BANGKAPOS.COM - Inilah sosok eks Member JKT48, Cindy Gulla yang geram usai foto dirinya digunakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tanpa izin.
Cindy Gulla naik pitam serta menyampaikan kekecewaannya setelah mengetahui fotonya digunakan dalam materi promosi sebuah event lari yang berkaitan dengan instansi pemerintahan tersebut.
Persoalan itu mencuat setelah Cindy menerima pesan langsung atau direct message (DM) dari akun resmi Kemenpora.
Dalam pesan tersebut, pihak Kemenpora meminta izin untuk memakai foto Cindy sebagai bagian dari publikasi edukasi mengenai olahraga lari.
"Halo Kak Cindy, izin menghubungi. Kami dari Kemenpora ingin memohon izin untuk menggunakan foto Kak Cindy untuk kebutuhan publikasi edukasi gengenai olahraga lari di kanal media sosial @kemenpora dan @merdekarun_indonesia. Penggunaan foto ini murni untuk kepentingan edukasi dan informasi publik, tidak untuk tujuan komersial," tulis akun Kemenpora.
Baca juga: Daftar Pemain Diaspora dan Naturalisasi yang Masuk Radar Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Pihak Kemenpora juga menyampaikan bahwa penggunaan foto tersebut baru akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari Cindy.
"Jika berkenan, kami sangat menghargai izin dari Kak Cindy untuk penggunaan foto tersebut. Terima kasih banyak atas waktu dan pengertiannya," lanjutnya.
Namun, Cindy belum sempat memberikan jawaban atas permintaan tersebut.
Ia bahkan baru mengetahui adanya pesan itu ketika foto yang dimaksud ternyata sudah muncul di akun Instagram Kemenpora.
Perubahan situasi yang terjadi dalam waktu singkat tersebut membuat Cindy mempertanyakan alasan foto miliknya sudah dipublikasikan sebelum dirinya memberikan persetujuan.
"Belum jg dibales, uda dipake aja fotonya. Aku gak ikut race ini ya gais. Beda 4 menit, langsung tayang? Ga pernah di interview kemenpora pdhl," tutur Cindy Gulla.
Menurut Cindy, persoalannya bukan sekadar mengenai penggunaan sebuah foto.
Ia juga menyoroti adanya perbedaan antara informasi yang disampaikan melalui DM dengan penggunaan foto pada unggahan yang kemudian dilihatnya.
Awalnya, Cindy memahami bahwa fotonya hendak digunakan untuk materi edukasi olahraga lari. Namun setelah melihat unggahan tersebut, ia menilai foto tersebut justru berkaitan dengan promosi event lari.
Kondisi tersebut membuat Cindy semakin kecewa. Padahal, ia mengaku memiliki perhatian terhadap Indonesia dan berusaha menunjukkan identitas Tanah Air ketika mengikuti perlombaan di luar negeri.
"Aku cinta banget sama Indonesia. Bahkan tiap race di luar negri, selalu berusaha untuk menunjukan sisi Indonesia dengan pakai baju Batik / pun kebaya," tulis Cindy.
Cindy kemudian menegaskan bahwa keberatannya bukan berarti dirinya tidak mendukung kegiatan olahraga. Ia justru memiliki kecintaan terhadap aktivitas lari dan kerap membagikan kegiatannya melalui media sosial.
Yang dipermasalahkan adalah penggunaan fotonya tanpa persetujuan, terlebih setelah sebelumnya disebutkan bahwa foto tersebut akan dipakai untuk kebutuhan edukasi.
"Tapi kalau foto aku dipake tanpa izin dan bilangnya utk edukasi ternyata malah promosi event lari bahkan oleh kemenpora… jujur kecewa. Aku pun tidak tau menau tentang race ini. Diundang pun engga," katanya.
Kasus tersebut kemudian menjadi sorotan karena menyangkut penggunaan foto seseorang dalam materi publikasi sebuah lembaga pemerintah. Cindy juga mengaku tidak mengetahui event lari yang dipromosikan tersebut dan merasa tidak pernah mendapatkan undangan untuk ikut serta.
Sementara itu, foto Cindy disebut sudah tidak lagi terlihat dalam salah satu unggahan di akun Instagram @merdekarun_indonesia. Meski demikian, sejumlah komentar warganet masih menyinggung persoalan penggunaan foto tersebut.
"Wkwkwkwk postingan tentang 'SATU RACE, BANYAK TIPE LARI' kok dihapus sih min? lagian belum dapet izin udah main di post aja min diamuk netizen kan jadinya," tulis @dhik***.
"Mending belajar lagi etikanya min, pake foto orang belum dapet izin udah dipake buat iklan komersial, kurang kurangin yak," ujar @agung***.
Cindy Christina Gulla merupakan perempuan kelahiran Jakarta, 29 Mei 1997. Ia adalah putri Nenny Christina dan diketahui menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan.
Selain menyelesaikan pendidikan di bidang komunikasi, Cindy juga diketahui memiliki gelar Magister Hukum. Setelah tidak lagi menjadi bagian dari JKT48, ia melanjutkan kiprahnya di dunia hiburan sebagai penyanyi, aktris, presenter, dan influencer.
Sebelum bergabung dengan JKT48, Cindy pernah mengikuti sebuah ajang yang diselenggarakan majalah wanita pada 2010.
Setahun kemudian, ia mengikuti audisi generasi pertama JKT48. Cindy berhasil lolos dan kemudian berstatus sebagai anggota Siswi Pelatihan.
Cindy memiliki salam perkenalan yang cukup dikenal ketika masih menjadi bagian dari JKT48, yakni "Seperti gula, menceriakan harimu, namaku Cindy Gulla!".
Ia kemudian masuk dalam jajaran Senbatsu untuk lagu "Heavy Rootation", yang menjadi bagian dari album perdana JKT48.
Pada perayaan ulang tahun pertama JKT48, tepatnya 23 Desember 2012, Cindy menjadi bagian dari Tim J.
Namun, perjalanan Cindy bersama JKT48 tidak berlangsung lama. Pada 7 Februari 2014, dalam pertunjukan kedua Tim J bertajuk "Dareka no Tame ni (Demi Seseorang)", ia memutuskan untuk meninggalkan grup.
Setelah keluar dari JKT48, Cindy mulai memperluas kariernya sebagai aktris. Ia membintangi sinetron "Ayah, Mengapa Aku Berbeda? The Series" dan kemudian tampil dalam "Bintang di Langit" pada tahun yang sama.
Pada 2015, Cindy juga mencoba peran sebagai presenter melalui acara anak-anak "Koki Ciko dan Gulalie". Di tahun yang sama, ia tetap menjalani aktivitas akting lewat sinetron "Penyihir Cantik".
Tidak hanya di bidang akting dan presenting, Cindy juga melanjutkan aktivitasnya sebagai penyanyi. Ia pernah merilis singel solo "Hey!" pada 2018, kemudian "Cinta Sendiri" pada 2022.
Kini, Cindy masih aktif di dunia hiburan dan diketahui tampil dalam acara Kuis Arisan Trans7. Di luar aktivitas tersebut, ia juga memiliki kegemaran terhadap olahraga lari, termasuk mengikuti race dan membagikan pengalaman berlarinya melalui media sosial.
Kasus penggunaan fotonya oleh Kemenpora pun membuat sosok Cindy Gulla kembali menjadi perhatian. Di tengah aktivitasnya sebagai pelari sekaligus figur publik, Cindy menekankan pentingnya komunikasi dan persetujuan sebelum foto seseorang digunakan untuk kepentingan publikasi.
(Tribunnewsmaker.com/Grid.id/Bangkapos.com)