TRIBUNSUMSEL.COM -- Mulyadi (53), seorang pengemudi ojek pangkalan yang viral usai menjadi korban tindakan arogan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, kini menarik simpati publik.
Setelah peristiwa perusakan sepeda motornya ramai disorot masyarakat, Mulyadi mendapatkan bantuan donasi yang disalurkan langsung ke kediamannya oleh Auditor Kepolisian Madya Tingkat II Itwasum Polri, Kombes Pol Manang Soebeti.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @manangsoebeti_official, pada Selasa (18/8/2026), ia membagikan momen saat bersama tim mendatangi langsung rumah Mulyadi untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan finansial.
Bantuan tersebut dihimpun melalui yayasan sosial guna membantu meringankan beban korban.
"Sehat-sehat ya Pak Mulyadi. InsyaAllah banyak orang baik yang akan membantu Bapak," tulis Manang Soebeti dalam keterangan unggahannya.
"Saya bersama tim Yayasan @menyala.hati berkesempatan silaturahmi ke rumah Mulyadi, pengemudi ojek yang jadi korban arogansi si paling Alphard. Alhamdulillah, donasi dari para sahabat Yayasan @menyala.hati telah kami salurkan, total Rp4.000.000. Terima kasih orang-orang baik," lanjutnya.
Dalam tayangan video tersebut, Kombes Pol Manang tampak melihat langsung kondisi sepeda motor milik Mulyadi yang rusak akibat dihantam menggunakan batu konblok oleh pengemudi mobil mewah tersebut.
Baca juga: Nasib Pengemudi Alphard Usai Viral Rusak Ojol di Bintaro, Kini Ganti Rugi : Maaf Ya Pak
Ia kemudian berbincang dengan anak Mulyadi untuk memastikan apakah kendaraan yang menjadi sarana utama mata pencaharian ayahnya itu sudah dibawa ke bengkel perbaikan.
Sang anak menjelaskan bahwa mereka masih berusaha mencari bengkel yang memiliki ketersediaan suku cadang (spare part) agar sepeda motor tersebut bisa segera diperbaiki dan digunakan kembali.
"Udah dicoba pakai konblok. Bengkel tadi saya udah info Pak, untuk bengkel kita cari spare part-nya dulu, kalau di Honda katanya lama adanya," ungkap anak pengemudi ojek kepada Manang.
Mendengar kendala tersebut, Manang lantas memberikan respons dan memberi dorongan agar perbaikan bisa segera dilakukan melalui bengkel alternatif lainnya.
"Oh begitu. Kalau bengkel udah ada yang diinfoin belum? Maksudnya udah dicari bengkelnya? Pasti adalag spare part-nya kayak gini," tutur Manang mengarahkan.
Di sela-sela perbincangan hangat tersebut, Manang juga menanyakan pekerjaan sehari-hari yang ditekuni oleh Mulyadi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Kerja apa Pak?" tanya Manang ramah.
"Ya ojek pangkalan aja, parkir," jawab Mulyadi singkat.
Baca juga: Awalnya Kena Spion Hingga Motor Dihantam Batu, Ini Kronologi Sopir Alphard Ngamuk ke Pengemudi Ojek
Manang kemudian mendalami kronologi kejadian dan menanyakan situasi awal saat insiden kekerasan di jalan raya tersebut menimpa Mulyadi.
Korban menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi secara mendadak tepat setelah ia selesai mengantar penumpang langganannya.
"Habis nganter sekolah itu, di Muhammadiyah 8, langganan saya," terang Mulyadi.
Mulyadi lantas membeberkan detail detik-detik peristiwa yang membuat pengemudi mobil mewah tersebut tersulut emosi.
Ia menegaskan bahwa posisi kendaraannya sebenarnya berada di jalur yang benar dan sangat terbatas untuk bergerak, sementara mobil Alphard tersebut mengambil alur jalan dari sisi kanan.
"Katanya sih nyenggol mobil sampai baret, sedangkan saya enggak merasa kepepet ke kiri tuh. Nah itu mau belok, otomatis Alphard kan ke kiri tuh, saya kepepet banget. Dia yang nyalip ke kiri, saya udah ke kiri banget, tangan saya ini kena. Iya diambil ke kiri posisinya dia yang nyalip karena di kanan ada motor mobil. Saya di posisi kiri makin ke sini makin mengecil jalan saya, kalau saya balik ke kiri, saya jatuh," ungkap Mulyadi secara terperinci.
Lebih lanjut, Mulyadi menceritakan narasi tidak langsung mengenai hasil pemeriksaan awal fisik kendaraan.
Ia memastikan bahwa sebenarnya tidak ada kerusakan maupun lecet pada badan mobil Alphard tersebut akibat benturan.
Menurut pengakuan pengemudi Alphard saat mereka bertemu, tindakan nekat merusak motor menggunakan batu konblok itu murni dilakukan karena pelaku sedang dihimpit banyak masalah pribadi, sehingga amarahnya dilampiaskan begitu saja kepada Mulyadi di jalan raya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com