Bahaya Mengintai, 11 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti & Terancam Tumbang, Pelakunya Terkuak
Eri Ariyanto August 18, 2026 07:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Bahaya mengintai di Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Jawa Barat, setelah sejumlah pohon ditemukan dalam kondisi dikuliti.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat sedikitnya 11 pohon mengalami kerusakan akibat aksi tersebut.

Pohon-pohon itu dikuliti pada bagian bawah hingga lapisan kulitnya terkelupas cukup parah.

Kondisi tersebut bukan sekadar merusak tampilan pohon, tetapi juga dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan pohon.

DLH Kota Bandung bahkan menyebut pohon yang dikuliti berpotensi mengering hingga akhirnya tumbang.

Temuan tersebut diketahui setelah kasusnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Petugas DLH kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi di Jalan Pahlawan, Bandung.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tindakan yang dinilai bukan bagian dari perawatan pohon.

Sebanyak delapan pohon mahoni dan tiga pohon angsana tercatat mengalami pengulitan.

DLH kini melakukan penanganan sekaligus mencari pelaku yang diduga merusak pohon-pohon tersebut.

Baca juga: Korban Gempa NTT Bakal Dapat Bantuan dari Pemkot Bandung, Wali Kota Farhan Siapkan Skema Penyaluran

Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, terkait kasus perusakan pohon itu pihaknya mengetahui dari media sosial, kemudian pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi hingga akhirnya memang benar ada tindakan perusakan.

"Jadi itu ada upaya pengerikan yang tujuannya mungkin untuk merawat. Tetapi kalau kita lihat, itu bukan tindakan perawatan, tapi tindakan yang bisa membahayakan pohon, mematikan pohon," ujarnya saat meninjau lokasi, Selasa (18/8/2026).

Darto mengatakan, dalam aksi perusakan pohon tersebut pelaku nekat memotong seluruh lapisan kulit, sehingga tindakan itu menyebabkan kambium pohon tidak nyambung dan berpotensi menyebabkan pohon-pohon itu tumbang.

"Indikasinya kalau dilakukan seperti itu bisa-bisa lama-lama kering dan tumbang karena itu segera kita tangani. Harapannya supaya segera dapat dipulihkan, terus kita jaga," kata Darto.

Sedangkan untuk pelakunya, kata Darto, hingga saat ini masih dicari kemudian pihaknya akan memberikan tindakan dan pembinaan karena tindakan tersebut telah menyebabkan pohon menjadi rusak.

"Ya, mungkin tujuannya apa kita lihat nanti. Tapi tindakan itu bisa merusak pohon. Kita tidak paham motivasinya apa, karena kita belum temukan pelakunya," ucapnya.

Pengelola Taman Kehati Kota Bandung, Deni Hidayatul Mukti mengatakan, total pohon yang dikuliti di Jalan Pahlawan tersebut ada 11 di antaranya 8 pohon jenis mahoni dan 3 pohon jenis pohon angsana.

"Terus ada tanaman hias, jenisnya bunga kertas. Kalau yang bunga kertas, saya pikir tidak terlalu masalah besar ya. Tapi mungkin ini pohon kalaupun ditebang, diganti lagi yang baru, yang lebih besar, itu jauh lebih bagus kalau menurut pandangan saya," kata Deni.

KULITI POHON - Bahaya mengintai! 11 pohon di Jalan Pahlawan Bandung dikuliti hingga terancam kering dan tumbang. (Dok./TribunJabar)

Terungkap Pelaku yang Kuliti dan Tebang Pohon di Kota Bandung, Muhammad Farhan: Warga Setempat

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan pelaku yang menguliti belasan pohon di Jalan Pahlawan dan pelaku penebangan pohon di sejumlah titik Kota Bandung, Jawa Barat, sudah terungkap.

Farhan mengatakan, pelaku yang menguliti pohon di Jalan Pahlawan tersebut merupakan warga sekitar dan saat ini tengah dilakukan musyawarah karena pohon yang dikuliti oleh pelaku itu jumlahnya cukup banyak.

"Warga setempat (pelaku yang menguliti pohon) sedang dibadami (musyawarah). Untuk isu pohon yang dikerik di Jalan Pahlawan itu dari 14 yang 2 sudah sangat parah," ujar Farhan, Selasa (18/8/2026).

Farhan memastikan belasan pohon yang sudah dikuliti oleh pelaku tersebut sudah dilakukan penanganan dengan perawatan khusus oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

"Oleh Dinas Lingkungan Hidup sekarang sedang diobati kambiumnya, supaya kambiumnya tidak hilang. Itu sedang dibungkus pakai karung goni, kemudian diberi berbagai macam nutrisi untuk pohon," katanya.

"Satu pohon di Kiaracondong, itu jenis kiara hujan dibor, disuntikin air aki. Sudah dihukum (disanksi) pelaku yang ngebornya," ucap Farhan.

Kemudian Pemkot Bandung juga sudah menangani kasus penebangan 35 pohon tanpa izin yang terjadi di Jalan LLRE Martadinata, Pasar Pola Cijerah, Sawunggaling, dan Ir H Djuanda. Farhan memastikan, semua pelaku penebangan pohon di semua tempat itu sudah diketahui.

"Pelaku di Cijerah belum semuanya, tapi sudah ada pengakuan dari 2 orang pelaku, tapi kita sedang mencari 2 orang pelaku lainnya, masih DPO," katanya.

Sementara pelaku yang melakukan penebangan pohon tanpa izin di Ir H Juanda atau Dago dan Sawunggaling, kata Farhan, sudah dilakukan BAP. Saat ini, kasus penebangan pohon itu sedang dilakukan pendalaman.

"Apabila ternyata terbukti ada kaitan langsung antara pemotongan pohon dengan kegiatan bisnis di seputar situ, maka akan kita tinjau ulang izinnya," ujar Farhan.

Farhan mencontohkan, kasus penebangan pohon di Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau yang berkaitan dengan videotron langsung dilakukan penindakan dengan cara disegel dan hingga kini belum bisa menyala, sedangkan di lokasi itu akan segera kembali ditanam pohon.

"Tapi karena sekalian penataan trotoar dengan desain yang kurang lebih sinkron dengan yang ada di penanaman pohon, maka akan segera dilaksanakan dalam waktu 2 minggu ke depan," katanya.

(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto/TribunJabar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.