Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Perlombaan Pacuan Kuda Humba Cup IV di Sumba Timur yang digelar di Lapangan Rihi Eti, Prailiu diharapkan menjadi ajang pemersatu di tengah perbedaan yang ada.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Timur, Yonathan Hani, saat membuka kegiatan tersebut secara resmi pada Selasa (18/7/2026).
Ia mengatakan, pacuan kuda yang merupakan warisan budaya itu bukan sekadar olahraga. Perlombaan ini sudah selayaknya dijadikan sebagai ruang pemersatu.
Karena itu, ia mengajak semua pihak dan seluruh masyarakat untuk ikut mendukung dan meramaikan perlombaan tersebut.
Baca juga: 683 Ekor Kuda Ramaikan Lomba Pacuan Kuda Humba Cup IV di Sumba Timur NTT
"Kami berharap Pacuan Kuda Humba Cup IV ini dipakai sebagai ajang untuk mempersatukan, bukan ajang pemecah belah. Kita punya tanggung jawab yang sama untuk mendukung perlombaan ini,” kata dia.
Yonathan Hani menjelaskan, penyelenggaraan pacuan kuda juga menegaskan bahwa Pulau Sumba tidak saja dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga warisan budaya yang tetap terjaga.
Kuda, selain menjadi ikon budaya, juga menjadi penopang ekonomi sekaligus hiburan bagi pecinta olahraga balap kuda.
Ia pun yakin, ke depan, dari pulau ini akan ada kuda yang menjadi juara pada pacuan nasional.
“Mari kita bersama-sama memastikan pacuan kuda ini berjalan dengan baik, sportif dan adil,” ajaknya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Panitia Humba Cup IV bersama Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumba Timur dan semua pendukung perlombaan tersebut.
“Kegiatan ini tidak menggunakan anggaran daerah. Terima kasih kepada Pordasi, panitia pelaksana dan semua yang telah memberikan dukungan,” ucapnya.
Warga Senang
Seorang warga, Petrus Hinggiranja (56), yang ditemui di lapangan pacuan kuda itu mengaku senang atas penyelenggaraan olahraga tersebut.
Perlombaan itu, kata dia, semakin menyemarakkan momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain itu, pacuan kuda, kata dia, memberi keuntungan. Kuda pacu umumnya memiliki harga jual yang tinggi, apalagi jika menang dalam olahraga tersebut.
“Kami bersyukur ada kegiatan ini. Semakin ramai apalagi bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI,” kata pecinta olahraga kuda ini kepada Pos Kupang. (dim)