Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG –Sebuah ambulans yang diperuntukkan bagi pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Lebong menjadi sorotan setelah digunakan untuk mengangkut pupuk bersubsidi.
Ambulans bertuliskan Kabupaten Lebong, Kecamatan Lebong Sakti dengan nomor polisi BD 9587 HY tersebut terlihat membawa sejumlah karung pupuk pada Minggu (16/8/2026) pagi.
Dalam video yang diterima TribunBengkulu.com, sejumlah karung pupuk tampak dipindahkan dari sebuah truk untuk kemudian dimasukkan ke dalam ambulans.
Kendaraan tersebut diketahui merupakan ambulans pelayanan kesehatan milik Desa Tabeak Dipoa, Kecamatan Lebong Sakti.
Video penggunaan ambulans untuk mengangkut pupuk itu kemudian beredar di media sosial dan mendapat perhatian publik.
Pjs Kepala Desa Tabeak Dipoa, Winarni, akhirnya mengakui bahwa ambulans tersebut memang digunakan untuk membawa pupuk.
Baca juga: Ambulans Desa Bantuan Gubernur di Lebong Malah Dipakai Angkut Pupuk, Bukan untuk Pasien
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan pihak Dinas Kesehatan atas penggunaan ambulans yang dinilai tidak sesuai peruntukannya.
“Benar, dan kita memohon maaf atas kejadian itu,” kata Winarni kepada TribunBengkulu.com, Selasa (18/8/2026).
Winarni menjelaskan, ambulans tersebut digunakan untuk mengangkut pupuk bersubsidi jenis urea.
Ia mengaku memberikan izin setelah mendapat permintaan bantuan dari masyarakat yang hendak membawa pupuk untuk memenuhi kebutuhan sejumlah anggota kelompok tani.
Menurut Winarni, keputusan tersebut diambil semata-mata untuk membantu masyarakat.
Namun, ia mengakui bahwa penggunaan ambulans sebagai kendaraan pengangkut pupuk bukan peruntukan yang semestinya.
“Memang ambulans dipinjam untuk mengangkut pupuk. Saya mengizinkan karena masyarakat meminta bantuan. Niatnya untuk membantu masyarakat, tetapi memang penggunaannya tidak tepat,” kata Winarni.
Atas kejadian tersebut, Winarni kembali menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur Bengkulu serta Kepala Dinas Kesehatan.
“Saya minta maaf kepada Pak Gubernur Bengkulu,” sampainya.
Winarni menyebut terdapat 10 sak pupuk yang diangkut menggunakan ambulans tersebut.
Menurutnya, pupuk tersebut bukan milik satu orang, melainkan milik beberapa anggota kelompok tani di Desa Tabeak Dipoa.
Pupuk tersebut diambil dari distributor di wilayah Magelang.
Karena memiliki tujuan pengantaran yang sama, pupuk kemudian diangkut secara bersamaan menggunakan ambulans.
“Jumlahnya 10 sak, karena tujuannya sama, akhirnya diambil sekaligus,” jelasnya.
Winarni kembali menegaskan bahwa dirinya memberikan izin penggunaan ambulans karena ingin membantu masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi untuk membawa pupuk.
Setelah video penggunaan ambulans untuk mengangkut pupuk beredar dan menjadi perhatian publik, kendaraan tersebut kini tidak lagi disiagakan di Desa Tabeak Dipoa.
Winarni mengatakan ambulans tersebut telah dipindahkan dan saat ini ditempatkan di Puskesmas Lemeupit.
Menurutnya, dengan ditempatkan di puskesmas, ambulans tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih luas, tidak hanya bagi warga Desa Tabeak Dipoa.
“Iya, sekarang ambulansnya di Puskesmas Lemeupit, bukan di sini lagi,” pungkas Winarni.