BOLASPORT.COM - Dua pasangan ganda putra Malaysia anak didik pelatih Herry Iman Pierngadi kompak meraih kemenangan pada laga babak 32 besar Kejuaraan Dunia 2026.
Mereka adalah Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Man Wei Chong/Kai Wun Tee yang sama-sama baru melakoni pertandingan pada hari kedua turnamen, Selasa (18/8/2026).
Chia/Soh sempat dikejutkan oleh ganda putra Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teerararsakul setelah lebih dulu dikalahkan pada gim pembuka.
Namun, juara dunia ganda putra 2022 itu akhirnya menang via rubber game dengan skor 15-21, 21-11, 21-18 dalam laga di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India.
Setelah itu, Man/Tee juga berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik saat bersua ganda putra China, Huang Di/Liu Yang.
Mereka menang dua gim saja dengan skor 21-14, 21-15.
Hasil tersebut membuat Malaysia memastikan satu wakil akan tampil pada perempat final ganda putra karena Chia/Soh dan Man/Tee akan berhadapan pada babak 16 besar.
Aaron Chia merasa ultimatum yang diberikan oleh pelatih mereka menjadi pelecut untuk tampil maksimal pada Kejuaraan Dunia 2026.
Chia mengungkapkan bahwa Herry IP menegaskan Kejuaraan Dunia akan menjadi turnamen terakhir dirinya bersama Soh Wooi Yik.
Pergantian partner tersebut juga merupakan salah satu strategi dalam upaya menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Aaron Chia menyatakan keputusan Herry IP memberikan penyegaran dan mengurangi tekanan pada Kejuaraan Dunia 2026.
“Yang disebutkan pelatih adalah bahwa ini adalah turnamen terakhir kami bersama, kecuali jika kami berhasil meraih gelar juara dunia,” kata Aaron Chia, dilansir BolaSport.com dari NST.
"Para pelatih berencana melakukan ini hingga akhir tahun, yaitu mengganti pasangan untuk melihat apakah pasangan baru lebih baik atau pasangan semula yang lebih baik."
“Ini sesuatu yang berbeda, sesuatu yang belum pernah kami coba sebelumnya."
"Hal ini membuat kami merasa segar dan tanpa tekanan yang berlebihan,” ujar Chia.
Sementara Soh Wooi Yik mengatakan bahwa perombakan pasangan ini terasa sulit baginya setelah berpasangan dengan Aaron Chia selama hampir satu dekade.
“Awalnya sulit karena kami telah membangun momentum (bersama) dalam waktu lama, sesuatu yang sudah menjadi bagian tetap dalam permainan kami," ucap Soh Wooi Yik.
"Bagi saya, berubah secara tiba-tiba bukanlah hal yang mudah,” ujarnya.
"Ini adalah pengalaman baru untuk menciptakan sesuatu yang berbeda, hal-hal yang ingin dilihat oleh para pelatih seperti kepemimpinan, dan kami harus melihat bagaimana perkembangannya hingga akhir tahun."
"Saya rasa saya telah belajar sesuatu (dengan pasangan yang berbeda) sejak bulan lalu."
"Secara pribadi, saya telah berkembang, dan kami ingin menambahkan sesuatu yang segar ke dalam permainan kami," tutur Soh Wooi Yik.
Soh mengaku tidak mudah dirinya harus berpisah dengan Aaron Chia setelah berpasangan sangat lama.
“Kami telah berpasangan selama 10 hingga 11 tahun, itu cukup lama," kata Soh.
"Tidak mudah untuk berpisah dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi, kami akan menganggap ini sebagai penyegaran,” pungkas Soh Wooi Yik.