Mahasiswa UNP Teliti Perhutanan Sosial di Sijunjung, Hitung Cadangan Karbon Pakai GIS
Rahmadi August 18, 2026 09:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Negeri Padang mengkaji penerapan sistem perhutanan sosial di kawasan Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.

Melalui penelitian berjudul "Penguatan Perhutanan Sosial Melalui Pendekatan Sosial-Ekologis untuk Mendukung Estimasi Cadangan Karbon Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS)", tim menghubungkan aturan adat dan tata kelola kawasan perhutanan sosial dengan teknologi pemetaan digital.

Tim memulai riset dengan mendatangi Kantor Wali Nagari Tanjung Bonai Aur, lalu mewawancarai pengurus Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) serta para pemangku adat guna menggali pelaksanaan aturan perhutanan sosial di tingkat tapak.

Dalam pertemuan tersebut, tim memperkenalkan program penelitian yang sedang dilaksanakan serta menjelaskan tujuan pengambilan data yang akan dilakukan di kawasan hutan nagari.

Setelah koordinasi dengan pemerintah nagari, tim melanjutkan kegiatan melalui wawancara bersama Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) dan para pemangku adat. 

Baca juga: Peringati HUT ke-81 RI, Siswa Perguruan Islam Ar Risalah Diingatkan Tak Boleh Membuli

Berbagai informasi digali mengenai sejarah pengelolaan hutan nagari, penerapan sistem perhutanan sosial, aturan adat yang mengatur pemanfaatan kawasan hutan, hingga tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan di tengah berbagai dinamika pembangunan.

Bagi masyarakat Tanjung Bonai Aur, hutan tidak hanya dipandang sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai bagian dari identitas nagari yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. 

Nilai-nilai adat yang masih dijalankan hingga kini menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian kawasan hutan.

Tidak berhenti pada proses wawancara, Tim PKM-RSH UNP kemudian memasuki kawasan Perhutanan Sosial Nagari Tanjung Bonai Aur bersama pengelola hutan. Dengan menyusuri jalur hutan yang masih terjaga, tim melakukan observasi awal terhadap kondisi vegetasi sekaligus meninjau lokasi yang akan dijadikan plot penelitian.

Plot-plot tersebut nantinya menjadi titik utama pengambilan data vegetasi melalui pengukuran diameter dan tinggi pohon sebagai dasar analisis biomassa serta estimasi cadangan karbon.

Baca juga: 43 Kasus Narkoba Terungkap, Gubernur Sumbar Dorong Nagari dan Sekolah Perkuat Pencegahan Peredaran

Data hasil pengamatan lapangan kemudian akan diintegrasikan dengan analisis berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) sehingga menghasilkan gambaran spasial mengenai kondisi vegetasi dan potensi cadangan karbon di kawasan Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur.

Observasi lapangan tersebut juga memberikan kesempatan bagi tim untuk melihat secara langsung bagaimana sistem perhutanan sosial dijalankan oleh masyarakat. Mulai dari mekanisme pengawasan kawasan, pemanfaatan hutan secara bijaksana, hingga keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian kawasan menjadi bagian penting yang diamati selama penelitian berlangsung. 

Wali Nagari Tanjung Bonai Aur, Hendra Basri, A.Md. NL.P., menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah nagari dalam mendokumentasikan potensi hutan yang dimiliki daerah. 

“Kami menyambut baik kegiatan penelitian dari mahasiswa Universitas Negeri Padang. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi Nagari Tanjung Bonai Aur, khususnya dalam mendokumentasikan potensi hutan dan memperkuat pengelolaan perhutanan sosial." Ungkapnya.

Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat pengelolaan hutan nagari berbasis perhutanan sosial sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Baca juga: Pratu Rizki Kurniawan Prajurit Yonif 133 Padang Gugur dalam Serangan OPM di Papua, 2 Rekan Terluka

Ketua Tim PKM-RSH Universitas Negeri Padang, Fhazle Maulla Haqani, menjelaskan bahwa penelitian ini dirancang untuk mengintegrasikan pendekatan sosial dan ekologis sehingga menghasilkan gambaran yang utuh mengenai pengelolaan hutan nagari.

"Penelitian ini kami rancang untuk melihat bagaimana aspek sosial dan ekologis saling berkaitan dalam pengelolaan hutan nagari. Kami ingin menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah nagari," katanya dicuplik Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, penelitian tidak hanya melihat kondisi vegetasi, tetapi juga memahami bagaimana nilai-nilai adat, kelembagaan lokal, dan partisipasi masyarakat berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan.

Melalui pendekatan tersebut, tim berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

Sementara itu, anggota tim dari Program Studi Biologi, Mayang Lovani, menilai kegiatan observasi lapangan memberikan pengalaman yang sangat berharga karena memungkinkan tim melihat secara langsung kondisi vegetasi yang menjadi objek penelitian.

Menurutnya, pengamatan langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam memperoleh data yang representatif mengenai kondisi ekosistem hutan.

Baca juga: Hujan Lebat dan Petir Mengintai Sumbar Sore Ini, 9 Daerah Masuk Peringatan BMKG

Hasil pengamatan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam proses analisis biomassa vegetasi dan estimasi cadangan karbon sehingga penelitian dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai kondisi kawasan secara lebih komprehensif. 

Dosen pembimbing tim PKM-RSH, Dr. Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd., menilai penelitian ini menjadi contoh bagaimana mahasiswa mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

"Saya berharap penelitian ini mampu memberikan pengalaman riset lapangan yang utuh bagi mahasiswa sekaligus menghasilkan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah nagari dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pengelolaan hutan berbasis masyarakat." Ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, pengelola hutan, dan masyarakat adat merupakan kekuatan utama dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Menurutnya, penelitian seperti ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah bagi berbagai pihak dalam memperkuat praktik perhutanan sosial berbasis kearifan lokal. Penelitian ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca juga: Penggalian Drainase Revitalisasi Pasar Raya Padang Ditargetkan Rampung Desember 2026

Selain menghasilkan luaran ilmiah, penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah, pengelola hutan nagari, dan masyarakat dalam memperkuat tata kelola hutan yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara pendekatan sosial, ekologis, dan teknologi.

Tim PKM-RSH Universitas Negeri Padang yang melaksanakan penelitian ini diketuai oleh Fhazle Maulla Haqani dari Program Studi Pendidikan Geografi, dengan anggota Arif Rahman Putra (Geografi), Mayang Lovani (Biologi), Meysi Hirsafanda (Biologi), dan Alfirdausy (Ilmu Komunikasi).

Penelitian dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd., sebagai bagian dari komitmen Universitas Negeri Padang dalam mendorong penelitian kolaboratif yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. (Alfirdausy) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.