Heboh Siswa Dikerahkan Bersihkan Sampah di Musara Alun, Ini Tanggapan DLH Aceh Tengah
Budi Fatria August 19, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com, Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Keterlibatan sejumlah pelajar sekolah dalam aksi pembersihan sampah di Lapangan Musara Alun, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Selasa (18/8/2026), sempat menuai sorotan publik.

Pembersihan sampah tersebut melibatkan siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA pascakegiatan malam resepsi Pesta Rakyat HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di lapangan tersebut, Senin (17/8/2026) malam.

Para siswa tampak mulai turun tangan membersihkan sisa sampah yang berserakan sejak pukul 07.30 WIB.

Aksi pengerahan siswa ini disayangkan sejumlah pihak. Terlebih lagi, beberapa pedagang UMKM yang berjualan di lokasi itu mengaku sempat dimintai biaya kebersihan oleh oknum panitia.

"Padahal ada diminta uang kebersihan dan lampu Rp50 ribu per tenda,” ungkap Rahmah, salah seorang pedagang UMKM yang berjualan di Lapangan Musara Alun kepada TribunGayo.com, Selasa (18/8/2026).

Penjelasan DLH Aceh Tengah

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tengah, Salman Nuri, S.STP. , memberikan klarifikasi terkait peran dinas serta skema pembersihan di area publik tersebut.

Baca juga: Bupati Haili Yoga Pimpin HUT ke-81 RI di Musara Alun, Ajak Warga Aceh Tengah Bangkit Bersama

Salman menjelaskan bahwa pihak DLH bertugas penuh mengawali kebersihan selama agenda utama peringatan HUT ke-81 RI berlangsung.

Usai upacara pengibaran bendera, petugas kebersihan langsung mensterilkan lapangan untuk persiapan upacara penurunan bendera.

Namun, setelah upacara penurunan bendera selesai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda tambahan hingga malam resepsi, sehingga pembersihan menyeluruh belum dapat dilakukan secara maksimal pada malam hari.

“Malam harinya dilanjutkan dengan malam resepsi yang dipenuhi ribuan masyarakat. Banyak sampah ditinggalkan tidak pada tempatnya, padahal tong sampah sudah disiapkan. Jadi untuk upacara pengibaran dan penurunan, petugas kebersihan sudah menjalankannya,” ujar Salman, kepada TribunGayo.com, Selasa (18/8/2026).

Ia menambahkan, melonjaknya volume sampah juga dipicu oleh ramainya pengunjung serta banyaknya pelaku UMKM yang berjualan di sekitar area Pesta Rakyat.

Mengingat volume sampah yang sangat tinggi, pembersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan DLH saja.

Sebagai bentuk kepedulian bersama untuk mengedukasi siswa serta mengembalikan kebersihan Lapangan Musara Alun, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si. bersama para kepala SKPK, kepala sekolah, dan para siswa akhirnya berinisiatif menggelar aksi gotong royong bersama pada Selasa pagi.

Bantah Adanya Pungutan Liar

Terkait adanya keluhan pedagang mengenai pengutipan uang kebersihan, Salman secara tegas membantah hal tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh lapak pedagang yang berjualan di lokasi Pesta Rakyat tidak dipungut biaya alias gratis.

“Bukan dari Pemda, semua digratiskan, parkir juga gratis,” pungkas Salman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.