Bupati Indramayu Targetkan Pendistribusian Bantuan Pangan Rampung Secepatnya dan Tepat Sasaran
Kemal Setia Permana August 19, 2026 01:28 PM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Perum Bulog Cabang Indramayu dan lainnya telah memulai pendistribusian bantuan pangan sejak pekan lalu.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menargetkan pendistribusian bantuan pangan periode Juli - September 2026 kepada ratusan ribu penerima bantuan pangan (PBP) di wilayah Indramayu tersebut rampung secepatnya.

Menurut dia, bantuan pangan itu merupakan upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Indramayu, khususnya yang terdaftar sebagai PBP.

"Program bantuan pangan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat," kata Lucky Hakim saat ditemui usai pendistribusian bantuan pangan di Balai Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).

Ia mengatakan Pemkab Indramayu juga berkomitmen menghadirkan program yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Lucky juga mengingatkan sejumlah pihak terkait untuk memastikan proses pendistribusian bantuan pangan itu berjalan tertib dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Tak Pasang Tenda, Lucky Hakim Ingin Para Pejabat Rasakan Panas Matahari Seperti Peserta Upacara Lain

"Bantuan pangan ini untuk periode tiga bulan dari mulai Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap PBP mendapat 10 kilogram beras perbulan, sehingga dari pendistribusian kali ini mereka menerima 30 kilogram beras untuk tiga bulan," ujar Lucky Hakim.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, memastikan beras kualitas medium yang didistribusikan untuk bantuan pangan merupakan hasil panen petani lokal.

Selain itu, dipastikan tidak ada pasokan beras dari luar daerah, terlebih komoditas impor yang diselipkan ke dalam kemasan bantuan pangan yang didistribusikan kepada ratusan ribu PBP di wilayah Kabupaten Indramayu.

Sugeng menyampaikan kebijakan penyerapan beras lokal tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dampak multiplier effect bagi stabilitas perekonomian daerah.

"Kami memastikan beras yang disalurkan untuk bantuan pangan berkualitas medium, dan merupakan hasil pengadaan dari panennya orang Indramayu. Tidak ada beras dari luar Indramayu, apalagi beras impor," kata Sugeng Heryanto. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.