TRIBUNTRENDS.COM - Kasus pengeroyokan terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial IGN CEP (26) di kawasan Banjar Kukuh, Desa Marga, Tabanan, Bali, hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.
Dikutip dari Tribun Bali pada 19 Agustus 2026, lebih dari dua bulan setelah laporan dibuat, proses penanganan perkara tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menemukan terduga pelaku.
Baca juga: Bule Pemilik Gym di Ubud Bali Usir 3 WN Israel, Sebut Bersikap Kasar, Kalian Harusnya Ga di Sini
Kepada polisi, IGN CEP mengaku menjadi korban penganiayaan oleh dua orang sekitar pukul 01.40 Wita. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami sejumlah luka pada tubuh, termasuk memar serta patah tulang hidung yang membuatnya harus menjalani operasi.
Saat ditemui pada Rabu (19/8/2026), IGN CEP menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi ketika dirinya dalam perjalanan pulang menuju Baturiti setelah menyelesaikan tugas dalam acara Gong Kebyar Duta Tabanan di Art Center.
Sekitar pukul 01.00 Wita, korban mengendarai mobil dan melintas di depan Pura Puseh Banjar Kukuh. Di lokasi tersebut, ia melihat dua orang yang mengendarai sepeda motor melaju pelan di tengah jalan.
Karena ingin mendahului, IGN CEP kemudian membunyikan klakson. Kedua pengendara sepeda motor itu disebut menepi sehingga korban mengira tidak ada persoalan.
Baca juga: Sosok Preman yang Keroyok Ayah Pengantin di Purwakarta, Tak Punya Pekerjaan & Suka Mabuk-mabukan
Setelah berhasil melewati sepeda motor tersebut, korban melanjutkan perjalanan. Namun, ketika mendekati lokasi kejadian, ia melihat kedua pengendara kembali melaju dengan kecepatan tinggi melalui kaca spion.
Awalnya, IGN CEP mengira kedua orang tersebut sedang terburu-buru. Namun, dugaan itu berubah ketika sepeda motor tersebut mendekati mobil yang dikendarainya.
Korban kemudian menghentikan mobil di pinggir jalan. Saat membuka pintu dan belum sempat turun sepenuhnya, kedua orang tersebut langsung menyerangnya.
IGN CEP mengaku kepalanya, termasuk bagian belakang dan hidung, dipukul hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah. Ia juga disebut diseret keluar dari mobil hingga tubuhnya terbentur aspal.
Dalam kondisi sempoyongan akibat benturan, korban berusaha bangkit. Namun, pengeroyokan kembali terjadi. Salah satu pukulan yang diterimanya menyebabkan tulang hidungnya patah.
Setelah kedua pelaku berhenti melakukan kekerasan, korban memilih menepi dan duduk untuk memulihkan kondisi.
Usai pengeroyokan, salah seorang pelaku mempertanyakan alasan korban membunyikan klakson.
IGN CEP menjelaskan bahwa dirinya hanya membunyikan klakson karena ingin mendahului dan melanjutkan perjalanan pulang.
Menurut korban, kedua pelaku mengaku tersinggung karena dibunyikan klakson. Bahkan, setelah melakukan pengeroyokan, mereka sempat menantangnya untuk berduel.
Setelah kedua pelaku meninggalkan lokasi, korban yang masih dalam kondisi terluka dan berlumuran darah berusaha mengemudikan mobil menuju Polres Tabanan.
Sesampainya di Polres Tabanan, IGN CEP diarahkan untuk mendapatkan perawatan medis terlebih dahulu di rumah sakit.
Ia menyebut telah menjalani satu kali operasi akibat patah tulang hidung. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya pulih sehingga dirinya masih merencanakan operasi lanjutan.
Selama proses penyelidikan, korban mengaku telah beberapa kali dipanggil polisi untuk memberikan keterangan terkait kejadian namun elum ada pelaku yang ditangkap.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani membenarkan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.(TribunTrends.com)