Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 10 personel SAR Satuan Brimob Polda Bali diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat penanganan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Tak sekadar mengirim personel taktis, pasukan ini memboyong armada khusus penyedia makanan siap saji dan mesin pengolah air minum langsung ke titik bencana.
Pemberangkatan kontingen Bawah Kendali Operasi (BKO) dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Bali, Kombes Pol Febryanto Siagian, dari Mako Brimob Tohpati, Denpasar.
Rombongan yang dipimpin Ipda Nyoman Suastika ini menempuh perjalanan darat dan laut lintas pulau menuju lokasi penugasan akhir di Ende.
Baca juga: Volume Sampah yang Dibuang ke Sungai di Denpasar Bali Mulai Menurun, Kini 30,6 Ton per Hari
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menjelaskan, bahwa penugasan ini berfokus penuh pada misi kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.
Untuk memastikan kebutuhan korban bencana terpenuhi, Polda Bali menyertakan empat unit kendaraan khusus (ransus).
Armada tersebut mencakup kendaraan dapur lapangan (randurlap), kendaraan pendukung dapur, mobil water treatment untuk memproduksi air bersih layak konsumsi, serta unit Isuzu D-Max sebagai kendaraan operasional lapangan.
Baca juga: Kasus Pelecehan saat Korban Mengendarai Motor di Bongkasa Badung Bali Berakhir Damai
"Dengan dukungan kendaraan khusus ini, tim diharapkan mampu memenuhi kebutuhan logistik makanan siap saji dan air bersih bagi masyarakat di sana," jelas Kombes Pol Ariasandy.
Perjalanan panjang ditempuh mulai dari Pelabuhan Padangbai Bali menuju Lembar Lombok, disambung rute penyeberangan Gili Mas menuju Kupang, hingga akhirnya merapat di Ende.
Tim SAR Brimob diproyeksikan langsung beroperasi mendirikan posko bantuan begitu tiba di lokasi.
Kombes Pol Ariasandy berpesan agar seluruh personel menjalankan misi secara profesional serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.
Baca juga: Korban Dugaan Persetubuhan Anak di Buleleng Bali Dapat Pendampingan Psikologis
"Layani masyarakat dengan ikhlas, humanis, dan tetap jaga nama baik institusi," tegasnya.
Polda Bali berharap kehadiran tim SAR dan fasilitas pendukung ini dapat meringankan beban para korban sekaligus mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
"Selamat bertugas, jaga kesehatan dan kekompakan. Jadilah pelindung yang membawa harapan dan rasa aman bagi masyarakat," pungkas Kombes Pol Ariasandy. (*)