Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Liga Sepakbola U-21 Piala Dony-Yoshua tidak hanya menjadi ajang mencari bibit pesepakbola muda di Kabupaten Sumedang.
Bagi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Yoshua Sirait, kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi ke kegiatan yang positif.
Liga yang dibuka di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Rabu (19/8/2026), mempertemukan tim-tim sepakbola antarkecamatan kelompok usia di bawah 21 tahun.
Dony Ahmad Munir mengatakan, kompetisi ini menjadi salah satu cara untuk melahirkan pemain muda yang memiliki kemampuan teknis sekaligus karakter kuat.
"Saya yakin dengan kegiatan ini bisa melahirkan pemain muda Sumedang yang punya kemampuan teknis, mental juara, sportif, bekerja keras dan memiliki karakter yang kuat," katanya.
Dony juga menyampaikan terima kasih kepada Yoshua Sirait yang turut mendukung pembiayaan turnamen tersebut.
"Terima kasih kepada Bang Yoshua Sirait yang telah mendanai sebagian besar kegiatan ini. Biaya ini tanpa APBN, tanpa APBD, dibiayai Bang Yoshua," ujarnya.
Dony mengajak para remaja di Sumedang agar tidak mengonsumsi narkoba maupun minuman keras.
"Jauhi narkoban dan miras, dekati Dony dan Yoshua," ucapnya.
Yoshua menyebutkan, kompetisi seperti ini penting untuk memberikan pilihan aktivitas yang sehat bagi generasi muda, sekaligus membuka peluang bagi mereka yang memiliki minat dan bakat di bidang sepakbola.
"Saya juga ingin mendorong anak muda melakukan tindakan positif. Daripada judi, daripada berantem-berantem, mending kalian main bola di lapangan," ujar Yoshua.
Menurutnya, bermain sepakbola bukan sekadar mengisi waktu luang. Anak muda dapat mengasah kemampuan, membangun keterampilan, dan belajar bekerja keras untuk mencapai prestasi.
"Mending main bola, asah ilmu, asah skill, dan sepakbola telah membuktikan merubah hidup seseorang menjadi lebih maju," katanya.
Yoshua berharap Liga Sepakbola Piala Dony-Yoshua dapat menjadi salah satu wadah bagi pemain muda Sumedang untuk berkembang. Pemain yang menunjukkan kemampuan terbaik berpeluang mendapat kesempatan untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.
Baginya, semakin banyak anak muda yang aktif di lapangan, semakin besar pula peluang mereka membangun masa depan melalui jalur yang positif dan produktif.