Kirim 19 Atlet ke Kejurnas 2026, Garut Kuasai Kategori Horsebow Pelajar hingga Jemparing
Muhamad Syarif Abdussalam August 19, 2026 11:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sebanyak 19 atlet beserta pegiat panahan tradisional asal Kabupaten Garut masuk dalam daftar rekomendasi untuk menjalani tahapan persiapan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) 2026. Ajang tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Agustus 2026 di Villa Bukit Tidar, Malang, Jawa Timur.

Capaian ini menempatkan Kabupaten Garut sebagai daerah penyumbang wakil terbanyak dalam skuad FESPATI Jawa Barat yang diproyeksikan tampil pada Kejurnas 2026.

Ketua FESPATI Pengcab Garut, Alif Firmansah, mengonfirmasi bahwa seluruh pemanah yang terdata telah dinyatakan lulus Seleksi Daerah FESPATI Jawa Barat (Sundaland) serta mengantongi surat rekomendasi resmi dari Pengurus Daerah (Pengda) FESPATI Jawa Barat.

Dalam kejuaraan mendatang, kontingen Garut diproyeksikan bersaing pada 23 nomor pertandingan, mulai dari divisi Horsebow Pelajar U-9, U-12, U-15, U-18, Horsebow Umum Dewasa, hingga kategori tradisi Jemparing Dewasa Putra.

"Ada 19 atlet dan pegiat panahan tradisional dari Kabupaten Garut yang direkomendasikan menuju Kejurnas FESPATI 2026. Alhamdulillah, jumlah atlet Garut juga menjadi yang paling banyak mewakili Jawa Barat. Mereka sebelumnya telah melalui Seleksi Daerah FESPATI Jawa Barat dan mendapatkan rekomendasi dari Pengda," kata Alif, 19 Agustus 2026.

Secara rincian kualifikasi, sembilan pemanah mengisi divisi Horsebow Pelajar U-9 dan U-12, empat atlet melangkah di kelompok Horsebow Pelajar U-15 dan U-18, empat nama bertarung di Horsebow Umum Dewasa, serta dua wakil tampil pada kategori Jemparing Dewasa Putra.

Alif menilai tingginya kuota keterwakilan ini menjadi sinyal positif perkembangan panahan tradisional di Garut, terutama mengingat komposisi skuad mayoritas diisi oleh pemanah usia sekolah.

"Garut menjadi daerah dengan jumlah perwakilan paling banyak dari Jawa Barat. Bagi kami ini tentu membanggakan, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab untuk mempersiapkan atlet sebaik mungkin agar bisa memberikan hasil terbaik di tingkat nasional," ujarnya.

Banyaknya pemanah muda yang lolos seleksi juga membuktikan efektivitas skema pembinaan awal serta kesinambungan regenerasi atlet di wilayah Garut.

"Yang cukup menggembirakan, atlet kita banyak berasal dari kelompok usia pelajar. Ini menunjukkan pembinaan dan regenerasi panahan tradisional di Garut berjalan. Kita punya potensi atlet-atlet muda yang bisa terus dikembangkan untuk prestasi jangka panjang," katanya.

Pada jajaran Horsebow Pelajar U-9 hingga U-12, Garut mengandalkan Kinarian Mahreen Tanzeela (HB U-9 Putri), Alea Zuleiqa Fasha (U-9 Putri), Fareeq Aiman Lazuardy (HB U-9 Putra dan HB U-15 Putra), serta Khalifa Filard Ra (HB U-9 Putra).

Sementara untuk kelas HB U-12 Putri diisi oleh Nadhira Thafana Syaakira Dibrata dan Syauqia Billah Musa. Adapun deretan pemanah di divisi HB U-12 Putra meliputi Syaqil Nurin Nazri, Azmi Eiman Ayubi, Muhammad Fakhri Mubarok, dan Caesar Alkhalifi Zikri.

