OJK dan Industri Keuangan DIY Himpun Dana Kemanusiaan untuk Mahasiswa NTT Terdampak Gempa
Hari Susmayanti August 19, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Bank Indonesia (BI) dan sejumlah forum industri keuangan berhasil menghimpun dana bantuan sebesar Rp90.000.000 hanya dalam waktu setengah hari.

Dana bantuan tersebut rencananya akan disumbangkan untuk meringankan beban mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Yogyakarta yang terdampak bencana gempa bumi, Rabu (19/8/2026).

Bantuan yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini menjadi langkah cepat otoritas keuangan untuk memastikan terjaminnya pemenuhan kebutuhan dasar para mahasiswa perantau di tengah terisolasinya kondisi finansial dari daerah asal mereka.

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menegaskan bahwa kecepatan penghimpunan dana ini merupakan wujud nyata kepedulian lintas sektor di Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan secara komprehensif terkait tujuan, mekanisme penyaluran, serta potensi tindak lanjut dari program bantuan kemanusiaan ini.

"Agenda utama yang dibahas pada hari ini merupakan wujud kepedulian dari OJK bersama Bank Indonesia, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY terkait bencana gempa yang melanda NTT,"katanya di temui seusai penyerahan bantuan secara simbolis di Bangsal Kepatihan, Rabu (19/8/2026).

" Total bantuan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp90.000.000. Bantuan ini secara khusus diharapkan dapat meringankan beban penderitaan para mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi,"imbuhnya.

Eko mengungkapkan penghimpunan dana berjalan sangat efisien, di mana dana dapat terkumpul hanya dalam waktu setengah hari berkat koordinasi cepat dengan pemerintah daerah, BMPD, FKIJK, BI, dan BPD. 

Dalam proses penyaluran dana bantuan ini, kata Eko, pihaknya bekerja sama dengan BAZNAS dan disalurkan dalam bentuk natura.

" Berdasarkan identifikasi pemerintah daerah saat ini, terdapat sekitar 45 mahasiswa yang menjadi korban terdampak. Apabila jumlah korban yang membutuhkan bantuan terus meningkat, hal tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk melanjutkan program donasi, yang dipastikan akan didistribusikan secara tepat sasaran melalui jaringan nasional BAZNAS," jelasnya.

Baca juga: Merawat Warisan Sri Sultan HB IX: Pemda DIY Jamin Biaya Hidup Mahasiswa NTT yang Terdampak Gempa

Langkah OJK dan institusi keuangan ini merupakan bagian dari konsolidasi penanganan bencana yang digagas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan menegaskan bahwa intervensi penyelamatan status pendidikan mahasiswa perantau ini adalah sebuah rutinitas sejarah peninggalan mendiang ayahandanya, Sri Sultan HB IX.

Pemda DIY berkomitmen mengamankan biaya hidup mahasiswa terdampak dan melobi perguruan tinggi untuk memberikan relaksasi biaya kuliah.

"Jogja ini punya tradisi setiap ada gempa di mana pun di wilayah Indonesia itu kami membantu. Paling sedikit kita membantu, kita mesti menanyakan ada tidak mahasiswa dari wilayah-wilayah di Indonesia itu yang belajar di Jogja yang kena dampak daripada bencana itu. Sebetulnya saya hanya melanjutkan hal-hal seperti ini yang pernah dilakukan oleh swargi (almarhum) Sri Sultan HB IX pada waktu peristiwa PRRI Permesta," ujar Sri Sultan.

Sultan menambahkan bahwa tradisi ini terbukti sukses menyelamatkan pendidikan ribuan mahasiswa dari ancaman putus kuliah ( ), seperti yang pernah dilakukan kepada lebih dari 600 mahasiswa saat gempa dan tsunami Aceh, serta bencana di Papua dan NTT pada tahun-tahun sebelumnya.

Terkait pendataan korban, Kepala Badan Penghubung Daerah (Bahubda) Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, menyebutkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan diaspora NTT dan pihak kampus di DIY. "Masih dalam tahap pendataan. Jadi belum bisa dipastikan berapa, karena tersebar baik di universitas swasta maupun negeri," lapor Tatty.

Rincian Bantuan Terkonsolidasi Pemda DIY untuk NTT

Untuk memangkas birokrasi dan mempercepat pemulihan, bantuan kemanusiaan kali ini dikonsolidasikan secara terpusat dengan melibatkan kekuatan lintas institusi di luar pemerintah daerah. 

Secara terperinci, berbagai instansi di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengalokasikan sejumlah bantuan strategis guna mempercepat penanganan dampak bencana.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memberikan Bantuan Keuangan Tanggap Darurat senilai Rp 1.000.000.000 yang ditransfer secara langsung kepada Pemprov NTT.

Di sektor keuangan, konsorsium yang terdiri dari OJK, BI, BMPD, dan FKIJK turut menghimpun Dana Kolektif Kemanusiaan sebesar Rp 90.000.000, yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu para mahasiswa NTT.

Langkah ini diperkuat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPBD DIY yang mengirimkan obat-obatan serta perbekalan medis senilai Rp 38.000.000 langsung ke lokasi bencana.

Sementara itu, guna memastikan asupan gizi para perantau tetap terjaga, Dinas Pertanian DIY mendistribusikan bantuan logistik ketahanan pangan berupa 405 kilogram beras per bulan, yang juga mencakup pasokan telur, bagi asrama-asrama mahasiswa NTT yang menetap di Yogyakarta.

Pemda DIY juga telah menginisiasi penggalangan donasi "Peduli NTT" guna memfasilitasi partisipasi aktif dari aparatur sipil negara (ASN) serta karyawan BUMD untuk bantuan jangka panjang bagi para korban.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.