Terungkap Alasan Pemain Israel Batal Gabung Inter Milan, Agen: Kami Tertawa
Luky Setiyawan August 18, 2026 11:54 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Agen pemain Israel, Anan Khalaili, mengungkap alasan mengapa kliennya batal gabung dengan Inter Milan.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu, Anan Khalaili sempat santer dikaitkan dengan Inter Milan.

Wingback 21 tahun itu bahkan santer disebut hampir pasti merapat ke Nerazzurri.

Sang pemain juga telah menjalani tes medis bersama agennya, Boaz Goren.

Baca juga: Potensi Inter Milan Rasa Timnas Inggris, Nerazzurri Coba Kembali Dapatkan Gelandang Liverpool

Baca juga: Demi Dapat Dana Tambahan untuk Gaet Gelandang Liverpool, Inter Milan Berniat Jual Bek Sayap Brasil

Namun, kepindahan tersebut akhirnya batal akibat peraturan Italia terkait masalah jantung.

Melansir dari Football Italia, Khalaili gagal mendapatkan sertifikat kesehatan dari Komite Olimpiade Italia (CONI).

Informasi tambahan, semua atlet, apa pun cabang olahraganya, wajib memiliki sertifikat ini sebelum diizinkan berkompetisi secara profesional di Italia.

Pemeriksaan medis yang dijalani Khalaili mendeteksi adanya masalah pada tahap tes beban jantung.

Akibatnya, ia tidak mendapatkan izin dari CONI dan karenanya tidak memenuhi syarat untuk bermain secara profesional di Italia.

Aturan ini jauh lebih ketat di Italia dibandingkan dengan negara-negara sepak bola besar lainnya di Eropa, seperti Inggris.

Dan ya, Anan Khalaili pada akhirnya resmi bergabung dengan klub Inggris, Crystal Palace.

Apa yang dialami pemain Israel itu bukanlah yang pertama.

Kasus serupa sempat dialami oleh Christian Eriksen ketika berseragam Inter Milan dan Edoardo Bove kala memperkuat Fiorentina.

Keduanya tidak diizinkan bermain di Serie A dengan alat pacu jantung implan.

Sebagai informasi, Eriksen dan Bove memakai alat bantu tersebut karena sama-sama mengalami kolaps saat bermain.

Oleh karenanya, dua pemain tersebut 'terusir' dari Italia dan bergabung dengan tim Inggris, Brentford, Manchester United, dan Watford.

Agen Khalaili, Goren, sempat membahas seluruh kejadian tersebut dalam sebuah wawancara di radio Israel.

"Kami sedang berada di kamar hotel; Anan berada di kamar sebelah kamar saya, hanya dipisahkan oleh satu dinding."

"Saya mendatangi kamarnya dan mengatakan kepadanya bahwa situasi itu sudah tidak bisa diperbaiki lagi," kenang Goren (via fcinternews.it).

"Empat menit kemudian, dia kembali ke kamar saya dan kami pun tertawa," lanjutnya.

“Mari kita tertawakan saja hal itu,” ujarnya. 

“Mari kita melangkah maju. Saya sudah pernah menghadapi situasi ekstrem seperti ini sebelumnya.

“Tentu saja dia tidak akan bermain di Italia sampai protokolnya berubah, tetapi di Inggris, para dokter hanya butuh waktu kurang dari dua menit untuk memberikan izin saat masalah itu muncul.”

Goren kemudian menjelaskan bahwa Inter Milan selalu menjadi pilihan utama Anan Khalaili pada musim panas ini, sementara Crystal Palace menempati posisi kedua.

“Semua klub papan atas Eropa yang menggunakan formasi 3-5-2 menginginkan Anan," jelas Goren.

"Kami melakukan banyak kajian internal dan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia baginya."

"Inter selalu menjadi pilihan utama karena mereka menggunakan formasi tersebut, sedangkan Crystal Palace berada di urutan kedua,” imbuhnya.

(TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.