Pekerja Pengecatan Gapura Selamat Datang di Toboali Kritis Tersengat Listrik PLN
Hendra August 18, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Seorang pekerja pengecatan gapura bernama Doni (16) warga Desa Rias mengalami kecelakaan kerja setelah diduga tersengat aliran listrik di Jalan Raya Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (18/8/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi masih berada di gapura dan tubuhnya menempel pada kabel sebelum akhirnya dievakuasi. Saat kejadian, korban bersama sejumlah pekerja lainnya sedang melakukan pengecatan gapura yang baru dikerjakan selama dua hari.

Korban terlihat dalam posisi telentang dengan bagian pinggang berada di atas kabel. Tubuhnya masih menunjukkan gerakan kejang, sementara bagian celana yang dikenakannya tampak hangus akibat sengatan listrik.

Kondisi tersebut membuat warga di sekitar lokasi bergegas memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi terhadap korban.

Warna hitam bekas hangus tampak membekas di bagian atas gapura. Sejumlah anggota polisi langsung memasang garis polisi di sekitar area kejadian untuk mengamankan lokasi.

Penyidik kemudian mengumpulkan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut sebagai barang bukti. Barang bukti yang dibawa antara lain sepasang sandal, dua kaleng cat berwarna merah, serta bagian celana korban yang hangus.

Saksi mata, Supriyadi, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti kronologi awal kejadian karena saat itu menghadap ke arah lain. Ia menyebut terdapat rekannya yang berada di bagian bawah dan mengetahui lebih dulu saat korban tersangkut di atas tiang. Korban kemudian diketahui sudah menempel dengan kabel ketika ditemukan. 

“Yang tahu pertama kali Pakde yang di bawah,” kata dia kepada Bangkapos.com.

Menurut Supriyadi, pekerjaan pengecatan gapura tersebut dilakukan oleh tiga orang pekerja. Satu pekerja berada di bawah, sedangkan dua lainnya berada di atas untuk melakukan pengecatan. Korban merupakan salah satu pekerja yang berada di bagian atas, sementara Supriyadi berada di tiang bagian ujung lainnya. 

Diketahui korban baru hari ini ikut bekerja sebagai pengecat gapura. Saat pertama kali mengetahui kejadian, korban masih berada di atas dan tubuhnya menempel pada kabel. Kondisi tersebut membuat pekerja lain berusaha memberikan pertolongan, meski upaya itu tidak mudah dilakukan karena posisi korban berada di ketinggian dan berdekatan dengan jaringan listrik. Supriyadi menyebut korban ketika itu masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. 

“Kalau posisi masih ada napas,” jelas Supriyadi.

Supriyadi menceritakan korban sempat masih berpegangan di bagian atas setelah mengalami sengatan listrik.

Ia berupaya membantu korban dengan meminta agar pegangan dilepaskan karena bermaksud menangkapnya saat terjatuh, namun tenaga yang dimilikinya tidak cukup untuk menahan tubuh korban. Korban akhirnya jatuh dari posisi tersebut setelah pegangan terlepas. 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar yang terlihat mulai dari bagian pinggang hingga kaki. Saat dievakuasi, proses pertolongan juga dibantu oleh warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Supriyadi mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa banyak orang yang terlibat dalam proses evakuasi karena dirinya tidak memperhatikan seluruh proses tersebut. 

“Kalau luka dari pinggang sampai ke kaki bawah, luka bakar,” ucapnya.

Supriyadi mengungkapkan para pekerja sebenarnya telah mendapat arahan awal terkait keberadaan kabel bertegangan tinggi di sekitar lokasi pekerjaan.

Namun, ia tidak mengetahui secara pasti jarak aman yang seharusnya diterapkan terhadap jaringan tersebut. Menurut dia, keberadaan jaringan listrik perlu menjadi perhatian serius karena memiliki tegangan listrik yang besar. 

“Kalau itu ada arahan awal, awas itu kan ada kabel SUTET,” pungkas Supriyadi.

Saat ini korban tengah dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.