Bisa Bikin Jakarta Lumpuh! Polda Metro Larang Tegas Mahasiswa Demo di Bundaran HI
Budi Sam Law Malau August 19, 2026 01:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, ​JAKARTA – Jantung ibu kota terancam berhenti berdetak jika aksi demonstrasi terus dipusatkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Menyadari potensi kelumpuhan masif tersebut, Polda Metro Jaya akhirnya mengambil sikap tegas dengan meminta elemen mahasiswa dan masyarakat untuk tidak lagi menjadikan ikon Jakarta Pusat itu sebagai titik kumpul penyampaian aspirasi.

​Langkah ini bukan bertujuan membungkam suara kritis, melainkan upaya preventif menyelamatkan urat nadi mobilitas warga Jakarta dari kemacetan parah yang bisa merembet ke berbagai penjuru kota.

​Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan bahwa kawasan Bundaran HI terlalu krusial untuk ditutup oleh lautan massa.

Tempat tersebut bukan sekadar bundaran biasa, melainkan simpul utama perputaran roda ekonomi, pusat perbelanjaan, transit berbagai moda transportasi, hingga lokasi strategis berdirinya sejumlah konsulat negara asing.

​“Apabila terjadi stagnasi arus lalu lintas di wilayah Bundaran HI, ini akan membuat kemacetan menjalar sampai Patung Kuda, Semanggi, dan Sudirman. Ini akan melumpuhkan Jakarta apabila HI digunakan sebagai tempat pelaksanaan penyampaian aspirasi,” tegas Budi saat ditemui awak media di lokasi aksi, Selasa (18/8/2026).

​Menurutnya, efek domino dari penumpukan massa di Bundaran HI sangat destruktif bagi kelancaran lalu lintas.

Ekor kemacetan tidak hanya mencekik Jalan Sudirman-Thamrin, tetapi berpotensi mengunci akses hingga ke kawasan Slipi dan Gatot Subroto.

Pindah Titik, Aspirasi Tetap Difasilitasi

​Meski melarang keras aksi di Bundaran HI, Polda Metro Jaya memastikan hak demokrasi masyarakat tetap terjamin penuh.

Polisi telah menyiapkan skenario matang dengan menyediakan ruang-ruang alternatif yang lebih kondusif dan minim risiko bagi kepentingan publik yang lebih luas.

​Budi merinci, massa yang ingin menyoroti kinerja wakil rakyat dipersilakan menggunakan area di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Sementara itu, bagi yang ingin menyuarakan tuntutan langsung ke pemerintah pusat, pihak kepolisian telah menyiapkan area Silang Monas Selatan yang lebih lapang dan berdekatan dengan Istana Negara.

​“Polda Metro Jaya sudah memfasilitasi beberapa titik. Adapun untuk aksi di kawasan Senayan, kami menyiapkan area parkir Senayan. Untuk Bundaran HI, kami mohon maaf, kami arahkan ke tempat-tempat lain yang sudah ditentukan,” terang Budi.

​Lebih jauh, ia menambahkan bahwa setiap kementerian dan lembaga negara juga telah diarahkan untuk memiliki lokasi khusus guna menerima penyampaian aspirasi secara langsung dari masyarakat.

Baca juga: BEM UI Klaim Alami Intervensi Jelang Demo di Bundaran HI, Mobil Komando hingga Bus Sulit Didapat

Mengurai Benang Kusut Lalu Lintas

​Kekhawatiran polisi terbukti beralasan.

Pada aksi mahasiswa sebelumnya, kawasan Bundaran HI sempat mengalami kepadatan luar biasa.

Petugas di lapangan sampai harus memutar otak melakukan rekayasa lalu lintas tingkat tinggi, termasuk membuka paksa jalur busway (TransJakarta) untuk dilintasi kendaraan pribadi demi mengurai tumpukan kendaraan yang terjebak berjam-jam.

​Kini, dengan imbauan tegas dan penyediaan lokasi alternatif, Polda Metro Jaya berharap harmoni antara kebebasan berekspresi mahasiswa dan kelancaran mobilitas warga Jakarta dapat berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.