TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Volume sampah sungai di Kota Denpasar kini mulai menurun.
Saat ini, per hari, sampah yang dikumpulkan dari sungai sebanyak 30,6 ton.
Jumlah ini menurun, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 44,1 ton per hari.
Meski demikian jumlah ini masih cukup tinggi dibandingkan sebelum adanya kebijakan pemilahan sampah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya mengatakan, kecenderungan masyarakat membuang sampah ke sungai masih tinggi.
Dikatakannya, sebelum diberlakukannya kebijakan pemilahan sampah, timbulan sampah sungai di Denpasar mencapai 26,4 ton per hari.
Kemudian timbulan sampah melejit hingga 44,1 ton per hari.
"Saat ini mulai menurun yakni 30,6 ton, namun angka masih tinggi dan masih banyak juga masyarakat yang membuang sampah ke sungai," katanya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Terkait menurunnya jumlah sampah sungai tersebut, ia menyebutkan, kesadaran masyarakat terhadap memilah dan membuang sampah pada tempatnya mulai naik.
Baca juga: Kronologi Pengeroyokan 3 Pekerja Kandang Ayam di Abiansemal Badung Bali, Berawal dari Diminta Ayam
Namun kesadaran tersebut masih perlu didorong mengingat timbulan sampah di sungai masih cukup tinggi.
Terkait penanganan sampah sungai, pihaknya berupaya maksimal dengan tenaga yang ada.
Sampah-sampah yang diangkut tersebut dibawa ke TPS3R, namun sebelum dibawa mereka diharuskan memilah terlebih dahulu.
"Itu yang menjadi penanganan sampah di sungai agak lambat, karena harus memilah dulu, selain memang jumlah sampah bertambah," terangnya.
Pihaknya berharap masyarakat semakin sadar dan tidak membuang sampah ke sungai.
(*)