Pembimbing Jemaah Umrah Travel Gema Talbia Ungkap Kondisi Penelantaran di Tanah Suci
asto s August 19, 2026 09:11 PM

TRIBUNJABI.COM, JAMBI - Pembimbing jemaah umrah, Ahmad Abdul Malik, mendesak Travel Gema Talbia bertanggung jawab atas dugaan penelantaran yang dialami puluhan jemaah selama berada di Tanah Suci, Arab Saudi.

Malik juga meminta pihak travel mengganti uang jemaah yang terpakai untuk membayar sejumlah kebutuhan selama perjalanan umrah.

Menurut Malik, jamaah terpaksa mengeluarkan uang untuk membayar penginapan, bus hingga makanan karena fasilitas yang dijanjikan travel tidak tersedia.

"Uang yang harus dia (pihak Travel Gema Talbia) ganti itu dari iuran jamaah," kata Abdul Malik kepada TribunJambi.com, Sabtu (15/8/2026).

TIBA DI JAMBI - Jemaah umrah dari Travel Gema Talbia tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 15.20 WIB. Sebelumnya, ada 21 jemaah umrah asal Jambi yang telantar di Arab Saudi.
TIBA DI JAMBI - Jemaah umrah dari Travel Gema Talbia tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 15.20 WIB. Sebelumnya, ada 21 jemaah umrah asal Jambi yang telantar di Arab Saudi. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)

Malik menyebut total uang jamaah yang terpakai untuk membayar sejumlah kebutuhan selama di Tanah Suci mencapai Rp193,4 juta.

Sebanyak 21 jamaah, termasuk sejumlah lansia, disebut mengalami persoalan fasilitas selama menjalankan ibadah umrah.

Rombongan tersebut mengikuti paket perjalanan umrah yang ditawarkan Travel Gema Talbia.

Malik yang juga menjadi salah satu pembimbing rombongan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Jumat (14/8/2026) bersama para jamaah.

Ia mengatakan awalnya mengetahui Travel Gema Talbia dari seorang teman.

Ia kemudian tertarik setelah mengetahui travel tersebut menawarkan paket umrah dengan harga yang relatif lebih murah.

Baca juga: Keuntungan Ikut Pemutihan Pajak Jambi, Bebas Denda Hingga Undian Kilau Emas

Dalam perjalanan selanjutnya, Malik mendapat tawaran untuk menjadi pembimbing jamaah dalam perjalanan umrah tersebut.

Travel Gema Talbia menawarkan paket perjalanan umrah selama 12 hari dengan tujuan Mekkah dan Madinah dengan harga sekitar Rp25,5 juta hingga Rp29,7 juta.

"Katanya untuk memudahkan umat umrah. Di sana (kantor) saya lihat ada harga Rp29,7 juta dan Rp25,5 juta. Karena husnuzan dengan teman yang mengajak dan katanya ada pengalaman 20 tahun travel ini," ujarnya.

Namun, kecurigaan Malik mulai muncul setelah rombongan tiba di Tanah Suci.

Ia mengatakan sejumlah fasilitas yang seharusnya diterima jamaah, seperti penginapan, bus dan makanan, tidak tersedia sesuai yang dijanjikan.

Saat tiba di Madinah, jamaah bahkan terpaksa mengeluarkan uang untuk melunasi biaya penginapan.

"Daripada terlantar, saya kumpulkan jamaah. Katanya belum lunas vendor hotel," jelas Malik.

Kondisi tersebut membuat sejumlah jamaah lansia kebingungan dan kesulitan karena fasilitas yang mereka terima tidak sesuai dengan paket perjalanan.

Meski menghadapi sejumlah kendala, Malik mengatakan seluruh rangkaian ibadah umrah 21 jamaah akhirnya dapat diselesaikan.

Namun, persoalan kembali muncul menjelang kepulangan rombongan ke Indonesia.

Malik mengaku belum mendapatkan kepastian terkait pelunasan tiket kepulangan dari pihak Travel Gema Talbia.

Ia bersama jamaah juga berulang kali mencoba menghubungi pihak travel untuk meminta kepastian.

Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons.

"Komunikasi kita tidak ada, tidak ada respons sama sekali," katanya.

Malik mengatakan pihaknya belum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Namun, ia menegaskan pihak Travel Gema Talbia harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami 21 jamaah dan dua pembimbing.

Kini, pemeriksaan oleh Kemenhaj terhadap jamaah dan pihak Travel Gema Talbia di Kejati Jambi menjadi bagian dari proses klarifikasi untuk mengungkap persoalan tersebut. (TribunJambi.com/Srituti Apriliani Putri)

Baca juga: 21 Jamaah Korban Travel Gema Talbia Diperiksa Kemenhaj di Kejati Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.