Capaian P3S Sigi Meningkat, Desa Berkinerja Baik Naik dari 5 Jadi 59 Desa
Fadhila Amalia August 19, 2026 01:29 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Kinerja desa di Kabupaten Sigi dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting menunjukkan peningkatan signifikan. 

Jumlah desa masuk kategori berkinerja baik dalam konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting (P3S) meningkat dari 5 desa pada 2025 menjadi 59 desa pada 2026.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Sigi Muhammad Rizal Intjenae dalam acara ramah tamah HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca juga: Unik, Desa hingga OPD di Sigi Dinilai Kurang Bersih, Malah Dapat Sapu Lidi

Sekaligus pengumuman hasil penilaian desa, program Pakagali Pakagaya Ngata, enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, penilaian konvergensi P3S, serta Desa Zero Stunting tahun 2026, Selasa malam (18/8/2026).

Dalam sambutannya, Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, kader pembangunan manusia, TP PKK, pendamping desa, camat, perangkat daerah dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan stunting.

Menurutnya, peningkatan jumlah desa berkinerja baik menjadi bukti adanya kemajuan dalam upaya bersama menangani stunting di Kabupaten Sigi.

“Dari lima menjadi 59. Yang menilai bukan saya, tetapi Menteri Desa,” ujar Rizal.

Meski demikian, Rizal mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah desa berpuas diri.

“59 desa bukanlah akhir dari perjuangan. 59 desa adalah bukti bahwa kita mampu dan karena kita mampu, maka target kita harus lebih tinggi,” tegasnya.

Dari 59 desa berkinerja baik tersebut, sebanyak 10 desa dipilih untuk mengikuti penilaian lebih lanjut sebagai perwakilan Kabupaten Sigi.

Menuju tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah berharap perwakilan tersebut mampu berkompetisi hingga tingkat nasional.

Dalam pengumuman hasil penilaian, Desa Pakuli meraih juara pertama, disusul Desa Kota Pulu sebagai juara kedua dan Desa Lolu sebagai juara ketiga.

Baca juga: Damkar Morowali Kekurangan Personel, Baru 3 Kecamatan Terlayani dari 10 Wilayah

Rizal berharap Desa Pakuli dapat membawa nama baik Kabupaten Sigi pada penilaian tingkat provinsi dan melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional.

Selain capaian desa berkinerja baik, Pemkab Sigi juga mencatat 10 desa telah mencapai kondisi zero stunting.

Rizal mengingatkan bahwa zero stunting bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertahankan kondisi tersebut.

“Ketika sebuah desa sudah zero stunting, maka tanggung jawab kita justru semakin besar untuk mempertahankannya. Karena anak-anak yang sehat hari ini adalah sumber daya manusia Sigi di masa depan,” katanya.

Ia menargetkan semakin banyak desa di Kabupaten Sigi yang mampu memenuhi seluruh indikator desa berkinerja baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan data yang disampaikan Rizal, jumlah balita stunting di Kabupaten Sigi juga mengalami penurunan.

Pada Februari 2025 tercatat 2.119 balita stunting, kemudian turun menjadi 1.630 balita pada Februari 2026. Artinya, terdapat penurunan sebanyak 489 balita.

Meski capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif, Rizal menilai pemerintah tidak boleh berhenti bekerja. 

Pemerintah desa diminta terus melakukan verifikasi dan validasi data agar intervensi program benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

“Data yang akurat adalah dasar intervensi yang tepat,” ujarnya.

Rizal juga menyoroti masih adanya desa yang belum melakukan verifikasi dan validasi data.

Ia meminta pemerintah desa segera menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk memastikan masyarakat belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun KTP dapat terdata dan memperoleh pelayanan administrasi kependudukan.

Menurutnya, penurunan stunting tidak boleh hanya berorientasi pada angka.

Setiap anak harus dipastikan terdata, mendapatkan pelayanan, tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal menegaskan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata dan pelayanan publik yang berkualitas.

Baca juga: Harga HP Infinix Agustus 2026: HP Infinix Hot 70, Infinix Zero Ultra, Infinix GT 30 Pro

“Pemerintah harus hadir dengan hasil, bukan hanya dengan rencana,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pameran program dan target capaian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2025–2026 merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. 

Setiap capaian harus dipertanggungjawabkan, sementara kekurangan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan.

Acara tersebut juga menjadi momentum pemberian apresiasi kepada kader Posyandu teladan.

Dua kader menerima penghargaan yakni Damaris Marice, kader Posyandu Anggrek Desa Gimpu, Kecamatan Kulawi Selatan, serta Reni, kader Posyandu Seroja Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo.

Ramah tamah turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sigi, Ketua DPRD Sigi, Sekretaris Daerah, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, para kepala OPD, camat, kepala desa, kader Posyandu, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta Paskibraka Kabupaten Sigi tahun 2026 bersama orang tua dan wali.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.