SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menegaskan, saat ini memastikan seluruh sarana dan prasarana siap sebelum wisata Gunung Bromo kembali dibuka pasca kebakaran.
Satriyo Nurseno menegaskan bahwa pembukaan wisata Gunung Bromo seluruhnya menjadi kewenangan Kementerian Kehutanan.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan merekomendasikan pembukaan wisata jika semua telah dinyatakan aman dan nyaman bagi wisatawan setelah Karhutla.
“Jadi harus dipastikan semua sudah aman, sarpras, maupun alat berat sudah dipindahkan, baru kemudian wisata direkomendasikan TNBTS untuk dibuka kembali. Semua mempersiapkan itu,” kata Satriyo kepada SURYAMALANG.COM.
Baca juga: BPBD Jatim Pastikan Kebakaran di Kawasan Bromo Padam, Tim Gabungan Terus Sisir Potensi Bara dan Asap
Menurutnya, penanganan pasca Karhutla saat ini masih berlanjut.
Terlebih ada jaringan pipa di kawasan Bromo arah Probolinggo yang juga ikut terbakar.
Sehingga perbaikan harus dilakukan terlebih dahulu dan dipastikan rampung sebelum Bromo bisa dikunjungi wisatawan.
Lebih lanjut, ia menyebutkan Karhutla di kawasan Bromo secara keseluruhan membakar lahan seluas 1.120 hektare.
Penanganan Karhutla dilakukan secara masif dengan mengandalkan pemadaman dari darat dan dari udara menggunakan teknis water bombing.
Hari ini, Selasa (18/8/2026), operasi penanganan Karhutla telah resmi ditutup.
Dan seluruh tim sedang melakukan evaluasi jalannya penanganan yang telah dilakukan, untuk pencegahan Karhutla ke depan, serta upaya untuk percepatan penanganan jika ada kebakaran lagi di masa yang akan datang.
“Evaluasinya memang butuh percepatan. Kalau yang kemarin ini yang menjadi evaluasi adalah titik pengambilan air untuk pemadaman terlalu jauh,” tegas Satriyo.
Baca juga: Update Kebakaran Gunung Bromo: Polisi Turun Tangan, Wagub Emil Patroli Dini Hari di Bukit Kingkong
Tim melakukan pengisian air untuk pemadaman dari Ranu Pani dan juga Ranu Regulo. Termasuk untuk pengisian air untuk water bombing.
“Karena itu, evaluasinya rencanaya kita akan siapkan embung di sekitar savana. Agar ada titik pengambilan air yang lebih dekat jika ada karhutla ke depannya,” katanya.
Dalam waktu dua pekan ini tim BPBD Jatim bersama TNBTS akan segera membangun embung di kawasan padang savana.
Karena bersifat sementara, embung tersebut akan dibangun dengan penggalian dan menggunakan alas terpal.
“Ini sementara. Jadi dalam dua minggu ini akan dikebut. Baru nanti setelah itu akan dibangun yang permanen,” tegasnya.
“Untuk kapasitasnya diupayakan cukup dalam agar ketika dibutuhkan water bombing bisa diambilkan dari embung yang kita bangun,” imbuhnya.
Baca juga: Bromo Ditutup Akibat Kebakaran, Wisatawan Asing Digeser Liburan ke Tumpak Sewu Lumajang