Pacu Jalur 2026 di Kuantan Singingi Resmi Dibuka, Diharapkan Dongkrak Ekonomi
Sesri August 19, 2026 02:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2026 bukan sekadar menjadi ajang pelestarian budaya.

Besarnya arus wisatawan yang datang ke Teluk Kuantan diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Mulai dari pelaku UMKM, pedagang makanan dan minuman, penginapan, transportasi hingga berbagai usaha masyarakat berpeluang mendapatkan manfaat selama festival berlangsung pada 19-23 Agustus 2026, di Tepian Narosa.

Terlebih, Pacu Jalur kini semakin dikenal luas dan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Kuansing untuk menjadikan kekuatan budaya sebagai penggerak ekonomi daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, penyelenggaraan Pacu Jalur harus mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Hal itu sejalan dengan tema Festival Pacu Jalur Kuansing 2026, yakni "Budaya Lestari, Ekonomi Berseri".

"Bagi saya, Pacu Jalur kali ini sudah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, rasa bangga ini belum menjadi akhir dari upaya memperkuat event budaya tahunan," kata SF Hariyanto saat membuka Festival Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Rabu (19/8/2026).

Festival tersebut resmi dibuka dengan pemukulan gong. Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati kawasan Tepian Narosa untuk menyaksikan salah satu pesta budaya terbesar di Riau tersebut.

Baca juga: Breaking News: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Buka Festival Pacu Jalur 2026 di Kuantan Singingi

Menurut SF Hariyanto, semakin dikenalnya Pacu Jalur hingga ke tingkat internasional harus diikuti dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan. Kekuatan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kuansing juga harus tetap dipertahankan.

Dengan demikian, dampak festival tidak berhenti pada ramainya wisatawan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan nilai adat dan budaya Kuansing kepada dunia.

"Bahkan, dunia internasional pun harus bisa memahami nilai budaya dan adat istiadat yang terkandung di dalamnya," ujarnya.

Untuk memperbesar dampak ekonomi dari sektor pariwisata, SF Hariyanto menilai konektivitas menuju Kuansing menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperkuat.

Pada tahun ini, pemerintah pusat memberikan dukungan untuk perbaikan jalan nasional menuju Kuansing. Namun, Pemprov Riau juga mendorong pengembangan akses yang lebih luas.

SF Hariyanto mengungkapkan, Pemprov Riau telah mengusulkan agar akses menuju Kuansing dapat terkoneksi dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Konektivitas tersebut dinilai penting untuk memangkas waktu perjalanan sekaligus mempermudah wisatawan menuju daerah yang dikenal sebagai Kota Jalur itu.

"Dengan konektivitas yang baik, pergerakan wisatawan akan meningkat. Ekonomi daerah pun ikut lancar karena akses menuju lokasi Pacu Jalur lebih mudah," katanya.

Akses transportasi yang semakin baik diharapkan membuat kunjungan wisatawan tidak hanya meningkat saat Festival Pacu Jalur berlangsung. 

Kuansing juga memiliki peluang mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam jangka panjang.

Semakin mudah wisatawan datang, semakin besar pula peluang bagi usaha lokal untuk berkembang, mulai dari kuliner, kerajinan, produk UMKM, transportasi hingga penginapan.

Di tengah besarnya potensi ekonomi tersebut, SF Hariyanto mengingatkan bahwa masa depan Pacu Jalur tidak dapat dipisahkan dari kelestarian Sungai Kuantan.

Sungai bukan sekadar arena perlombaan, tetapi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekaligus tempat lahir dan berkembangnya tradisi Pacu Jalur.

Karena itu, ia meminta penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin dilakukan secara serius. Kerusakan sungai dikhawatirkan akan berdampak terhadap keberlangsungan Pacu Jalur pada masa mendatang.

"Menjaga sungai adalah tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai Pacu Jalur dibanggakan, tetapi sungai dibiarkan rusak," tegasnya.

Menurutnya, kemajuan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan budaya.

Festival Pacu Jalur Kuansing 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Agustus 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.

Tahun ini sebanyak 204 jalur dengan ribuan anak pacu akan bersaing menjadi yang tercepat di Sungai Kuantan.

"Kepada para peserta yang ikut bertanding saya berpesan agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kekompakan. Sebab, sebuah jalur hanya bisa melaju dengan baik apabila seluruh awak bekerja dan mendayung bersama," katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.