Inilah Ucapan KDM yang Bikin Maba UNPAD Kehilangan Semangat Kuliah: Kenapa Kamu Dilahirkan 
Rita Lismini August 19, 2026 04:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (UNPAD) bernama Keisha ramai jadi sorotan di media sosial. 

Video tersebut direkam saat rangkaian kegiatan Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (Prabu) 2026 pada 10 Agustus 2026.

Dalam video itu, KDM awalnya menanyakan apa masalah yang sedang dihadapi Keisha.

Keisha lalu mulai cerita soal kondisi keluarganya, termasuk bantuan KIP yang sudah ia dapat sejak SD.

“Pertama-tama aku dari SD dapat bantuan kan KIP,” ujar Keisha dikutip TribunBengkulu.com dari akun Instagram @rumpi_gosip, Rabu (19/8/2026). 

KDM kemudian menanyakan apakah Keisha sedang curhat soal masalah pribadinya.

“Eh, apa sih kamu curhat?” tanya KDM.

Keisha yang terlihat bingung lalu menjawab, “Eh, Pak, sumpah, maksudnya apa?”

KDM kemudian menanyakan apakah Keisha sedang membutuhkan bantuan uang.

Keisha pun menjelaskan bahwa dirinya tidak sedang meminta bantuan.

“Kamu mau dapat bantuan uang tunai?” lanjut KDM.

“Enggak, Pak,” jawab Keisha.

Obrolan kemudian berlanjut saat KDM menanyakan nama dan asal Keisha.

“Kamu siapa sih namanya?” tanya KDM.

“Keisha, aku dari Garut, Leles,” jawabnya.

KDM lalu menanyakan soal ayah Keisha. 

Saat itu, Keisha mengatakan bahwa ayahnya tidak bertanggung jawab.

“Terus bapaknya masih ada?” tanya KDM.

“Bapak aku nggak tanggung jawab,” jawab Keisha.

Ucapan KDM setelah itu jadi salah satu bagian yang paling ramai dibahas karena menyentuh langsung persoalan keluarga yang sedang diceritakan Keisha.

“Kenapa kamu dilahirkan dari bapak yang nggak bertanggung jawab? Pilih yang bertanggung jawab dong,” kata KDM.

Keisha kemudian menjawab bahwa dirinya tentu tidak bisa memilih keadaan keluarganya sejak lahir.

“Ya nggak tahu atuh, Pak. Kan nggak bisa atur nasib,” jawab Keisha.

Keisha lalu menjelaskan bahwa ayahnya masih ada dan mereka masih pernah bertemu. 

Namun, menurut Keisha, ayahnya tidak banyak memberikan kabar dan bantuan kepadanya.

“Intinya tuh bapak aku nggak ada kasih kabar gitu,” ujar Keisha.

“Sampai sekarang nggak ketemu bapaknya?” tanya KDM.

“Ketemu, tapi ya gitu. Misalnya aku minta uang punya gitu lah,” lanjut Keisha.

Keisha juga cerita soal tempat tinggalnya. 

Ia sebelumnya tinggal bersama neneknya, tetapi sang nenek sudah meninggal. 

Sekarang, Keisha tinggal bersama uwaknya.

“Aku sama nenek, tapi nenek aku udah meninggal. Aku sekarang tinggal sama uwa, nggak enak ya,” ungkap Keisha.

Setelah video tersebut viral dan jadi perhatian banyak orang, beredar surat yang berisi ajakan untuk memberikan dukungan kepada Keisha dari keluarga besar Administrasi Pemerintahan UNPAD. 

Surat itu diunggah ulang oleh akun Threads @feelsgood pada Rabu (19/8/2026).

Dalam surat tersebut, pihak keluarga besar Administrasi Pemerintahan menyampaikan bahwa mereka ikut melihat kondisi yang dialami Keisha setelah mengikuti rangkaian Prabu 2026 dan mendapat kesempatan wawancara dengan Gubernur Jawa Barat.

“Belakangan ini kita sama-sama melihat situasi yang dialami oleh Keisha Adpem’26, dalam rangkaian kegiatan Prabu 2026 berkesempatan untuk wawancara dengan Gubernur Jawa Barat yang kemudian menjadi perhatian publik saat ini karena pada kesempatan tersebut, yang bersangkutan mendapatkan perlakuan dan ucapan yang kurang mengenakkan baik mengenai Program Studi Administrasi Pemerintahan serta kehidupan pribadi Keisha,” tulis surat tersebut.

Surat itu juga menyebut kondisi Keisha sekarang sedang tidak baik-baik saja. 

Keisha disebut merasa malu dan kehilangan semangat untuk kuliah di Administrasi Pemerintahan dan UNPAD.

“Dan pada saat ini kondisi Keisha sedang tidak baik-baik saja karena merasa malu dan kehilangan semangat untuk berkuliah di Adpem dan Unpad,” lanjut isi surat tersebut.

Karena itu, keluarga besar Administrasi Pemerintahan merasa perlu hadir untuk memberikan dukungan kepada Keisha.

“Sebagai keluarga besar Administrasi Pemerintahan, rasanya penting bagi kita untuk hadir memberikan dukungan, semangat, dan motivasi kepada Keisha,” tulisnya.

Mereka juga berharap Keisha tetap kuat dan tidak kehilangan semangat untuk melanjutkan pendidikannya.

“Terlepas dari dinamika yang terjadi, semoga Keisha tetap kuat, tidak kehilangan semangat, dan terus melangkah dalam menjalani proses pendidikannya,” lanjut surat tersebut.

Untuk menunjukkan dukungan, para alumni Administrasi Pemerintahan juga diajak mengirimkan pesan singkat untuk Keisha.

“Untuk itu, kami mengajak Akang/Teteh Alumni Adpem untuk memberikan pesan singkat berupa semangat, motivasi, atau dukungan kepada Keisha,” tulisnya.

Pesan dari para alumni nantinya akan dikumpulkan dan dirangkum sebagai bentuk dukungan agar Keisha tahu bahwa dirinya tidak sendirian.

“Pesan dari Akang/Teteh nantinya akan kami rangkum sebagai bentuk bahwa Keisha tidak berjalan sendirian dan bahwa keluarga besar Adpem selalu punya ruang untuk saling menguatkan,” lanjut isi surat tersebut.

Para alumni juga diminta menggunakan format pesan yang sudah ditentukan.

“Format pesan:
Pesan - [Nama] Adpem [Tahun Angkatan]” Tulisnya. 

Surat tersebut kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih kepada para alumni yang ikut memberikan perhatian dan dukungan kepada Keisha.

“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian Akang/Teteh. Semoga dukungan kecil dari kita dapat menjadi energi besar bagi Keisha untuk terus melangkah,” tutup isi surat tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.