Kontributor Tribunjabar.id, Adim Mubaroq
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA – Perjalanan politik H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, S.T., memasuki babak baru. Setelah dua periode menjalankan tugas di Komisi V DPR RI yang banyak bersentuhan dengan pembangunan infrastruktur dan transportasi, politisi Partai Golkar asal Jawa Barat VIII itu kini mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Perubahan posisi tersebut mendapat sambutan dari keluarga besar Partai Golkar Kabupaten Majalengka.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka, H. Asep Eka Mulyana, S.P., menyampaikan ucapan selamat kepada Daniel atas kepercayaan baru yang diberikan partai.
Bagi Asep, posisi baru Daniel bukan sekadar pergantian komisi di DPR RI. Amanah tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Daniel untuk memperluas kiprahnya di tingkat nasional.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, kesuksesan, dan keberkahan dalam mengemban amanah serta menjalankan tugas,” ujar Asep.
Dari Infrastruktur ke Penegakan Hukum
Penempatan Daniel di Komisi III menjadi babak baru dalam perjalanan legislasinya.
Selama dua periode, Daniel dikenal menjalankan tugas di Komisi V DPR RI yang memiliki lingkup kerja antara lain infrastruktur, perhubungan, pekerjaan umum dan pembangunan daerah.
Kini, ia dipercaya menduduki posisi pimpinan di Komisi III, komisi yang memiliki ruang lingkup kerja di bidang penegakan hukum, hak asasi manusia dan keamanan.
Sebagai Wakil Ketua Komisi III, Daniel akan berhadapan dengan sejumlah institusi strategis negara, di antaranya Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, KPK, BNN dan PPATK.
Perubahan tersebut membuat pengalaman Daniel di parlemen memasuki wilayah yang berbeda sekaligus lebih sensitif.
Posisi pimpinan komisi menuntut kemampuan pengawasan, ketegasan dan pemahaman terhadap berbagai persoalan hukum yang menjadi perhatian publik.
Daniel sendiri menyatakan siap menjalankan amanah tersebut.
Ia juga mengaku akan banyak belajar dari para senior di Komisi III agar tugas yang dijalankan tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bukan Politisi Kemarin Sore
Kiprah Daniel di dunia politik juga bukan baru dimulai ketika ia duduk di DPR RI.
Berdasarkan riwayat resmi anggota MPR RI, Daniel pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2009–2014.
Setelah itu, ia melanjutkan karier politiknya ke DPR RI. Daniel saat ini merupakan anggota DPR/MPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat VIII yang meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu.
Di organisasi, pengalaman Daniel juga cukup panjang. Ia pernah memimpin DPD Partai Golkar Indramayu, aktif di HIPMI, KNPI, PSSI Jawa Barat dan sejumlah organisasi kepemudaan.
Ia juga tercatat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat dalam periode kepengurusan terbaru.
Pada 2026, tanggung jawab politik Daniel semakin besar setelah dipercaya memimpin Partai Golkar Jawa Barat.
Dengan demikian, Daniel kini memiliki dua peran strategis sekaligus: memimpin mesin organisasi Golkar di Jawa Barat dan menjalankan tugas sebagai pimpinan Komisi III DPR RI.
Situs resmi DPD Golkar Jawa Barat menyebut kepemimpinan Daniel membawa semangat “Golkar Ngahadean Jabar”, dengan penekanan pada kerja bersama masyarakat serta penguatan perwakilan politik Golkar di Jawa Barat.
Asep: Daniel Bukan Sosok Asing bagi Golkar Majalengka
Bagi Asep Eka Mulyana, perjalanan Daniel tersebut tentu menjadi perhatian tersendiri.
Asep bukan hanya Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka. Ia juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka.
Dalam Pemilu Legislatif 2024, Asep kembali terpilih sebagai anggota DPRD Majalengka dari Partai Golkar dengan perolehan 7.338 suara di Dapil Majalengka 1.
Posisi Asep di tingkat kabupaten membuat hubungan struktural dengan kepemimpinan Golkar Jawa Barat menjadi penting.
Daniel sebagai ketua di tingkat provinsi memiliki tanggung jawab dalam menjaga konsolidasi organisasi Golkar di seluruh Jawa Barat, termasuk Majalengka.
Karena itu, bagi Asep, Daniel bukan sekadar figur partai yang berada jauh di tingkat provinsi.
Kiprah dan arah kepemimpinan Daniel di Jawa Barat turut bersinggungan dengan kerja organisasi Golkar di Majalengka.
Hal itu terlihat dalam berbagai agenda partai dan kegiatan sosial yang dijalankan Golkar Majalengka. Salah satunya kegiatan kurban yang menjadi bagian dari upaya menghadirkan partai di tengah masyarakat.
Asep sendiri selama memimpin Golkar Majalengka berupaya menempatkan kegiatan partai tidak hanya pada agenda politik, tetapi juga kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Harapan dari Majalengka
Dengan pengalaman Daniel yang cukup panjang di parlemen, Asep berharap posisi baru tersebut dapat semakin memperkuat kiprah kader Golkar Jawa Barat di tingkat nasional.
Terlebih, Daniel kini memiliki posisi strategis untuk ikut mengawal berbagai persoalan hukum dan keamanan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Semoga amanah dan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” kata Asep.
Ia berharap Daniel tetap menjaga integritas serta mampu menggunakan posisi barunya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Bagi Golkar Majalengka, keberhasilan Daniel mendapatkan posisi pimpinan di Komisi III DPR RI sekaligus memimpin Golkar Jawa Barat menjadi kebanggaan tersendiri.
Namun lebih dari sekadar kebanggaan, Asep berharap posisi tersebut benar-benar menghasilkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.
Sebab, perjalanan Daniel dari anggota DPRD Jawa Barat, kemudian berkiprah di DPR RI, hingga kini dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi III sekaligus memimpin Golkar Jawa Barat, membawa ekspektasi yang semakin besar.
Dari Majalengka, keluarga besar Golkar pun menitipkan doa agar Daniel mampu menjalankan amanah tersebut dengan baik dan menjadikan jabatan barunya sebagai ruang pengabdian yang semakin luas.