Sempat Tidak Sehat, Kualitas Udara di Bengkalis Berada di Kondisi Sedang Setelah Dikroscek
Muhammad Ridho August 18, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kabut asap belum terlihat di wialayah kota Bengkalis, meskipun kualitas udara sempat terpantau pagi tadi, Selasa (18/8) melalui stasiun pemantauan kualitas udara DLH Bengkalis dalam kondisi tidak sehat.

Sejak pagi kondisi cuaca Bengkalis cukup cerah dan tak terlihat kabut tipis sedikitpun menyelimuti kota Bengkalis. Wawan warga desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis yang keluar sejak pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB merasakan kondisi udara dan cuaca cerah di pagi hari.

Agus mengaku keluar rumah dari pagi hari mengantar anaknya dari Teluk Latak ke kota Bengkalis untuk bersekolah dengan mengendari sepeda motor. Sekaligus berangkat bekerja, namun tidak merasakan adanya kabut asap sama sekali.

"Pagi tadi cukup cerah tidak ada kabut asap, sama sekali terlihat kasat mata, namun pagi tadi udara masih teduh juga," terangnya.

Hingga siang pantauan Tribunpekanbaru, kondisi wilayah kota Bengkalis terlihat cerah cenderung panas. Langit dan awan juga masih terlihat jelas, jarak pandang juga terpantau jelas tanpa adanya kabut asap.

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkalis melalui Staf DLH Bagian pemantau kualitas udara Hendri Marlis mengatakan, berdasarkan data stasiun pemantauan kualitas udara yang ada di DLH Bengkalis, kualitas udara sempat terpantau diangka cukup tinggi berada diangka 102, dan masuk dalam kualitas udara tidak sehat.

"Namun kita juga monitor secara kasat mata, kondisi cuaca cerah dan tidak ada kabut, serta membandingkan langsung dengan pantauan melalui aplikasi Damar milik BRIN. Hasilnya kondisi kualitas udara terpantau dalam keadaan baik," ungkapnya.

Hasil pantauan ini pembanding ini dilaporkan kepada tim Telusur yang merupakan mengelola stasiun pemantau kualitas udara Kementerian LHK yang ada di DLH Bengkalis.

Hasil kroscek yang dilakukan tim Telusur yang mengelolan stasiun pemantauan kualitas udara ini, ternyata melakukan penyesuaian catatan ISPU atau kualitas udara Bengkalis menjadi sedang atau masih di angka 99.

Baca juga: Karhutla Belum Sepenuhnya Padam, BPBD Bengkalis Masih Lakukan Pendinginan di Pinggir dan Mandau

"Sampai saat ini kondisi kualitas udara kita dalam keadaan sedang atau masih diangka 99 sampai siang. Karena sudah dilakukan kroscek," terangnya.

Lebih lanjut, kualitas udara dalam kondisi sedang masih aman untuk masyarakat beraktifitas di luar rumah. Pihak DLH Bengkalis akan terus  melakukan pemantauan langsung kondisi kualitas udara Bengkalis.

"Kita akan pantau terus, tidak hanya menggunakan alat stasiun pemantau kualitas udara yang kita miliki. Tetapi juga menggunakan data pembanding dari situs Damar milik BRIN, serta pantauan secara kasat mata kondisi ril di lapangan," jelasnya.

Sementara itu Kepala DLH Bengkalis Agus Susanto mengatakan alat stasiun pemantauan kualitas udara yang ada di DLH Bengkalis memang sering terjadi trouble. Pihak DLH Bengkalis sudah mengajukan anggaran perawatan kepada Kementerian Lingkungan Hidup.

Namun sejauh ini jawabannya untuk tahun ini belum ada anggaran untuk melakukan perawatan untuk alat pemantau kualitas udara ini.

"Kita sudah berkomunikasi dengan Direktur Pengendalian Mutu Udara KLH, anggaran tersebut dicoret. Kita berharap perawatan dan perbaikannya bisa seges ri anggarkan di APBN Perubahan," tandasnya.

( Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.