Berlanjut ke sektor Horsebow Pelajar U-15 hingga U-18, nama Asri Rizbi Rizbiah diproyeksikan merangkap pada nomor HB U-15 Putri dan HB U-18 Putri. Langkah serupa dilakoni Khatira Fikriya Ra (HB U-15 Putri dan U-18 Putri) serta Agil Nasari Fajri (HB U-15 Putra dan U-18 Putra), sedangkan Siti Nurjanah fokus pada nomor HB U-18 Putri.

Untuk persaingan Horsebow Umum Dewasa, sektor putri diperkuat oleh Susilawati, Pipit Ria Indrawatie, dan Leni Julita. Sementara Pian Marpriatna menjadi satu-satunya tumpuan Garut di kelompok Horsebow Umum Putra.

Pada nomor seni tradisi Jemparing Dewasa Putra, Garut menerjunkan dua pemanah senior, yakni Jajang Hernawan dan Asep Alawy.

Mengingat FESPATI Garut berinduk pada Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Garut, Alif berharap jajaran atlet yang bertolak ke Jawa Timur memperoleh sokongan penuh dari pihak induk maupun pemangku kepentingan terkait.

"FESPATI Garut berada di bawah naungan KORMI Kabupaten Garut. Dengan jumlah atlet yang cukup banyak dan membawa nama Kabupaten Garut serta Jawa Barat di tingkat nasional, tentu kami sangat berharap ada dukungan untuk para atlet, baik dari KORMI maupun pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan olahraga masyarakat dan panahan tradisional," jelas Alif.

Bantuan dinilai vital guna menopang berbagai keperluan operasional, mulai dari kesiapan teknis, penyediaan busur dan anak panah, akomodasi transportasi, hingga logistik selama masa perlombaan.

"Para atlet ini sudah berjuang melalui proses seleksi sampai akhirnya mendapat kesempatan menuju Kejurnas. Kami berharap perjuangan mereka juga mendapat dukungan sehingga bisa berangkat dengan persiapan yang lebih maksimal dan fokus memberikan prestasi terbaik untuk Garut," katanya.

Meski demikian, penetapan 19 nama tersebut masih berstatus lis sementara. Susunan akhir kontingen masih bergantung pada proses verifikasi ulang Pengcab dan Pengda, tingkat kesiapan fisik, kelengkapan berkas administrasi, serta jatah kuota resmi dalam Technical Handbook Kejurnas FESPATI 2026.

"Daftar ini masih dalam tahap persiapan. Nantinya tetap ada verifikasi, baik dari Pengcab maupun Pengda, kemudian kesiapan atlet, administrasi dan kuota pertandingan juga harus disesuaikan dengan ketentuan Kejurnas," jelasnya.

Pihak pengurus mendorong seluruh atlet memanfaatkan sisa waktu latihan untuk mematangkan akurasi bidikan, ketahanan mental, serta kesiapan arena.

"Harapan kami tentu atlet-atlet Garut bisa memberikan hasil terbaik dan membawa prestasi untuk Kabupaten Garut dan Jawa Barat. Kita datang dengan jumlah perwakilan yang paling banyak, mudah-mudahan prestasinya juga bisa memberikan kebanggaan," ungkap Alif.

Selain memburu medali, ajang pra-musim skala nasional ini dipandang sebagai arena penting guna mengasah jam terbang para atlet muda Garut di tingkat nasional.

"Yang tidak kalah penting adalah pengalaman atlet, terutama yang masih usia pelajar. Dari mereka inilah regenerasi kita bangun. Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan Garut tetap menjadi salah satu daerah yang kuat dalam pembinaan panahan tradisional," katanya.

Di luar misi prestasi, pengiriman kontingen ini juga mengemban misi pelestarian nilai-nilai seni budaya lokal kepada generasi penerus.

"Panahan tradisional bukan hanya berbicara olahraga dan prestasi, tetapi juga memiliki nilai budaya yang harus kita jaga. Mudah-mudahan melalui Kejurnas ini nama Garut semakin dikenal, dukungan terhadap para atlet semakin besar, dan semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni panahan tradisional," pungkas Alif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.