Polda Sumut Berangkatkan 25 Ton Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Gempa NTT
Arjuna Bakkara August 18, 2026 06:54 PM

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Lima truk bergerak meninggalkan Markas Polda Sumatera Utara pada Selasa, 18 Agustus 2026. Muatannya bukan logistik biasa. Sebanyak 25 ton bantuan kemanusiaan diberangkatkan menuju Nusa Tenggara Timur untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi.

Pelepasan bantuan dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara, para pejabat utama Polda Sumut dan jajaran Bhayangkari Sumut.

Bantuan tersebut merupakan tahap pertama yang dihimpun keluarga besar Polda Sumut untuk masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana. Lima truk dikerahkan untuk mengangkut bantuan menuju wilayah terdampak.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan mengatakan Kapolda Sumut menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang terdampak gempa.

“Atas nama keluarga besar Polda Sumatera Utara, kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana alam gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Ferry menyampaikan pesan Kapolda.

Menurut Ferry, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Polda Sumut berharap bantuan itu dapat meringankan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Polda Sumut juga membuka kemungkinan mengirimkan bantuan lanjutan. Kebutuhan masyarakat di lapangan akan menjadi pertimbangan untuk menentukan langkah berikutnya.

“Bantuan yang kita berangkatkan hari ini merupakan bantuan pertama. Apabila nantinya berdasarkan kebutuhan di lapangan masih diperlukan bantuan tambahan, tentu akan kami siapkan bantuan kedua maupun bantuan lanjutan,” kata Ferry.

Ia mengatakan Polda Sumut akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Dukungan lanjutan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Ferry berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat, tetapi juga menjadi dukungan moril bagi masyarakat agar dapat melewati masa sulit dan kembali menata kehidupan.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit, serta membantu masyarakat terdampak untuk bangkit dan kembali menata kehidupan dengan lebih baik,” ujarnya.

Bagi Polda Sumut, aksi kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan semangat Presisi. Peran kepolisian tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ketika bencana membuat mereka membutuhkan pertolongan.(Jun-tribun-medan.com).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.