SURYAMALANG.COM, MALANG — Suasana jelang upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Balai Kota Malang, Senin (17/8) berlangsung khidmat.
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Malang telah bersiap dalam barisan beberapa menit sebelum acara dimulai.
Para anggota Pasukan Delapan berdiri tegap. Di menit-menit akhir, mereka harap-harap cemas menanti keputusan waktu pelaksanaan tugas sebagai mengibarkan bendera dan menurunkan bendera.
Di tengah persiapan tersebut, setiap anggota telah memahami peran masing-masing. Namun, pembagian Pasukan Delapan untuk menjalankan tugas pengibaran maupun penurunan baru ditentukan sekitar 10 menit sebelum pelaksanaan.
Aluna Kamila Arasya terpilih sebagai pembawa baki prosesi pengibaran bendera. Aluna mengatakan terdapat dua tim di dalam Pasukan Delapan.
Satu tim bertugas dalam prosesi pengibaran, sedangkan tim lainnya bertugas pada prosesi penurunan bendera.
Seluruh anggota Pasukan Delapan selalu menjalani latihan bersama selama dua minggu. Mereka tidak hanya berlatih untuk satu tugas, tetapi harus menguasai seluruh materi pengibaran dan penurunan bendera.
"Jadi kami harus menguasai semua materinya, baik penaikan dan penurunan bendera," ujar Aluna kepada SURYAMALANG.COM.
Dari delapan anggota tersebut, empat orang masuk tim pengibaran dan empat lainnya menjadi tim penurunan. Penentuan tim dilakukan menjelang pelaksanaan upacara.
"Tadi waktu H-10 menit itu kami baru ditentukan bertugasnya penaikan atau penurunan. Saya bertugas membawa baki untuk pengibaran bendera," terang siswi SMAN 7 Kota Malang tersebut.
Meski pembagian tim baru ditentukan mendekati waktu pelaksanaan, Aluna mengaku sudah diberi tahu sejak masa latihan bahwa dirinya dipercaya menjadi pembawa baki.
Namun Aluna belum mengetahui apakah akan menjalankan tugas tersebut dalam prosesi pengibaran atau penurunan. Kepastian itu mengikuti pembagian tim yang dilakukan menjelang upacara.
Bagi Aluna, kepercayaan menjadi pembawa baki bukan sekadar tugas dalam upacara. Aluna merasa bangga karena mendapat kesempatan tersebut.
"Ini menjadi kenangan yang paling berharga dalam hidup saya," imbuhnya.
Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan bagi Aluna.
Terlebih, tugas sebagai bagian dari Pasukan Delapan mengharuskannya menjaga konsentrasi, ketenangan, serta kekompakan bersama anggota Paskibraka lainnya.
Setelah melaksanan tugas pengibaran, para petugas pengibar bendera berkumpul di gedung DPRD Kota Malang. Mereka membubarkan diri lalu berpelukan satu sama lain.
Pelatih Paskibraka Kota Malang, Sersan Mayor Sunyitno menjadi sasaran pelukan anggota Paskibraka.
Selama proses latihan, Sunyitno memperlakukan para anggota Paskibraka layaknya anak sendiri.
"Hubungan emosional, dan hubungan rasa kekeluargaan yang tinggi. Mereka bukan anggota, mereka seperti anak saya sendiri yang harus saya bimbing untuk menjadi seorang Paskibraka sejati," kata Sunyitno.
Menurut dia, kedekatan tersebut penting untuk memahami karakter setiap anggota. Sebab, tugas Paskibraka bukan pekerjaan individu, melainkan kerja tim yang membutuhkan kekompakan.
Pembinaan Paskibraka Kota Malang dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama berlangsung sekitar dua pekan di Islamic Center Kota Malang. Pada tahap tersebut, para peserta diperkuat dengan dasar-dasar pengetahuan.
Setelah dasar mereka dinilai cukup kuat, latihan dilanjutkan di Balai Kota Malang. Pada tahap kedua, peserta mulai berlatih formasi sekaligus memperkuat kerja sama antarpersonel.
"Paskibraka itu bukan perorangan. Mereka bertugas sebagai tim," ujarnya.
Sunyitno menjelaskan penentuan pembawa baki Paskibraka telah dilakukan sejak memasuki tahap kedua latihan. Penilaian dilakukan berdasarkan karakter peserta, mulai dari kedewasaan, ketenangan, kesungguhan, dan kemampuan menjaga fokus.
Setelah bertugas pada upacara peringatan Kemerdekaan RI, tugas anggota Paskibraka belum sepenuhnya berakhir.
Mereka masih memiliki masa bakti selama satu tahun dan akan kembali menjalankan tugas pada peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni. "Jadi mereka masih ada tugas," jelasnya.
Selain menjalankan tugas pengibaran bendera, anggota Paskibraka juga akan berperan sebagai Duta Pancasila. "Jadi sebenarnya tugas mereka belum selesai," imbuhnya.