Satu Keluarga Tempuh S3 Bersama di UM, Ikuti Rekomendasi Sang Ibu
GH News August 19, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Ada cerita unik di balik momen ujian disertasi salah satu mahasiswa S3 Universitas Negeri Malang (UM), Dr Rayyan Sugangga. Tidak sendiri, Rayyan ternyata menempuh Program Doktor Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM bersama satu keluarganya.

Satu keluarga tersebut adalah sang ibu, Dr Amelia Setywati, Dr Rayyan Sugangga, Dr Amelia Sugangga (adik Rayyan), dan Dr (cand) Iradah Rahman (istri Rayyan). Keempatnya menempuh studi yang sama yakni Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UM.

"Ada satu benang merah yang kuat dalam keluarga kami, yaitu pendidikan dan semangat untuk terus belajar," tutur Rayyan dikutip dari laman resmi UM, Rabu (19/8/2026).

Rekomendasi Sang Ibu

Rayyan menjelaskan bila lingkungan keluarganya sangat dekat dengan pendidikan, profesionalitas, dan kewirausahaan. Mereka diajarkan untuk melihat bila proses belajar tidak berhenti pada jenjang tertentu.

Kuliah S3 merupakan sebuah upaya untuk pengembangan kapasitas diri dan memperluas kontribusi keilmuan. Keputusan Rayyan menempuh S3 di FEB UM ternyata tak lepas dari rekomendasi sang ibu.

Sebelumnya, Rayyan dan istrinya (Iradah) ingin melanjutkan studi S3 ke Taiwan melalui jalur beasiswa. Tetapi, sang Ibu, Dr Amelia menyarankan agar keduanya mempertimbangkan UM.

Akhirnya, keduanya mempertimbangkan berbagai hal, dari lingkungan akademik, program studi, dan peluang pengembangan keilmuan di FEB UM. Hingga, akhirnya keputusan Rayyan dan istrinya bulan untuk menempuh studi di kampus dengan julukan Universitas Pembelajaran itu.

"FEB UM tidak sekedar menjadi tempat memperoleh gelar doktor. Lingkungan akademik di dalamnya memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian secara mendalam, serta memahami berbagai persoalan manajemen dari perspektif yang lebih luas," tutur keluarga tersebut.

Berangkat dari Bidang Berbeda-beda

Meskipun menempuh studi di program studi yang sama, yakni Doktor Ilmu Manajemen, keluarga ini ternyata berasal dari bidang yang berbeda-beda. Dr Amelia Setyawati kini menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang yang telah berkecimpung dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

Selanjutnya Rayyan dikenal aktif di lingkungan pendidikan dan berprofesi sebagai konsultan teknologi informasi. Adik Rayyan, Amelia Sugangga merupakan dosen yang juga mengembangkan usaha kecil.

Sedangkan istri Rayyan, Iradah merupakan dokter hewan yang kini juga berprofesi sebagai dosen. Dari latar belakang bidang yang berbeda ini, keempatnya juga memiliki perspektif dan objek penelitian yang berbeda.

Dr Amelia Setyawati melakukan penelitian terhadap UMKM di sembilan kawasan wisata religi Wali Songo yang tersebar di Pulau Jawa. Hal serupa juga dilakukan Dr Amelia Sugangga.

Bedanya, Amelia Sugangga mengambil lokasi penelitian di Bandung, Jawa Barat, dengan fokus studi pada peran perempuan. Fokus penelitian tentang UMKM juga dilakukan Dr Rayyan yang memilih penelitian di Kabupaten Buleleng Utara.

Disertasi Rayyan membahas tentang pertemuan perspektif manajemen keuangan, kewirausahaan, inovasi, dan kearifan lokal Tri Hita Karana. Tri Hita Karana adalah perspektif penting yang dipercaya masyarakat Bali dalam praktik usaha.

"Konsep yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan tersebut tidak hanya dipandang sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai nilai yang dapat hadir dalam aktivitas usaha sehari-hari," sampai Rayyan.

Dengan pembaruan yang mempertemukan pendekatan manajemen modern dengan konteks budaya lokal, hasil penelitiannya menunjukkan bila nilai budaya tidak selalu bekerja secara langsung dalam meningkatkan kinerja finansial.

"Dalam kondisi tertentu, budaya dapat berfungsi sebagai kerangka nilai dan etika yang memengaruhi cara pelaku usaha menjalankan bisnis, berinovasi, membangun hubungan sosial, menggunakan sumber daya, dan menjaga keberlanjutan usaha," papar Rayyan.

Masih berkaitan dengan UMKM, Iradah istri Rayyan punya fokus penelitian sesuai bidangnya. Ia melakukan penelitian di DI Yogyakarta tentang pet industry atau industri yang berkaitan dengan hewan peliharaan.

Perbedaan lokasi membuat masing-masing anggota berhadapan dengan karakter masyarakat, pelaku usaha, budaya, serta dinamika lapangan yang berbeda. Namun, pengalaman tersebut justru jadi bahan diskusi antar anggota keluarga.

"Kami berada dalam program studi dan lingkungan akademik yang sama, tetapi masing-masing berhadapan dengan karakter masyarakat, pelaku usaha, budaya, dan dinamika lapangan yang berbeda," tegas Rayyan.

Bagi keluarga tersebut, S3 bersama di UM tak sekedar untuk meraih gelar doktor. Pengalaman tersebut adalah ruang untuk menumbuhkan tradisi belajar dalam keluarga melalui jalur penelitian yang berbeda, tapi semangatnya tetap sama.

Kebersamaan keluarga ini tidak berhenti di tahap berbagai cerita penelitian. Keempatnya saling mendukung ketika menghadapi berbagai tantangan studi doktoral.

Dr Rayyan mengatakan keberadaan anggota keluarganya yang memahami proses akademik secara langsung menjadi sumber dukungan tersendiri. Mereka dapat saling berdiskusi, mengingatkan, dan memberikan semangat agar perjalanan akademik yang telah dimulai bisa selesai.

Meski ceritanya cukup beruntung dengan banyak dukungan yang didapat, Rayyan memberikan semangat untuk semua mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan. Menurutnya, setiap orang memiliki waktu, tantangan, kesempatan, dan jalannya masing-masing.

"Yang terpenting adalah tetap berjalan, menjaga konsistensi, dan sesekali mengingat kembali alasan mengapa kita mulai," pesannya.

Devita Savitri
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom sejak 2023 lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tertarik dan aktif meliput isu terkait pendidikan dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.