TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan hingga kini masih menyelidiki kebakaran yang melanda Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau yang terjadi pada Jumat (14/8/2026) lalu.
Untuk membantu penyelidikan, tim dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran SPBU Lubuk Terap pada Selasa (18/8/2026).
Tim Bidlabfor Polda Riau membantu penyidik Satreskrim Polres Pelalawan dalam mengungkap penyebab pasti kebakaran SPBU yang berawal dari ledakan mobil yang diduga pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM).
Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Pelalawan mendampingi Tim Bidlabfor Polda Riau mengecek TKP kebakaran agar penyelidikan lebih lengkap dengan adanya hasil pemeriksaan dari tim ini.
"Tim Bidlabfor mengambil berbagai sampel dari lokasi SPBU Lubuk Terap yang terbakar, untuk diperiksa di laboratorium. Ini sangat mendukung penyelidikan kita," ujar Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi melalui Kanit II Tipidter Iptu Asbon Mairizal kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (19/8/2026).
Adapun sampel yang diambil oleh tim Bidlabfor diantaranya kabel-kabel di areal SPBU, pompa nozzle, dan bagian-bagian lainnya dari bangunan SPBU dengan nomor 14.283.624.
Baca juga: Temukan Jeriken di Mobil, Polres Pelalawan Dalami Pelangsir BBM Penyebab SPBU Lubuk Terap Terbakar
Selain itu, tim Bidlabfor juga fokus meneliti minibus yang telah hangus terbakar di lokasi. Mobil Daihatsu Terios warna hitam itu menjadi pemicu utama kebakaran SPBU Lubuk Terap.
Petugas mengambil berbagai sampel dari bangkai kendaraan yang diduga pelangsir BBM tersebut. Mulai dari kabel-kabel, bekas jeriken hingga bagian penting lainnya untuk mengungkap penyebab ledakan dan kebakaran.
"Ada juga handphone pemilik mobil yang ikut terbakar ditemukan. Termasuk kerangka jeriken yang ada di dalam bangkai mobil. Semuanya dibawa untuk diuji di laboratorium," beber Kanit Asbon Mairizal.
Dikatakannya, tim Bidlabfor akan melanjutkan pemeriksaan di laboratorium dan hasilnya akan disampaikan ke penyidik Unit II Satreskrim Polres Pelalawan. Hal itu melengkapi berkas penyelidikan sebagai keterangan ahli.
Sejauh ini, lanjut Asbon, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi dalam kasus ini, termasuk petugas dari SPBU Lubuk Terap yang dikelola PT Patra Riau Mandiri.
Mengingat pihak SPBU sebagai korban melaporkan perkara itu ke Polres Pelalawan. Atas dasar laporan polisi itu jugalah penyidik menurunkan tim dari Bidlabfor Polda Riau.
Penyidik juga melakukan upaya pencarian terhadap pemilik mobil Daihatsu Terios warna hitam yang menjadi penyebab utama kebakaran. Pemilik disebut bernama Ari yang dituding sebagai pelangsir BBM subsidi.
Saat ledakan terjadi yang menimbulkan api kebakaran, minibus itu diduga sedang mengangkut belasan jeriken berisi biosolar yang hendak diselundupkan.
"Pemiliknya diduga kabur setelah kejadian. Saat kami cek ke rumahnya, sudah kosong dan keluarganya tidak ada lagi. Yang bersangkutan kabur ke luar daerah dan kita upayakan pengejaran," ujar Asbon.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)