasa Arab di tingkat Kabupaten Tegal dan dapat juara 3. Pelaksanaan lomba sekira awal Agustus 2026 ini," cerita Navi Malik, pada Tribunjateng.com.
Masih berusia 11 tahun, Navi Malik memiliki cita-cita ingin menjadi seorang Hafidz atau penghafal Al-Qur'an.
Sampai saat ini, Navi terus berproses menggapai cita-citanya dan baru menghafal 5 sampai 6 juz dari total 30 juz.
"Saya ingin menjadi Hafidz Qur'an dan sampai saat ini baru hafal 5 sampai 6 juz," ujar Navi.
Kesibukan di sekolah mulai dari pukul 07.00 WIB sampai 15.30 WIB selain belajar akademik juga melanjutkan hafalan juz.
Selama belajar bahasa Arab, Navi mengaku mengalami kesulitan terutama menghafalkan pelafalan dan keseluruhan yang lain.
"Paling sulit saat menghafalkan dan belajar dari dasar sampai lancar komunikasi dan menyampaikan sebuah materi," jelasnya.
Baca juga: Tega, Bayi dalam Kardus Ditelantarkan di Bengkel Mobil Pati
Sementara itu, Kepala SD Budi Mulia Muhammadiyah Adiwerna Asih Hidayatun, menyampaikan dukungan dan bangga karena anak didiknya fasih berbahasa Arab bahkan berani tampil di depan publik.
Asih juga menyampaikan harapan khusus agar anak didiknya selalu mengingat dimanapun berada bahwa mereka anak-anak muslim yang memiliki Al-Quran, Allah SWT dan menerima didikan dari orang tua dengan sopan santun serta akhlak yang baik.
"Semangat kami berwawasan internasional tapi dimanapun berada tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman. Itulah yang ingin kami tanamkan kepada anak didik di sekolah," imbuh Asih. (dta)