SRIPOKU.COM - Ruben Onsu dan Sarwendah akhirnya kembali bertemu dalam proses mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).
Keduanya hadir untuk mencari jalan tengah terkait gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben.
Namun, usai menjalani mediasi, Ruben justru memilih bungkam dan langsung meninggalkan gedung pengadilan tanpa menjelaskan hasil pertemuannya dengan Sarwendah.
Kakak dari Jordi Onsu itu tidak mau memberikan komentarnya terkait solusi yang tercipta dengan Sarwendah.
Ruben memilih untuk langsung meninggalkan Pengadilan. Ia berjalan ke luar area Pengadilan dan meninggalkan kuasa hukumnya.
"Pokoknya doain aja yang terbaik ya," kata Ruben Onsu.
Ayah dari Betrand Putra Onsu ini tak bergeming saat awak media melontarkan beragam pertanyaan soal proses mediasinya dengan Sarwendah.
Ruben Onsu terus melangkahkan kakinya keluar Pengadilan menuju kendaraan pribadinya itu.
"Maaf ya," ujar Ruben Onsu.
Sarwendah Siap Gemparkan Sidang, Klaim Punya Bukti Penyakit Tiga Huruf Ruben Onsu
Sebelumnya Sarwendah siap gemparkan sidang hak asuh anak dengan mengklaim punya bukti penyakit Ruben Onsu.
Hal itu diungkap kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, yang kembali menanggapi isu kesehatan Ruben Onsu.
Ia menegaskan pihaknya memiliki bukti medis terkait ‘penyakit tiga huruf’ yang diduga diidap Ruben.
Bukti itu berupa hasil laboratorium dan keterangan dokter. Chris mengatakan Sarwendah memiliki akses karena saat pemeriksaan dilakukan, ia masih menjadi istri Ruben.
"Bang Minola lupa bahwa Sarwendah adalah istri kliennya pada saat itu, ya. Jadi apa pun urusan kesehatannya, dokter, rumah sakit, pasti memberikan hasil dong, ya, bukti pemeriksaan, bukti lab, kepada klien kami," kata Chris Sam Siwu saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
Chris memastikan bukti tersebut benar-benar dimiliki pihak Sarwendah. Namun, mereka memilih tidak membukanya kepada publik untuk saat ini.
"Kami tegaskan kami punya buktinya, yang akan kami sampaikan di pengadilan. Jadi kami tidak buka di sini, tapi kami buka bukti itu di pengadilan. Dan punya buktinya? Punya, kami punya buktinya, gitu ya, terkait penyakit tiga huruf," tegas Chrus.
Chris juga menegaskan pihak Sarwendah tidak pernah mengungkap penyakit yang disebut sebagai ‘penyakit tiga huruf’. Menurutnya, informasi tersebut muncul karena ketidaksengajaan kuasa hukum Ruben.
"Nah sampai sekarang pun kami tidak pernah membuka apa penyakit tiga huruf itu. Semua terbuka tidak sengaja oleh apa yang dilakukan oleh kuasa hukum RO, ya," terang Chris.
Selain itu, pihak Sarwendah menyoroti hasil pemeriksaan kesehatan yang sempat ditunjukkan pihak Ruben. Mereka menemukan perbedaan data identitas, termasuk tanggal lahir.
Chris meminta pihak laboratorium berhati-hati dalam mencatat data pasien. Ia juga mengingatkan agar tidak ada perubahan pada identitas maupun riwayat pemeriksaan.
"Kami ingatkan kepada lab tersebut, hati-hati. Jangan sampai sengaja, ya, jangan sampai ada indikasi kesengajaan terhadap perubahan tanggal lahir dan identitas, ya," imbau Chris.
Minola Sebayang Ultimatum Sarwendah: Harus Diperiksa Juga!
Sementara Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, bahkan terang-terangan menantang Sarwendah untuk membuktikan klaim tersebut dengan menunjukkan hasil pemeriksaan kesehatan.
Pemilik firma hukum Minola Sebayang & Partners itu meminta Wendah sapaan akrabnya, turut menjalani pemeriksaan.
"Kalau mereka mengatakan memiliki buktiketika mereka masih terikat suami istri, maka harusnya jika ada, bukankah semua orang itu harus diperiksa?" ucap Minola kepada awak media, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Menurut Minola, jika Ruben mengidap penyakit tersebut sejak menikah, maka tidak menutup kemungkinan orang di sekitarnya tertular, terutama Sarwendah.
Oleh karenanya, pengacara yang mengawali karier sejak tahun 1994 itu menantang Wendah menunjukkan hasil tes kesehatannya.
"Bukankah orang yang ada di sekitar Ruben pada waktu itu juga harus menunjukkan hasil tesnya," kata Minola.
"Kalau misalnya orang-orang yang bersinggungan dengan Ruben pada saat itu, bahkan berinteraksi sebagai suami istri, melakukan hubungan suami istri misalnya, harus juga diperiksa," tambahnya.
Jika hasil kesehatan Sarwendah sama dengan milik Ruben yakni negatif penyakit kronis, maka ditegaskan oleh Minola tidak perlu lagi hal itu menjadi perdebatan.
"Kalau hasil pemeriksaan sama dengan hasil yang dimiliki oleh Ruben misalnya nonreaktif, lalu di mana persoalannya?" tembak Minola.
(Sripoku.com/Tribundepok.com)