Berjibaku Bersama Relawan, Wamenko Pangan Ikut Turun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
Ratino Taufik August 18, 2026 07:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq beberapa kali mengusap wajahnya yang basah saat berada di kawasan hutan terbakar di Landasan Ulin Selatan, Liang Anggang, Banjarbaru, Selasa (18/8/2026).

Panas terasa menyengat. Asap pekat mengepul dari sejumlah bagian lahan. Sementara titik api masih terlihat di balik semak.

Hanif tidak hanya melihat proses pemadaman dari tepi lahan. Bersama tim, ia masuk lebih jauh ke kawasan berhutan untuk mendekati titik api.

Relawan BPK, petugas BPBD, TNI dan Polri bergerak mengikuti jalur menuju bagian lahan yang masih terbakar.

Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Ahmad dan Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Putra juga ikut membantu pemadaman.

Usai menyaksikan langsung kondisi di lapangan, Hanif menilai penanganan kebakaran lahan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak.

“Ini tidak bisa parsial atau sektorat penanganannya. Ini harus semuanya bergerak, membagi titik dengan pagar betis,” kata Hanif.

Baca juga: Penerimaan Taruna Baru STMKG 2026 Mulai 18 Agustus 2026, Ada Kuota 130 Formasi

Ia meminta Pemprov Kalsel mempercepat upaya penanganan kebakaran lahan dengan menggabungkan berbagai langkah yang dapat dilakukan.

“Pemerintah provinsi perlu mengakselerasi upayanya yang telah dilakukan selama ini, mengombinasikan semua sisi yang paling mungkin,” ujarnya.

Hanif juga mengingatkan kondisi kemarau ekstrem masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan perkiraan BMKG, musim hujan baru turun pada November mendatang.

“Jaid harus ditangani dengan sangat serius, tidak bisa dianggap sepele,” tekannya.

Di lokasi tersebut, vegetasi galam dan sekunder tampak mendominasi kawasan yang terbakar. Hanif menyebut vegetasi yang tumbuh kembali setelah kawasan hutan sebelumnya mengalami pemotongan menjadi salah satu pemicu kebakaran.

“Jenis hutan tresier itu menjadi salah satu penyumbang bahan bakar terbesar. Jadi sangat mudah terbakar,” ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.