Mengintip Spesifikasi Angkot Listrik yang Diproyeksikan Jadi Transportasi Masa Depan di Bandung
Seli Andina Miranti August 19, 2026 08:44 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Angkot listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang digagas Kopamas Kota Bandung, Jawa Barat, memiliki spesifikasi yang mumpuni dan diklaim mampu menempuh jarak hingga ratusan kilometer dalam sekali pengisian daya.

Dengan kemampuan tersebut, kendaraan listrik ini tentunya dapat digunakan hingga beberapa hari sebelum kembali melakukan pengisian baterai, tetapi kondisi tersebut tergantung pada pola dan kondisi pemakaian.

Perwakilan PT MAB, Abi Mantrono mengatakan, kendaraan itu menggunakan baterai berkapasitas sekitar 50 kWh dengan jarak tempuh mencapai 300 kilometer meski capaian itu bergantung pada kondisi operasional kendaraan.

"Dengan penggunaan tertentu, kendaraan bahkan bisa digunakan sampai sekitar dua hari sebelum kembali melakukan pengisian daya. Ini fast charging, dari daya sekitar 20 persen hingga 100 persen waktu pengisian sekitar satu jam," ujarnya saat ditemui di Kantor Kopamas, Rabu (19/8/2026).

Baca juga: Keunggulan Angkot Listrik yang Diproyeksikan Jadi Transportasi Masa Depan di Bandung

Ia mengatakan, angkot listrik tersebut, memiliki panjang sekitar 4,5 meter, lebar 1,68 meter dan wheelbase sekitar 3,5 meter. Kemudian bobotnya sekitar 2,6 ton dengan kapasitas penumpang hingga 12 orang.

"Untuk sistem pengereman, kendaraan ini tentu sudah menggunakan ABS. Kami juga sudah mempersiapkan AC untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh penumpang," kata Abi.

Sementara itu, kecepatan maksimal kendaraan disebut dapat mencapai sekitar 120 kilometer per jam. Namun, kecepatan operasional akan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik wilayah, sehingga jika ruas jalan yang relatif kecil, kendaraan dapat melaju pada kisaran 30 hingga 40 kilometer per jam.

"Kemampuan manuver kendaraan ini cukup baik untuk jalan-jalan yang relatif sempit. Kami sudah pernah melakukan uji coba di Jakarta, termasuk di kawasan Tanjung Priok, yang memiliki ruas jalan kecil," ucapnya.

Ia mengatakan, kendaraan ini bisa masuk ke jalan-jalan atau gang yang relatif sempit dan dapat bermanuver dengan baik. Bahkan, karakter tenaga kendaraan listrik yang tersedia secara instan membuat kendaraan tidak mengalami kendala berarti ketika melintasi tanjakan.

"Ketika kendaraan berada di tanjakan, tenaga dapat langsung tersedia. Jadi, kendaraan tetap dapat melaju di jalan menanjak tanpa masalah berarti," kata Abi.

Untuk trayek angkot itu nantinya akan melintasi jalur yang dikelola Kopamas yang telah dilakukan rerouting yakni Terminal Ledeng-Bandara Husein Sastranegara melalui Jalan Sukahaji.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, trayek angkot baru tersebut diusulkan oleh Kopamas dan pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan.

"Sudah berkirim surat, tapi belum ada jawaban. Saya pastikan minggu ini saya akan mengejar, jemput bola lah ke Kemenhub berkaitan itu," ujar Rasdian.

Baca juga: Menjajal Angkot Listrik di Jalanan Bandung, Diproyeksikan Jadi Transportasi Masa Depan

Rasdian mengatakan, nantinya angkot tersebut tidak akan ngetem, tetapi hanya akan menaikkan dan menurunkan penumpang di kawasan Bandara Husein Sastranegara.

"Jadi angkot tidak parkir, lewat saja bawa penumpang berangkat lagi. Kecuali yang kerjasama dengan angkutan yang bukan dalam trayek, kayak Grab, Gojek atau yang lain itu silakan koordinasi dengan Lanud," katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.