Respons Gempa NTT, Pemda DIY Siapkan Dana Rp1 Miliar hingga Keringanan UKT Mahasiswa
Muhammad Fatoni August 18, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyiapkan skema bantuan multisektor yang mencakup dana transfer sebesar Rp 1 miliar, logistik medis, suplai pangan, hingga permohonan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Yogyakarta.

Langkah komprehensif ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan respons cepat atas bencana gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT yang hingga kini tercatat telah merenggut 70 korban jiwa dan menyebabkan ratusan orang luka-luka.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyatakan bahwa pihaknya tengah mematangkan langkah-langkah penyaluran bantuan tersebut, baik untuk wilayah terdampak di NTT maupun untuk masyarakat perantau di Yogyakarta.

"Pemerintah Daerah DIY merencanakan kolaborasi untuk menyalurkan bantuan kepada Nusa Tenggara Timur. Proses koordinasinya akan dilakukan esok hari pada pukul 10.00 WIB," ujar Ni Made, Selasa (18/8/2026).

Lebih rinci terkait bantuan finansial, Ni Made memaparkan bahwa alokasi dana masih harus melalui tahapan administratif sebelum dapat disalurkan secara resmi pada awal bulan depan.

"Pemda DIY rencananya akan mengalokasikan bantuan dana transfer sebesar 1 miliar rupiah, jumlah yang serupa dengan skema bantuan yang diberikan untuk setiap provinsi di wilayah Sumatera. Namun, karena anggaran ini masih dalam tahap pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS), nominal tersebut belum dapat diubah secara langsung dan masih membutuhkan proses administratif. Targetnya, proses ini akan selesai pada awal bulan September, untuk kemudian dana tersebut resmi ditransfer ke Pemda NTT," ungkapnya secara mendetail.

Baca juga: Pembangunan Kelok 18 JJLS DIY Capai 99 Persen, Peresmian Tunggu Standar Keselamatan dan Pengamanan

Kolaborasi Medis dan Kepedulian bagi Perantau Asal NTT

Selain bantuan dana operasional ke lokasi bencana, Pemda DIY juga menititikberatkan pada kebutuhan kesehatan dan ketahanan pangan para perantau asal NTT yang saat ini sedang menetap atau menempuh pendidikan di Yogyakarta.

"Dalam ranah kesehatan, Pemda DIY menjalin kerja sama dengan pihak Rumah Sakit Bethesda dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Karena kedua institusi tersebut memiliki tenaga medis yang memadai, Pemda DIY menitipkan bantuan logistik berupa obat-obatan untuk disalurkan secara langsung oleh tim medis mereka," papar Ni Made.

Ia juga menambahkan porsi bantuan spesifik untuk asrama perantauan.

"Selain itu, Pemda DIY juga memberikan perhatian khusus untuk membantu masyarakat dan mahasiswa NTT yang berada di DIY. Bantuan berupa suplai makanan disalurkan ke salah satu asrama NTT untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Bantuan tersebut mencakup sekitar 400 kilogram beras, telur, serta lauk-pauk pendamping lainnya. Dana untuk permakanan asrama ini digalang dari para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan prosesnya turut dibantu melalui kolaborasi dengan pihak perbankan," katanya.

Dalam rangka memaksimalkan pengumpulan donasi lokal, Pemda DIY juga akan menggerakkan unsur birokrasi pemerintahan.

"Terkait partisipasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemda DIY akan segera menerbitkan surat edaran resmi dan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai pihak penyalur donasi," tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian jangka panjang di sektor pendidikan bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa di kampung halaman, Gubernur DIY juga turun tangan langsung mengurus keringanan biaya pendidikan.

"Di sisi lain, sebagai bentuk dukungan keringanan biaya kuliah (UKT) bagi mahasiswa asal NTT, Bapak Gubernur DIY akan mengirimkan surat permohonan resmi yang ditujukan kepada para Rektor universitas. Melalui langkah ini, diharapkan para mahasiswa dapat menerima keringanan biaya pendidikan setidaknya untuk kurun waktu satu semester," pungkas Ni Made.

Kondisi Terkini Dampak Gempa NTT

Respons cepat dari Pemda DIY ini selaras dengan mendesaknya kebutuhan penanganan pascabencana di NTT.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (18/8/2026), gempa darat M 7,7 tersebut telah mengakibatkan kerusakan fatal.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, mengonfirmasi bahwa tidak ada lagi laporan warga yang berstatus hilang, namun jumlah korban jiwa dan luka-luka cukup tinggi.

"Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30 (waktu setempat), total korban adalah 202 orang, yang meninggal dunia 70 orang. Luka-luka 132 orang yang kami catat. Luka berat 40, luka ringan 92," jelas Yudhi dalam keterangan pers BNPB.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mencatat hingga kini telah terjadi 2.119 kali gempa susulan. 

Sebanyak 24 di antaranya memiliki magnitudo di atas 5, dengan yang terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan terkecil 1,3.

Mengingat aktivitas seismik yang masih sangat fluktuatif, kondisi di NTT diperkirakan baru akan mulai stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.