Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Taufik, menjelaskan penurunan harga yang disampaikan pemerintah pusat memang khusus untuk pupuk bersubsidi, bukan seluruh jenis pupuk yang beredar di pasaran.
Ia menyebut harga pupuk subsidi sebelumnya sekitar Rp120.000 per karung dan kini turun menjadi Rp95.000 per karung.
"Selama ini di angka Rp120.000 per karungnya, sekarang itu di Rp95.000 per karung. Itu ada penurunan sekitar 20 persen," jelas Taufik.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap petani sekaligus upaya mendorong percepatan swasembada pangan.
"Jadi ini salah satu keberpihakan pemerintah terkait dengan percepatan swasembada pangan dengan adanya penurunan nilai jual pupuk bersubsidi kepada petani," ungkap Taufik.
Taufik mengatakan, harga pupuk subsidi yang lebih murah diharapkan membuat petani semakin bergairah meningkatkan produksi, terutama komoditas pangan seperti padi.
"Artinya pemerintah mendorong agar petani bergairah untuk menanam padi dengan memanfaatkan pupuk yang tergolong masih rendah," kata Taufik.
Terkait kelangkaan pupuk subsidi, Taufik menyebut pihaknya sejauh ini belum menerima keluhan masyarakat mengenai kekurangan pupuk subsidi.
Menurutnya, alokasi pupuk subsidi pada 2025 dan 2026 relatif sama, setelah sebelumnya sempat mengalami sedikit penurunan pada periode 2024-2025.
"Pasokan pupuk subsidi di tahun 2024 hingga 2025 memang kita ada penurunan sedikit alokasinya. Kemudian di 2025 ke 2026 ini sama alokasinya dan sampai hari ini memang belum ada keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan atau kurangnya pupuk subsidi," ungkap Taufik.
Meski demikian, hasil pemantauan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida menemukan adanya persoalan distribusi di sejumlah wilayah.
"Ada beberapa wilayah kecamatan yang kelebihan pupuk dan ada yang agak kurang," bebernya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pertanian Kepahiang akan mendorong realokasi pupuk subsidi agar stok tidak menumpuk di satu wilayah, sementara petani di wilayah lain kesulitan mendapatkan pupuk.
"Langkah kita yakni akan mendorong untuk dilakukan realokasi, supaya kuota pupuk yang diberikan ke Kabupaten Kepahiang bisa terserap semua," jelasnya.
Saat ini, terdapat sekitar 16 kios penyalur pupuk subsidi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kepahiang.