Manajemen Training Level Tuntut Perwira Polri Sespimma Angkatan 76 Cepat Adaptasi Lingkungan
Mega Nugraha August 18, 2026 11:44 PM

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Ratusan perwira pertama Polri se-Indonesia mengikuti Pendidikan Sespimma Angkatan 76 di Sespim Lemdiklat Polri di Lembang, Bandung Barat.

Dalam masa pendidikannya itu, pada Selasa (18/8/2026), peserta didik Sespimma Angkatan 76 mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran Manajemen Training Level (MTL) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan adaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi. 

"Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta didik Sespimma Angkatan 76 sebagai bagian dari proses pendidikan dan pembentukan kemampuan para perwira Polri," kata AKP Elia Umboh, Ketika dihubungi pada Selasa (18/8/2026).

Ia menerangkan, rangkaian kegiatan dimulai dengan apel pagi yang berlangsung secara khidmat. Apel menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan sekaligus kesiapan peserta didik sebelum mengikuti proses pembelajaran.

Setelah apel, peserta didik mengikuti pre-test. Tes awal tersebut dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik sebelum mendapatkan materi Manajemen Training Level.

Baca juga: Kemenkum Jabar Hadiri Sertijab Pimpinan Baru Imigrasi Bandung!

Adapun selanjutnya, peserta didik dibagi ke dalam enam kelompok belajar. Pembagian kelompok menjadi bagian dari metode pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berkolaborasi, berdiskusi, bertukar gagasan, serta membangun kemampuan bekerja dalam tim.

Kepala Sespimma Polri, Brigjen Pol. Victor Togi Tambunan, S.H., S.I.K, mengatakan, dalam pembelajaran MTL, peserta didik mendapatkan penguatan mengenai kepemimpinan (leadership) yang sebelumnya telah dipelajari ketika menjalani tahapan sebagai perwira muda.

"Selain kepemimpinan, materi juga membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai manajemen lini menengah hingga manajemen tingkat tinggi atau strategic management. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai perwira Polri," katanya.

Salah satua materi yang diajarkan adalah dengan pengacakan kelompok, yang mana setiap kelompok dapat berubah dan para peserta didik dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan dan rekan kerja.

Kemampuan adaptasi tersebut dinilai penting dalam kepemimpinan karena seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan penguasaan teori, tetapi juga kemampuan membaca situasi, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta mengelola potensi yang ada di dalam tim.

"Melalui kegiatan tersebut, Sespimma Angkatan 76 diharapkan mampu melahirkan perwira yang memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial, komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi yang semakin kuat," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.