Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Selatan terus mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, Didi Ruslan, mengatakan pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
Berdasarkan pemantauan Dinkes Bengkulu Selatan, rata-rata kunjungan masyarakat ke puskesmas mencapai sekitar 200 orang setiap hari.
“Kalau untuk penyakit menular, alhamdulillah Bengkulu Selatan tidak begitu banyak. Kita lihat dari kunjungan masyarakat ke puskesmas rata-rata sekitar 200 orang per hari,” ujar Didi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (18/8/2026).
Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko yang perlu mendapat perhatian, terutama masyarakat yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas.
“Kalau hipertensi, hampir semua umur di atas 40 tahun rentan mengalami tekanan darah tinggi karena banyaknya pola makan yang tidak teratur,” ujarnya.
Baca juga: ASN Bengkulu Selatan Wajib Ikut Cek Kesehatan Gratis, Jadi Contoh Untuk Masyarakat
Risiko hipertensi tidak hanya terdapat di wilayah tertentu. Masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki risiko yang sama.
“Untuk faktor risiko di wilayah, semuanya memiliki faktor risiko. Tidak ada wilayah khusus. Kalau untuk hipertensi, semuanya berisiko,” jelasnya.
Masyarakat yang mengetahui adanya risiko kesehatan dari hasil CKG akan diberikan sosialisasi agar segera melakukan pemeriksaan maupun pengobatan lanjutan.
“Pertama kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Setelah mereka mengetahui kondisi kesehatan, segera melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas dan unit lainnya,” katanya.
Hingga saat ini, belum ada warga yang secara khusus dirujuk untuk mendapatkan pengobatan lanjutan berdasarkan hasil pemeriksaan CKG.
“Kalau sampai saat ini tidak ada yang kita rujuk, kecuali sudah sakit. Penderita yang sudah akut artinya sudah mengalami dan menjalani pengobatan,” ungkapnya.
Dinkes Bengkulu Selatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak berhenti melakukan pemeriksaan setelah mengikuti CKG.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penyakit dapat diketahui dan ditangani sebelum kondisinya semakin parah.
“Kami juga sudah menyiapkan, baik itu persiapan obat maupun kesiapan dokter. Kami menjaga masyarakat Bengkulu Selatan agar jangan sampai mengalami sakit yang lebih parah,” tutur Didi.
Dalam pelaksanaan tindak lanjut CKG, masih terdapat kendala, terutama terkait kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan.
“Kendalanya ada pada kesadaran diri dan perilaku masyarakat. Belum semua menyadari kalau kebutuhan sehari-hari dan penyakit itu bisa bersemayam di dalam tubuhnya,” jelasnya.
Dari sisi pembiayaan pelayanan kesehatan, Didi mengatakan masyarakat Bengkulu Selatan telah mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Untuk peran BPJS atau JKN, kita sudah mengaktifkan semuanya. Bengkulu Selatan sudah UHC dan ter-cover BPJS,” katanya.
Meski cakupan kepesertaan JKN telah tinggi, masih terdapat sekitar dua persen warga yang perlu menjadi perhatian, terutama warga atau keluarga baru.
“Sekitar dua persen itu ada pada warga baru atau keluarga baru, termasuk anak-anak atau putra-putri yang baru,” ujarnya.
Untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, Dinkes Bengkulu Selatan juga melakukan pemantauan di lapangan.
“Untuk pemantauan, kami lakukan melalui pemasangan posko,” kata Didi.
Dinkes Bengkulu Selatan akan terus konsisten melakukan pemeriksaan dan penanganan kesehatan sejak dini.
“Target pemeriksaan dan penanganan sejak dini, kami selalu konsisten. Ketika melakukan cek kesehatan, kami selalu siaga. Jangan sampai masyarakat kita mengalami sakit yang lebih parah,” pungkasnya.
Dinkes Bengkulu Selatan mengimbau masyarakat memanfaatkan program CKG dan tidak menunggu munculnya keluhan atau gejala penyakit untuk memeriksakan kesehatan.
Dengan pemeriksaan secara rutin, berbagai faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi kesehatan masyarakat semakin memburuk.